
Tidak lama kemudian seorang pria yang adalah pemilik mobil yang sedang dibersihkan oleh Molly keluar bergandengan dengan seorang wanita muda dan cantik.
Molly yang melihat pria itu keluar, ia langsung membukakan pintu sambil berjalan dengan pincang.
"Tuan, silakan!" seru Molly dengan senyum ramah.
Pria itu menatap jijik pada gadis itu yang berpenampilan kusam dan kotor.
"Pengemis dari mana kamu? Kamu adalah seorang gadis, Tapi, malah melakukan pekerjaan laki-laki. Sepertinya lihat dari penampilanmu kamu tidak akan sukses," kata pria itu dengan hina.
Molly hanya bisa diam demi uang yang tidak seberapa itu.
"Lihatlah mobilku ini, Ini adalah mobil mahal pengeluaran tahun lalu, Aku memiliki banyak uang dan mobil mewah. Ada uang aku bisa membayar banyak wanita cantik. Ini adalah kesuksesanku. Sementara gadis muda sepertimu ini tidak akan ada masa depan yang cerah. Selamanya hanya bisa menjadi pembersih kaca dan pengemis," hina pria itu sambil melempar lembaran uang yang hanya satu dollar. Setelah uang itu jatuh ke atas tanah ia sengaja menginjak uang tersebut.
"Tuan, ini adalah uangku," kata Molly.
"Gadis kecil, Sering-seringlah kamu membersihkan mobilku, Bila aku puas dengan kinerjamu. aku akan membayarmu lebih. Untuk malam ini cukup satu dollar saja," katanya yang kemudian masuk ke dalam mobil bersama wanita itu.
"Sabar saja! Asalkan dapat uang dan bisa menabung," gumam Molly yang mengutip uang itu.
Pria itu adalah langganan tetap yang suka bermain di kasino. Setiap malam ia akan membawa wanita yang berbeda dan bersenang-senang sebelum kembali ke rumahnya.
Perjalanan
Pria itu menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi tanpa siapa pun di sana.
"Tuan, Apakah kita akan melakukannya di sini?" tanya wanita itu yang melihat pria itu menurunkan sletingnya.
"Iya, aku tidak sabar lagi, cepat lepaskan celanamu," jawab pria itu yang menaikan rok ketat wanita itu dan menurunkan kain tipis penutup bagian intinya.
Tanpa menunggu pria itu langsung memasukan senjatanya ke dalam goa Favoritnya.
Pria itu bergerak maju mundur di atas tubuh wanita cantik itu, ia mengerang nikmat dengan wanita yang menjadi pemuasnya. Bukan sekali, ia sudah sering melakukannya berulang kali di belakang istrinya.
"Tuan, apakah kamu akan mengunakan jasaku lagi" ucap wanita itu yang merasakan gerakan di bagian bawahnya.
"Loly, kita akan sering melakukannya, milikmu beda dengan yang lain. Saat tubuh kita menyatu rasanya sangat luar biasa," kata pria yang melakukan gerakan dengan cepat.
__ADS_1
"Aahh...," desa.han Loly.
"Tuan, apakah istrimu akan marah kalau mengetahui hubungan kita?"
"Untuk apa takut dia marah, Kalau bukan karena keluarganya kaya, Mana mungkin aku ingin melihat wajahnya," jawab pria itu yang melakukan gerakan semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan.
"Berapa orang anakmu, Tuan?"
"Loly, bagaimana kalau kamu melahirkan seorang anak untukku?" tanya Pria itu yang sudah puas dan mengeluarkan senjatanya.
"Anak?" tanya wanita itu dengan kaget. Dirinya hanya ingin jual diri. dan tidak berminat untuk mengandung anak pria yang membayarnya.
"Apakah kamu tidak memiliki anak?" tanya Loly.
"Istriku seperti ayam betina mandul, Sama sekali tidak bisa melahirkan. Kami sudah menikah selama dua puluh tahun. Tapi, tidak ada hasil sama sekali. Kalau bukan karena ayahnya orang kaya. Mana mungkin aku bertahan hingga sekarang," ujar pria itu.
"Asalkan kamu bisa melahirkan seorang anak laki-laki untukku, aku akan membayarmu sebanyak lima ratus ribu dollar," lanjut pria itu.
"Tawaran gila dan sangat menguntungkan," batin Loly yang sangat gembira dan tergila-gila dengan nominal yang disebutkan oleh pria itu.
