
"Nicholas, Kamu harus memikirkan perasaanku juga, Jangan hanya utamakan orang lain!" ketus Yunnie.
"Molly sudah seperti keluargaku, dia bukan orang lain," jawab Nicholas yang menarik tangan gadis itu meninggalkan kamar.
"Kalian tidak ada hubungan darah, Mana bisa menganggapnya adalah keluarga sendiri," ketus Yunnie yang menepis tangan pria itu.
"Pergi!" Ketus Nicholas.
"Kalau kamu mengusirku, Kita putus!" kata Yunnie dengan tegas.
Nicholas mengabaikan gadis itu dan kemudian masuk kembali ke kamarnya.
"Buka pintunya," teriak Yunnie sambil mengedor pintu kamar.
"Nona, silakan pulang!" ucap Rico dengan sopan.
"Aku tidak ingin pulang, Aku ingin tinggal di sini," jawab Yunnie.
Rico kemudian menarik lengan gadis itu dengan kasar. Mereka menuruni anak tangga dan menuju ke pintu utama.
"Lepaskan tanganmu? Aku ingin tinggal di sini," teriak Yunnie sambil meronta.
"Maaf, Nona. Bos ingin istirahat," ucap Rico yang mendorong Yunnie keluar dari rumah dan mengunci pintu tersebut.
"Hei, buka pintunya. Jangan lupa kalau aku adalah pacarnya...," teriak Yunnie dengan kesal.
"Wanita memang sangat sulit dihadapi," gumam Rico.
Mansion Fandres.
Fandres yang terluka akibat benturan di kepalanya hingga saat ini dirinya masih belum sadarkan diri, belasan anggotanya sedang berjaga di luar pintu.
"Bos, masih belum sadar, kenapa kita tidak menghubungi anggota di markas?" tanya salah satu anggotanya.
"Jangan! Bos dalam kondisi terluka tidak boleh sampai ada yang tahu. Kita harus merahasiakannya," jawab Laz.
"Apakah kamu takut ada musuh lain yang datang menyerang?"
"Selama ini bos tidak pernah percaya dengan semua anggota kita yang di markas, Kita tidak tahu apakah mereka ada mata-mata atau tidak," jawab Laz.
"Siapa yang begitu berani mengkhianati bos?"
"Kalau bos memiliki musuh itu sudah biasa, kita yang di dunia mafia pasti memiliki banyak musuh. Hanya saja...musuh orang dalam lebih menakutkan dari pada musuh dari luar," jawab Laz.
"Apakah Dragon Red akan menyerang lagi di saat bos belum sadar?"
"Mudah-mudahan tidak," jawab Laz.
Keesokan harinya.
Mansion Anderson.
"Bos, si tua itu dibawa ke rumah untuk menerima perawatan, Mereka cukup berhati-hati. Dia juga belum sadar akibat benturan itu," kata Frank.
__ADS_1
"Beruntung dia masih hidup karena tujuanku bukan ingin membunuhnya, Tapi, Aku masih tidak puas," ujar Nicholas.
"Apakah kita punya rencana?" tanya Rico.
"Rumahnya? Andaikan kita serang rumahnya, Pasti sangat menghibur," ucap Nicholas.
"Tapi, aku mendapati bahwa anggotanya yang di markas sepertinya tidak tahu kejadian ini. Mereka hanya biasa-biasa saja," kata Frank.
"Mungkin saja mereka memilih menyembunyikan, Dari pada bahaya menghampiri mereka. Si tua itu memiliki banyak musuh sehingga mereka takut ada yang tahu kalau bos mereka belum sadar," kata Rico.
"Sebarkan!" perintah Nicholas.
"Supaya banyak yang tahu?" tanya Frank.
"Iya, bukan hanya itu saja, Sebarkan juga alamat rumahnya!" jawab Nicholas.
"Mereka akan diserang," kata Frank.
"Itu yang kuinginkan, Selain itu kita juga akan menyerangnya. aku suka dengan tantangan. Aku akan bermain dengan si tua ini," ujar Nicholas.
"Bos, Tuan besar telepon, beliau ingin Anda pulang," ucap Frank.
"Aku sudah beberapa bulan tidak pulang, Papa pasti marah lagi," kata Nicholas dengan senyum.
"Tuan Besar mengatakan kalau beliau ingin bermain catur dengan Anda. Hanya Anda yang sulit dikalahkan dan lawan terberat," ujar Frank.
