Perjalanan Cinta Anak Desa

Perjalanan Cinta Anak Desa
episode 27.Efek tenggelam


__ADS_3

"Sedangkan di tempat lain tempat nya di kediaman keluarga pak Hardi, pak Hardi pun terlihat prustasi karena, Pak Heru yang di telfon pun tidak menjawab panggilan nya".


"Saat sedang memikirkan temanya,pak Hardi pun di kagetkan dengan suara ketukan pintu".


"Tok...tok...!"


"Siapa!"


"Ini Vera papi".


"Oh.masuk nak!"


"Vera yang berada di luar pun akhirnya bergegas masuk ke ruang kerja milik papinya".


"Papi ini Vera buattin teh?"


"Wah , makasih ya sayang, tumben kamu bikinin papi teh, pasti ada sesuatu ya!"


"Enggak koq papi, Vera cuma kasian saja sama papi, kayak nya papi sedang banyak masalah ya?"


"Ya begitulah, namanya orang bisnis pasti ada saja masalah,"


"Wah berarti ntar kalo Vera buka bisnis pasti bakal banyak masalah kayak papi donk!"


"Ya enggak juga sayang,kita itu wajib bersyukur karena setiap masalah pasti ada hikmahnya dan pasti ada solusinya,jadi anak papi jangan pernah takut untuk mencoba,jalani saja terlebih dahulu,papi yakin anak papi yang manja ini pasti bisa membuka bisnis bersama sahabatmu".


"Iih papi , Vera itu enggak manja cuma butuh kasih sayang saja".


"Oo,jadi anak papi mau di sayang sama papi !!"


"Wah, berarti enggak ada yang minta sayang mami donk!"ucap mami Naumi yang dari luar masuk ke dalam".


"Bukan gitu mami,Vera sayang juga koq sama mami?"


"Iya sayang, mami sama papi percaya koq,sini sayang!"


"Vera pun akhirnya menghampiri mami dan papi nya,dan akhirnya mereka pun berpelukan".


****


"Nduk,!"


"Iya pak ,ada apa pak?"Yani pun sudah berdiri di hadapan bapaknya".


"Kamu dari tadi belum ada makan loh,ayok sekarang makan?"


"Yani masih belum nafsu pak".

__ADS_1


"Yani ,kamu enggak boleh begitu, kondisi tubuh kamu masih belum vit,bapak enggak mau sampai kamu sakit!"


"Ehm tapi pak".


"Sudah sekarang ayo kamu makan,bapak temani,kamu enggak mau kan buat bapak khawatir?"


"Ehm,ya sudah kalo gitu Yani makan".


"Akhirnya Yani dan pak Andi pun menuju dapur untuk makan malam".


"Kamu duduk saja,biar bapak ambilkan makanan!"


"Pak enggak usah ,Yani bisa sendiri koq,"Yani pun berniat untuk menghentikan langkah bapaknya namun sebelum itu terjadi Yani pun oleng dan tak sadarkan diri".


"Astagfirullah, Yani....


"Yani kamu kenapa nduk!"Sadar nduk!"


"Akhirnya pak Andi pun mengangkat tubuh Yani dan membawanya ke kamar milik Yani".


"Setelah di baringkan tubuh Yani,pak Andi pun langsung menyelimuti tubuh Yani, karena saat Yani tak sadarkan diri,pak Andi pun sempat memegang kening anaknya,dan betapa terkejutnya pak Andi, ternyata kening anaknya sangat panas karena demam",pak Andi pun bergegas mengambil air hangat dan minyak kayu putih, Setelah semuanya ada,pak Andi pun mulai mengompres anaknya,dan memberikan minyak kayu putih".


"Yani bangun nak!"


"Kamu kenapa enggak bilang nak kalo kamu sakit!"


"Ibu...ibu dimana!"suara Yani pelan".


"Deg",


"Kasian sekali nasibmu nduk harus menanggung beban, karena perbuatan kami",batin pak Andi".


"Dan tanpa terasa pak Andi pun meneteskan air matanya".


"Lihat perbuatan mu Rani, apakah kamu tidak menyayangi anakmu!"ya tentu kau tidak menyayangi nya, buktinya sampai saat ini kau bahkan tidak pernah menjenguk nya, sampai dia besar menjadi gadis yang pintar dan cantik,kau telah menyia-nyiakan nya Rani,kau lebih memilih sampah untuk meninggalkan sebuah berlian,aku akan tunjukkan kepada bahwa aku dan anakku tanpa dirimu bisa bangkit",tekad pak Andi dalam hati".


"Setelah beberapa jam mengompres Yani, akhirnya demam yang di alami Yani pun berangsur turun".


"Alhamdulilah, semoga kamu cepat sembuh,bapak janji akan berubah untuk kamu,dan bapak berjanji akan merubah kehidupan kita ,kamu bersabar ya nak!"


"Yani pun tersadar dari demamnya".


"Pak...!"lirih Yani".


"Iya nduk,bapak ada disini".


"Haus..!"

__ADS_1


"Pak Andi pun bergegas mengambil air putih yang sudah di beri sedotan,agar memudahkan Yani untuk meminumnya".


"Ini nduk,"


"pak Andi pun membantu Yani untuk minum".


"Setelah dirasa cukup basah di tenggorokan,Yani pun menyudahi minumnya".


"Ya Yani adalah tipikal orang yang jika sakit tidak mampu bergerak,jadi pak Andi pun membantu segala nya yang Yani perlukan".


"Kamu makan dulu ya, setelah itu minum obat!"


"Yani pun mengiyakan ucapan pak Andi, karena dia merasa sangat lemas untuk bangun".


"Setelah beberapa menit pak Andi pun tiba di kamar dengan membawa ,sebuah bubur",


"Kamu makan bubur dulu ya,tadi ada mang amet lewat jual bubur ayam,bapak beli buat Yani".


"Yani pun mengangguk,"


"Satu suapan dua suapan sampai tiga suapan Yani pun memuntahkan makanan nya".


"Huek...",


"Bapak pun segera mengambil Yani air hangat untuk di minum Yani".


"Ini nduk minum dulu,biar hangat tenggorokan nya".


"Yani pun meminum air pemberian pak Andi",


"Ya sudah kamu istirahat saja,besok pagi kita ke klinik untuk memeriksa kamu".


"Dan Yani pun menuruti perkataan pak Andi".


"Tidak berselang lama akhirnya Yani pun tertidur pulas".


"Setelah Yani tertidur,pak Andi pun membersihkan muntahan Yani", setelah beres dan memastikan Yani bahwa demam yang di derita Yani sudah turun ,"Pak Andi pun bergegas keluar dari kamar Yani dan masuk ke kamarnya, setelah tiba di kamar milik pak Andi,pak Andi pun segera mengeluarkan sebuah barang di plastik dan membawanya ke dapur".


"Ayo Andi kau pasti bisa,kamu pasti tidak akan mau melihat anakmu sengsara lagi",batin pak Andi menyemangati diri nya".


"Pak Andi pun mengeluarkan barang itu dan menggenggam nya",


"Ayo Andi tunjukkan kepada semua orang kamu bisa,kamu diam bukan berarti kamu kalah,batin pak Andi",


***


"Jangan lupa like jempolnya, komentarnya ya dan jika tidak keberatan bunga dan vote nya kakak,agar author menjadi semakin bersemangat💪💪💪

__ADS_1


__ADS_2