
Setelah beberapa menit akhirnya Kiki pun masuk sambil membawa bingkisan yang di bawa oleh Tante Naumi",
"Ini Kiki bingkisan nya, tanya Yani?"
"Iya Yani,geu tuh gedek banget deh sama Vera,gue kira bingkisan nya banyak eh enggak taunya cuma dua aja, gitu aja pun minta bantuan gue, ngerutu Kiki",
"Ya udah sih sabar,kan Vera teman kita",
"Yah gue minta maaf Kiki,gue kan enggak tahu kalo bingkisan nya cuma itu,ucap Vera",
"Ah udah lah males gue bahas ,mending kita keluar aja itu lagian minuman udah jadi,seru Kiki",
"Tapi elo masih marah sama gue Kiki,gue jadi sedih,ucap Vera yang menampilkan wajah sedihnya",
"Ih iya gue udah enggak marah sama elo,tapi ingat jangan di ulangi lagi",
"Beneran Kiki elo maafin gue, makasih yah Kiki yang baik dan tidak sombong ,tapi cerewet ups.......
"Iih elo Vera di maafin malah ngelunjak,"
"Ah udah lah dari pada gue lihat elo pada ribut terus mending gue keluar nganter minuman ,ucap Yani",
"Yani ikut,"
"Yah mangkanya jangan ribut terus,Vera elo lihat itu apa isi bingkisan nya,kalo kue di tata di piring,elo Kiki ambil piring gue mau ngantar minuman ini dulu ntar keburu dingin enggak enak",
"Oke Yani, ucap mereka serempak",
Yani pun segera membawa minuman yang ada di nampan untuk di bawa ke luar",
"Silahkan Om Hardi dan Tante Naumi ?"
"Iya sayang makasih ya?"
"iya Tante sama sama",
Tidak berselang lama Kiki dan Vera pun keluar sambil membawa kue yang ada di piring,dan setelah itu Kiki Yani dan Vera pun duduk di dekat Tante Naumi karena mereka penasaran apa yang akan di bicarakan oleh om Heru dan om
Hardi",
"Silahkan di minum pak Hardi Bu Naumi?"
__ADS_1
"Ah iya pak,pak enggak perlu lah panggil kami dengan sebutan bapak,kita kan se umuran dan kita ini masih sahabat ,jadi saya maunya di panggil nama saja, ucap pak Hardi?"
"Iya betul itu ucapan Hardi,lebih enak memanggil nama saja,jadi tidak sungkan, ucap pak Heru",
Setelah beberapa saat menyeruput kopi yang sudah di buatkan pak Hardi pun membuka pembicaraan",
"Begini Andi kami kesini ingin bersilaturahmi dengan kamu dan anak mu,dan kami kesini juga ada beberapa urusan yang ingin kami sampaikan ke kamu,ucap pak Hardi?"
"Urusan apa Hardi,saya merasa tidak punya urusan dengan kalian, tanya bapak?"
"Jadi gini aku dan Hardi sudah sepakat untuk memberikan kamu modal untuk usaha?"
"Tapi itu tidak perlu aku tidak akan bisa mengembalikan modal yang telah kalian pinjam kan untuk ku,ucap pak Andi",
"Andi kami ingin membantu karena kami sangat sayang pada Yani, karena Yani sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri,dan untuk modal yang kami kasih ke kamu itu tidak di kembalikan pun tidak apa-apa karena kami ikhlas menolong kamu, ucap pak Hardi",
"Jika kamu ingin mengembalikan uang modal itu, kamu bisa berikan itu kepada orang yang membutuhkan ,kami juga ingin meminta maaf kepada kamu karena kami dulu tidak datang sewaktu kamu dalam kesusahan,ucap sedih pak Heru?"
"Emang dulu bapak kenapa,itu yang ada di pikiran Yani",
"Sudah lah yang berlalu biarlah berlalu,ucap pak Andi",
Setelah menimbang ucapan pak Hardi dan pak Heru,bapak pun menoleh ke arah Yani,Yani yang melihat bapaknya menoleh ke arah pun hanya bisa tertunduk",
Jika ini jalan satu-satunya untuk merubah nasib kita bapak akan lakukan untuk mu Yani,batin pak Andi",
"Gimana Andi apa kamu mau menerima bantuan dari kami, ucap pak Heru?*
"Baiklah aku akan menerima bantuan dari kalian,ucap pak Andi tegas",
Yani yang mendengar ucapan bapak pun segera menengok ke arah bapak, bapak yang melihat Yani hanya bisa tersenyum",
"Alhamdulilah, ucap mereka serempak",
Dan satu lagi aku akan memberikan Yani sepeda motor untuk nya menuntut ilmu,agar Yani makin semangat untuk terus belajar,ucap pak Heru?"
