
Tidak lama kemudian Anggota Nicholas meninggalkan Lucas, Natalie dan Jacob.
Mereka bertiga ketakutan dan kedinginan karena angin yang bertiup kencang. Lucas berusaha melepaskan rantai itu. Akan tetapi usahanya hanya sia-sia saja.
"Tolong...tolong...," teriakan Natalie dan putranya yang ketakutan.
"Lucas, cepat cari cara lepaskan kami, Kami tidak ingin mati di sini...," teriak Natalie yang ketakutan.
"Aku juga sedang berusaha, Rantai ini digembok sehingga tidak bisa dilepaskan," jawab Lucas.
"Ini semua karena kamu yang suka menimbulkan masalah," ketus Natalie.
"Kenapa menyalahkan aku? Bukankah kau juga ikut campur? Selama ini kau juga mendapatkan uang dari Molly. untuk biaya makanmu dan biaya sekolah anakmu. Kenapa sekarang kau malah menyalahkan aku seorang," jawab Lucas.
"Kalau aku tidak mengharapkan dia, Lalu, aku harus mengharapkan siapa? Pria yang bersamaku hanya tahu menginginkan tubuhku. Selama aku bersamamu berapa banyak uang yang bisa kau berikan padaku?"
"Kenapa kau tidak bekerja sendiri untuk biaya sendiri? Anakmu sudah besar. Usianya sudah lebih tua dari Molly. Tapi, dia sama sekali tidak ingin bekerja. Bagaimana kamu sebagai seorang ibu mengajar anakmu," bentak Lucas.
"Dia adalah anakku, tidak seharusnya dia hidup kesulitan," jawab Natalie dengan kesal.
Angin semakin bertiup kencang. Daun-daunan berterbangan ke arah mereka bertiga. Lucas dan keluarganya semakin ketakutan dan masih berusaha ingin melepaskan rantainya.
Cuaca semakin gelap dan dingin. mereka mengigil dan menangis.
"Tolong, ada yang bisa membantu kami keluar dari sini," tangisan Natalie.
"Ma, aku tidak ingin mati di sini!"
"Apakah kalian bisa diam? jangan berisik!" ujar Lucas.
Keesokan harinya.
Fanders Hanz berada di pelabuhan dengan ditemani oleh beberapa pengawal, ia memeriksa situasi pelabuhan tersebut.
"Bos," sapa mereka dengan hormat.
"Bagaimana situasi di sini?" tanya Fanders.
"Semuanya masih lancar, senjata kita sudah dalam perjalanan," jawab anggotanya.
"Awasi dengan ketat, jangan sampai ada yang merusakan rencana kita!" perintah Fanders.
"Baik! Tuan besar" jawab anggotanya dengan patuh.
Tidak lama kemudian Fanders dan pengawalnya meninggalkan pelabuhan itu.
Dalam perjalanan
"Zone, apakah bocah itu ada tindakan?" tanya Fanders.
"Untuk saat ini masih belum," jawab Zone yang sedang mengemudi.
__ADS_1
"Selalu awasi pelabuhan dan gudang kita, aku tidak mau mengalami kerugian. jangan sampai mereka menyerang gudang kita!" perintah Fanders.
"Baik! Tuan besar"jawab Zone.
Di sisi lain Rico yang ingin mengincar bos mafia itu atas perintah Nicholas, ia berada di atas salah satu gedung di sana, ia mengunakan senapan mengarahkan ke sasarannya itu.
Rico menunggu waktu yang tepat untuk menembak mobil sasarannya yang akan melewati depan gedung yang di mana dirinya sedang mengamati Fanders.
"Fanders, lihat saja apakah tembakanku tepat atau tidak,"gumam Rico yang melepaskan tembakannya.
Dor...
Tembakan Rico menembus kaca mobil belakang.
Dor..
Tembakan Rico yang menembus kaca mobil depan sehingga berhasil membunuh Zone yang sedang mengemudi.
"Aarrgh," jeritan sesaat Zone yang langsung tewas, kemudian kepalanya langsung menghentakkan ke setir mobil sehingga menekan klakson.
Tit.......
Disebabkan Zone yang telah tewas, setirnya yang tanpa kendali sehingga menyebabkan mobilnya menabrak tiang yang di pinggir jalan sana.
BRAK...
Mobil yang menabrak ke tiang itu telah menyebabkan hancur di bagian depan. Zone yang telah tertembak dirinya tewas langsung saat pelurunya menembus kepalanya, sementara Fanders pingsan akibat benturan kepalanya ke kaca mobil.