"Baiklah, setelah Molly sembuh aku akan membawanya juga, Aku yakin papa pasti masih ingat dengan gadis itu," jawab Nicholas.
"Tuan," seru seorang wanita paruh baya.
"Nona Molly sudah sadar, Tuan," jawab wanita itu yang adalah pelayan rumah tangga.
Nicholas langsung menuju ke kamar itu. Saat ia melangkah masuk ke dalam ia melihat gadis itu yang duduk bersandar.
"Kakak," seru Molly yang wajahnya masih pucat.
"Molly," sahut Nicholas yang gembira dan menghampiri gadis itu.
"Bagaimana dengan kondisimu? Apakah kepalamu sakit atau pusing?" tanya Nicholas.
"Sedikit pusing, Apakah aku sudah lama tidur?" tanya Molly.
"Hanya beberapa hari," jawab Nicholas.
"Rico, cepat panggil dokter!" perintah Nicholas.
"Baik, Bos," jawab Rico.
"Kamu harus banyak istirahat dulu," ujar Nicholas.
"Aku baik-baik saja, Apakah Kakak terluka?"
"Tidak, aku tidak terluka karena kamu melindungiku," jawab Nicholas yang menyentuh wajah gadis itu.
__ADS_1
"Kakak adalah orang baik, Jangan sampai terluka! Kakak juga adalah penyelamatku. Jadi, aku harus melindungi Kakak," jawab Molly dengan polos.
"Terima kasih! Tapi, Molly. Mulai hari ini biarkan aku yang melindungimu. Tinggal di sini dan lakukan apa yang kamu inginkan," ujar Nicholas
"Aku bisa menanam sayur, jualan sayur, Aku juga bisa panen padi dan sayur. Aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah," jawabnya dengan polos.
"Di sini adalah kota, Kamu tidak perlu melakukan itu!" jawab Nicholas.
"Kakak, kalau aku tidak bekerja, Maka aku tidak ada uang. Jadi, bagaimana aku bisa bayar uang makan?"
"Kamu ingin membayarku?" tanya Nicholas.
"Iya, Aku tidak boleh tinggal dan makan gratis," jawab Molly.
"Molly tidak perlu melakukan apa pun, cukup dengar kataku saja! Apa kamu sudah lapar? Apa yang ingin kamu makan?"
"Em...sayur rebus saja," jawab Molly.
"Sayur rebus?" tanya Rico dengan heran.
"Iya, Lebih murah dan praktis," jawab Molly dengan senyum.
"Molly, di sini kamu tidak perlu makan makanan seperti itu lagi. di sini adalah rumahmu juga. Makan saja apa yang kamu suka," kata Nicholas.
"Iya, Tapi, apakah Kakak tidak marah kalau aku makan dan tidur saja? Tidak bekerja atau membantu apa pun?"
"Begini saja! Bagaimana kalau kamu membantu menjaga rumah ini?" tanya Nicholas.
"Menjaga rumah ini? Kenapa harus dijaga? Bukankah Kakak tinggal di sini?"
"Terkadang aku ke luar negeri, dan rumah ini tidak ada yang tinggal," jawab Nicholas dengan alasan.
"Asalkan bisa membantu Kakak, aku mau," jawab Molly.
"Baiklah, kalau begitu kita sudah berjanji, Molly akan selalu tinggal di sini dan membantuku menjaga rumah ini," ucap Nicholas.
"Em," jawab Molly dengan senyum.
Beberapa saat kemudian Dokter datang memeriksa kondisi Molly.
"Sangat beruntung kepalamu tidak bocor, Kamu cukup tangguh, Adik kecil," kata Maxwel.
"Dokter, kapan aku akan sembuh?"tanya Molly.
"Lukamu tidak begitu parah, dan akan segera sembuh. Tapi, karena kamu kehilangan banyak darah. tubuhmu masih lemah dan masih terasa pusing," jawab Maxwel.
"Berikan obat untuk menghilangkan pusing!" pinta Nicholas.
"Baiklah," jawab Maxwel.
"Gadis kecil, Kamu cukup beruntung karena menyelamatkan temanku ini, Dia pasti akan menyembuhkanmu," kata Maxwel.
"Selesaikan tugasmu dan pergi!" ujar Nicholas.
__ADS_1
"Iya, aku tahu, Kamu tidak melihat aku sedang menulis resep vitamin yang bagus untuk tubuhnya. dia terlalu kurus dan tidak bergizi. dia butuh gizi," jawab Maxwel.
"Catat saja semua yang butuh!" pinta Nicholas.