Perjalanan Cinta Anak Desa

Perjalanan Cinta Anak Desa
episode 21.Siapa Wanita itu


__ADS_3

"Aku paham posisi mu Heru, mungkin jika aku ada di posisi mu aku juga akan melakukan hal yang sama dengan mu, tapi yang menjadi beban pikiran ku siapa kah perempuan yang kamu bersama dengan Rury itu,tanya pak Andi?"


"Entahlah aku juga belum bisa memastikan siapa perempuan itu sebab aku pun belum pernah melihat nya secara langsung dan juga kenapa dia bisa tahu rahasia kita,apa mungkin dia .....ah tapi tidak mungkin,ucap pak Heru?"


"Dia siapa Heru,tanya Hardi?"


"Apa mungkin mantanmu istri yang pertama, Ini hanya feeling ku saja, ucap pak Heru?"


"Maksud kamu Aliya,tanya pak Andi?"


"Em mungkin,kau kan tahu sendiri Aliya dari dulu hanya ingin harta kamu andi,jadi mungkin dia menginginkan hartamu itu dan mendekati Rury yang notabene dia adalah mantan sahabat kita,dan lagi aku juga berfikir mungkin karena kamu menalak nya secara tidak hormat dan kamu juga tidak memberikan dia harta sepeserpun jadi dia sangat membenci dirimu dan ingin menghancurkan karir mu Andi, ucap pak Heru


"Em itu bisa jadi, ucap pak Andi yang sedang berfikir?"


"Ya mungkin itu beneran Andi, ucap pak Hardi yang merasa geram karena pak Andi yang masih belum mempercayai itu",


"Aku sebenarnya masih kurang yakin, tapi kalo benar itu pelakunya Aliya aku tidak akan melepaskan nya, ucap pak Andi yang sedikit terbawa emosi",


"Kita harus selidiki ini siapa perempuan itu dan ada hubungan apa dia dengan mu, ucap pak Hardi?"


"Ya maka dari itu kita harus bersatu lagi agar semua ini cepat terselesaikan, ucap pak Heru",


Di lain tempat,mami Naumi, Mama Rena ,Kiki, Vera,dan Yani pun masih berada di kebun pak Andi,guna untuk melihat dan berfoto",


"Jeng udah yuk pulang,udah sore nih, ucap Tante Rena?"


"Sebentar jeng lagi bagus nih nuansanya, ucap Tante Naumi",


"Iya, tapi ini udah sore loh,kita juga kan udah lama keliling nya, ucap Tante Rena?"


"Iya mami besok besok aja lagi foto nya,ini udah sore lagian aku Kiki sama Yani masih capek banget abis pulang sekolah belum istirahat,kelu Vera",


"Ya udah ayok kita pulang, kasian juga lihat anak-anak mami yang belum istirahat, ucap Tante Naumi yang merasa kasian",


"Sayang kalian mau nginep lagi di rumah Yani atau pulang kerumah,tanya mama Rena yang sambil berjalan?"


"Em gimana ya,em....aku pulang aja lah,kan ada mama sama papa, ucap Kiki",


"Elo gimana Vera mau pulang atau mau nginep lagi di rumah Yani,tanya Kiki?"

__ADS_1


"Kalo gue sih kayaknya pulang ke rumah deh, soalnya mami sama papi kan jarang di rumah,jadi mumpung ada kesempatan ya gue tidur di rumah lah,besok kalo mami udah pergi ke luar kota lagi gue nginep lagi di rumah Yani, enggak apa-apa kan Yani,gue sama Kiki pulang kerumah ,ucap Vera?"


"Ya enggak apa-apa lah Vera Kiki,lagian kan Kita masih punya banyak waktu untuk ketemu,apa lagi sekarang gue kan udah punya handphone,jadi kalo kalian butuh atau gue butuh curhat ke kalian , gue bisa nelfon kalian, ucap Yani?"


"Oh iya ya gue lupa, ucap Vera",


Tidak terasa Yani dan yang lain pun sampai di rumah",


Saat Yani dan yang lainnya masuk ke dalam rumah, pak Andi pak Heru dan pak Hardi pun kaget melihat kedatangan istri dan anak anak nya",


"Eh bapak Om Hardi dan Om Heru segitu banget kagetnya,kayak lihat apa saja, ucap Yani yang tidak tahu kenapa sikap bapaknya Om Hardi dan Om Heru begitu terkejut?"