"Om itu tidak perlu, aku bisa berangkat ke sekolah dengan sepeda saja,om Heru tidak perlu repot-repot untuk memberikan saya motor,ucap Yani",
"Sayang Om Heru enggak sama sekali repot koq, anggap saja ini sebagai hadiah untuk kamu, karena kamu begitu sabar dengan Kiki,Tante ingat sekali dulu sewaktu Kiki belum bertemu dengan kamu,dia itu anak yang enggak bisa di atur dan ah sudahlah yang terpenting sekarang Kiki sudah berubah menjadi pribadi yang lebih baik ,itu semua berkat kamu nak,ucap mama Rena?"
"Iya apa yang mama ucap kan itu benar Yani,elo juga pasti masih ingat kan gue kayak apa,jadi tolong terima pemberian orang tua gue,ucap kiki?"
__ADS_1
"Dan gue juga ada sesuatu buat elo Yani, tolong di terima ya,ini untuk elo biar kalo gue atau Kiki mau curhat ke elo, kami bisa hubungi elo,ucap Vera?"
Yani yang melihat sehabat nya begitu menyayangi nya, tanpa disadari - yani sudah meneteskan air mata ",
Kiki dan Vera yang melihat Yani meneteskan air mata pun langsung memeluk Yani ,"
"Elo enggak akan pernah gue anggap sahabat, tapi elo udah gue anggap sebagai kakak gue, jadi tolong terima hadiah ini dari adik elo,ucap Kiki",
"Yani pun semakin terharu dengan ucapan Kiki,dia tidak menyangka mempunyai sahabat yang sangat sayang terhadap nya",
Di sisih lain pak Heru dan pak Hardi yang melihat anak anak nya begitu kompak , menjadi teringat masa lalu mereka saat masih muda, mereka ingat betul sewaktu pak Andi dalam kesusahan mereka tidak ada di sana dan malah mereka menjauh dari sisih pak Andi, tapi saat ini mereka sadar bahwa mereka sudah di provokasi oleh saingan bisnis pak Andi yang bilang bahwa uang yang di pinjamkan ke pak Andi di bawa lari oleh pak Andi,tapi ternyata kenyataan nya orang yang memprovokasi kan itulah yang membawa kabur uang pak Andi sampai pak Andi bangkrut,dan orang yang memprovokasi itu jugalah yang merebut istri pak Andi, sehingga istri pak Andi yang tidak biasa hidup miskin akhirnya pergi meninggalkan pak Andi dan anaknya",
"Udah elo jangan nangis lagi ya,ucap Vera?"
"Iya , makasih ya Vera Kiki ternyata kalian begitu peduli sama gue,ucap Yani ?"
"Kita ini sahabat,dan sekarang elo itu udah kami anggap kakak jadi elo enggak boleh sedih lagi ,Oke?"
"Yani yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum bahagia",
Setelah acara nangis nangissan ,sampe author yang nulis aja ke bawa mewek nya, Kiki Vera dan Yani pun mengajak Tante Rena dan Tante Naumi berkeliling ke kebun",
"Mama ayok kita lihat kebun bapak ,mamah pasti suka lihat kebun sayuran nya bapak,ucap Kiki",
"Iya Mami ayok kita ke kebun belakang rumah,aku kemarin foto foto di sana bagus loh mami",
"Ah beneran kamu Vera,tanya mami Naumi?"
Iya benerran lah, nih lihat kemarin aku foto,itu sekitar jam empat sore mami ,bagus kan,tanya Vera?"
"Eh iya Bagus bagus ini, temanya kebun sayuran lagi, ucap mami Naumi",
"Ya udah yuk kita kesana mami juga mau dong, foto temanya perkebunan sayuran, ucap mami Naumi yang melihat hasil foto anaknya
"Kiki Tante Rena dan Yani yang melihat tingkah Tante Naumi dan Vera pun hanya bisa geleng-geleng kepala saja",
"Wah wajar aja sih Vera begitu, ternyata nurun dari maminya,batin Kiki",
setelah itu kami pun langsung berangkat ke kebun belakang rumah, sedangkan di sisih lain pak Heru pak Hardi dan bapak masih sibuk dengan urusan yang menyangkut dengan modal yang diberikan ke bapak,"
Lanjut episode selanjutnya,.....
__ADS_1