"Bagaimana kalau aku melahirkan seorang anak perempuan?"
"Wah...tetap tinggi bayarannya walau melahirkan anak perempuan. Lebih banyak untungnya dari pada jual diri," batin Loly.
"Bagaimana? Selama sepuluh bulan saja kamu sudah mendapatkan begitu banyak uang. Kamu tidak perlu lagi bekerja setelah kamu melahirkan," kata pria itu.
"Apakah benar istrimu tidak akan tahu?"
"Aku memiliki apartemen yang kubeli dengan uang pribadi, Istriku sama sekali tidak tahu soal itu," jawabnya yang menyakinkan wanita itu.
"Baiklah, aku setuju dengan tawaranmu, Tapi, kamu tidak berbohong soal uang itu, kan?"
"Mana mungkin aku berbohong, Setelah kamu melahirkan aku akan memberimu uang tunai. Agar kamu bisa menyentuhnya dan merasakan wanginya aroma uang," jawab pria itu.
"Kalau begitu, Aku tidak sabar ingin melahirkan anak untukmu," ujar Loly.
Satu jam kemudian
__ADS_1
Pria itu kembali ke rumah mewahnya setelah puas bermain wanita di luar sana. di ruang tamu terlihat seorang wanita sedang duduk dengan wajah yang masam.
"Sudah malam, kenapa masih duduk di sini?" tanya pria itu yang adalah suaminya.
"Suamiku masih belum pulang, Mana mungkin aku bisa tidur," jawab istrinya dengan tatapan kesal. Wanita itu bangkit dan menghampiri suaminya yang berdiri di sana.
"James, apakah kamu bermain wanita lagi?" tanya istrinya dengan nada kesal.
"Iya, aku baru bermain dengan seorang wanita cantik dan seksi, Aku sangat puas karena tubuhnya sangat indah," jawabnya dengan sengaja.
Plak...
Tamparan yang dilakukan oleh istrinya yang sedang emosi.
"Aku menyesal karena percaya padamu hingga menikah denganmu, setelah papa menyerahkan perusahaannya padamu. Dirimu mulai berulah dan sering pulang larut malam," bentaknya.
"Setelah papamu menyerahkan perusahaannya padaku, Aku mengelolanya dengan baik dan semakin berkembang. Apa salahnya aku mencari kesenangan? aku yang mencari uangnya. Sementara dirimu hanya duduk di rumah dan tidak melakukan apa pun bagaikan tuan putri. Apa lagi yang tidak puas bagimu?"
"James, Kau jangan pernah lupa bagaimana saat itu kita bisa menyakinkan papaku sehingga kita bisa menikah, Bahkan, anak yang keluar dari rahimku juga kita buang. Aku menyesal dan merindukannya selama dua puluh tahun ini. Aku tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak. Sedangkan kamu sudah lupa semuanya," bentak istrinya yang mengeluarkan air kata.
"Meliza...Meliza...kamu sendiri yang bodoh karena ingin mengorbankan anak sendiri. Kamu lebih memilihku dari pada anak itu. Jangan menyalahkan aku. Ini salahmu juga," jawab James
"Kamu adalah suami yang tidak bertanggung jawab, dan bukan seorang ayah yang baik," bentak Meliza dengan nada tinggi.
"Lalu, bagaimana dengan kamu? Kamu adalah seorang wanita yang melahirkan dia dan kamu juga membuangnya. Kita sama-sama tidak menginginkan anak itu," balas James.
"Aku akan meminta papaku menarik semua apa yang kamu miliki sekarang, Kamu jangan lupa semua yang menjadi milikmu adalah pemberian dari papaku," kecam Meliza.
"Lakukan saja! Papamu seorang pasien yang bermasalah dengan jantung, Mamamu... kesehatannya mulai menurun. kalau mereka mengetahuinya. Maka, mereka akan langsung pingsan dan meninggal. apakah kamu ingin menyesal seumur hidup?"
"Kau mengancamku?"
"Bukan mengancam, Hanya mengingatkan saja," jawab James yang kemudian menuju ke kamarnya.
"Kenapa aku bisa memilihnya di saat itu," ucap Meliza yang menyesal.
Meliza adalah ibu kandung Molly yang meninggalkan putri sendiri di samping tumpukan sampah saat dua puluh tahun yang lalu.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu mereka pun menikah tanpa merasa bersalah sedikit pun terhadap anak yang mereka buang.