Bagaimana ini mereka mendengar ucapan kami tidak ya,batin Om Heru",


Wah gawat mereka dengar tidak ya yang kami bicarakan,batin Om Hardi",


Mereka dengar tidak ya apa yang kami bicarakan,ah tapi aku harus bisa bersikap biasa saja,agar mereka tidak merasa aku bohong,batin pak Andi",


"Em enggak apa-apa koq nduk bapak Om Hardi dan Om Heru tadi kaget saja koq kalian cepat banget pulang dari kebun,kilah pak Andi?"


"Ih bapak ngaco deh ,kami udah lama loh pak di kebun,ini juga udah sore makanya kami pulang, ucap Yani yang merasa bingung dengan sikap bapaknya?"


"Ya bapak lihat saja sekarang sudah jam berapa,kami tadi berangkat sesudah asar, ucap Yani?"


Bapak,om Hardi dan Om Heru pun langsung melihat jam di dinding dan di tangannya",


"Astagfirullah sudah jam lima lebih, ucap pak Heru?"


"Astagfirullah, berarti kita mengobrol sudah lama, ucap pak Andi?"


"Hah iya, ternyata kita mengobrol cukup lama ya, ucap pak Hardi",


"Ya lagian bapak Om Hardi dan Om Heru ngobrol apaan sih koq sampe lupa waktu gitu, ucap Yani?"


"Iya papa ngobrol apaan sih koq sampe lupa waktu segala, ucap mama Rena yang menghampiri suaminya?"


"Em....em itu tadi papa sama Hardi dan pak Andi ke asyikan ngobrol soal modal yang papa dan Hardi berikan, ucap pak Heru?"


"masa sampai lupa waktu gitu sih Om, ucap Vera?"

__ADS_1


"Ya bagaimana sangking asyik nya ngobrol jadi lupa lah sayang , ucap pak Hardi?"


"Tapi enggak ada yang kalian sembunyikan kan, sindir mami Naumi?"


"Ya enggak lah mami,kalo enggak percaya tanya saja sama pak Heru dan pak Andi, ucap pak Hardi?"


Mami Naumi pun melirik kearah pak Heru dan bapak beberapa saat",


"Oke mami , jeng Rena dan anak anak percaya,tapi awas saja ya kalo kalian bohong,mami jeng Rena dan anak anak tidak akan tinggal diam,ancam mami Naumi?"


"Ah kamu ini kayak siapa saja sih sayang,kami ini tidak mungkin berbohong,elak pak Hardi",


"Sudah lah jeng Naumi, mungkin benar apa yang di katakan suamimu,sudah jangan berdebat lagi, ucap Mama Rena",


"Oh iya sampe lupa kan mami,mau nanya sama papi, ucap mami Naumi?"


"Emang mami mau nanya apa sama papi,tanya Vera?"


"Itu tadi sebelum kita ke sini mami dapat chatting dari orang yang enggak di kenal, katanya dia teman papi, ucap mami Naumi?"


"Teman,siapa mami, tanya pak Hardi?"


"Ini nih papi lihat saja chatting nya,dia sih enggak ngomong siapa nama nya,tapi yang jelas dia kenal papi pak Andi dan pak Heru, ucap mami Naumi?"


"Pak Hardi pun menerima handphone milik istri nya dan membuka isi chatting itu",


"Di dalam chatting itu mengatakan bahwa orang itu sahabat jauhnya ,yang sudah lama tidak bertemu,dan mami Naumi pun membalas jika ingin bertemu dengan suami saya datang lah main kerumah,dan orang itu mengatakan bahwa dia juga ingin bertemu Andi dan Heru,lalu dalam chatting itu orang itu meminta nomor handphone Hardi",


"Setelah melihat beberapa chatting an itu pak Hardi pun memberikan handphone itu lagi ke mami Naumi,dan tak lupa pak Hardi pun menyimpan nomor handphone itu",


"Ini mami,mami papi cuma mau bilang jika ada chatting dari nomor itu lagi,mami jangan balas chatting nya ya , karena kita tidak mengenal dia,dan dia pun tidak memberitahu mami siapa namanya,jadi mami harus hati-hati ya, ucap pak Hardi?"


"Iya tapi kenapa papi,apa mereka berbahaya,tanya Mami Naumi?"


"Entahlah papi belum bisa memastikan itu, tapi tetap mami harus hati-hati, ucap pak Hardi tegas",


Dan akhirnya Mami Naumi pun menuruti perkataan suaminya demi kebaikan dirinya dan keluarganya",


Bersambung....

__ADS_1


lanjut bab selanjutnya jangan lupa like jempolnya dan komentar terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2