Salah satu pengawalnya langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil bosnya itu. sementara pengawal lainnya menodong senjata mereka ke arah atas gedung itu. mereka sedang mencari orang yang melepaskan tembakan tersebut.
"Ayo cepat tinggalkan tempat ini" ujar Salah satu pengawalnya.
Tidak lama kemudian mereka langsung meninggalkan lokasi kejadian itu dengan cepat.
Mansion Anderson.
Nicholas sedang menemani Molly yang masih belum sadarkan diri.
"Molly, Hutangku padamu semakin banyak, kamu yang adalah seorang anak desa yang banyak menjalani hidup menderita malah lebih setia dari pada anak buahku. Mulai saat ini kamu adalah keluargaku," batin Nicholas.
Sesaat kemudian Rico memasuki kamar itu.
"Bos, dia sudah lolos," kata Rico.
"Biarkan saja! Ini hanyalah peringatan. Suatu saat yang aku inginkan adalah nyawanya," jawab Nicholas.
"Nicholas...Nicholas...," suara seorang wanita yang terdengar dari ruangan.
"Nona Yunnie," ucap Rico.
"Jangan biarkan dia masuk ke sini!" perintah Nicholas.
__ADS_1
"Baik," jawab Rico yang beranjak dari sana.
Yunni yang menaiki anak tangga ia dihentikan oleh Rico dari depan.
"Nona," sapa Rico.
"Di mana Nicholas?"
"Sedang istirahat," jawab Rico dengan sopan.
"Sekarang masih awal, Mana mungkin dia cepat istirahat," ujar Yunnie yang melihat jaruk arloji yang melingkar pergelangan tangannya.
"Nona, hari kami sibuk seharian, Oleh sebab itu, bos ingin cepat tidur. Tolong dipahami!" kata Rico.
"Nicholas pasti sedang menghindar dariku," batin Yunnie kemudian berpaling dan menuruni anak tangga. Sesaat kemudian ia tiba-tiba berlari menuju ke lantai atas.
"Hei, Nona...," teriak Rico yang mengejar gadis itu.
Yunnie langsung masuk ke kamar Nicholas.
Klek..
"Aku tahu kamu pasti belum tidur, Kenapa Rico membohongi...," ucap Yunnie yang terdiam karena melihat seorang gadis yang berbaring di atas kasur.
"Si-siapa dia?" tanya Yunnie yang hampir tidak percaya. Gadis itu selama ini menyukai Nicholas.
"Kenapa kamu suka sekali menerobos masuk ke tempat orang?" tanya Nicholas yang berdiri di hadapan gadis itu.
"Siapa dia? Kenapa ada seorang gadis di kamarmu?" tanya Yunnie yang menghampiri Molly.
"Dia adalah Molly, Kalau tanpa dia...kemarin aku sudah mati," jawab Nicholas.
"Tapi, kenapa tidak membawanya ke rumah sakit?"
"Aku diserang, Oleh sebab itu tempat yang paling aman adalah di rumah."
"Bukankah di rumah ini banyak kamar? Kanapa harus mengunakan kamarmu?"
"Tidak ada masalah di kamar mana pun, Dia adalah penyelamatku," jawab Nicholas.
"Nicholas, segera pindahkan saja dia ke rumah sakit! Aku akan menghubungi ambulance," kata Yunnie yang mengeluarkan handphonenya.
"Sudah kukatakan di luar tidak aman, Untuk apa kamu yang mengaturku," jawab Nicholas dengan nada sedikit kesal.
"Kenapa kamu mengunakan nada seperti itu bicara denganku," ujar Yunnie.
"Kamu juga tahu kalau aku memiliki banyak musuh, mereka sudah melihat Molly. Kalau sekarang kita mengantarnya ke rumah sakit.ini akan membahayakan dia," kata Nicholas.
"Bagaimana pun seorang pria dan wanita tidak bisa tinggal bersama," ucap Yunnie.
"Di sini adalah rumahku, dan aku yang berhak menentukannya!" jawab Nicholas.
__ADS_1
"Selama kita bersama, Kamu tidak pernah mengizinkan aku tinggal di sini," ujar Yunnie yang kecewa.
"Kamu ada rumah yang mewah, Untuk apa tinggal di tempatku, Sedangkan gadis ini hampir kehilangan nyawanya demi aku," jawab Nicholas.