
Yunnie hanya bisa berjalan dengan tertatih-tatih sambil menahan sakit. Selama dua malam dia menjadi pemuas pria itu. Kini wanita itu hanya bisa menangis dengan kejadian yang menimpanya. Rambutnya yang panjang kini berantakan tidak terurus. Make up di wajahnya juga berserakan dan terlihat lebih pucat.
"Aku menyesal karena datang ke sini, Seharusnya yang menjadi pelayan itu adalah gadis miskin itu. kenapa harus aku yang mengalaminya," tangisan Yunnie yang terpukul dan merasa jijik setiap mengingat kembali sentuhan pria itu.
Keesokan harinya.
Molly masih melanjutkan kerjanya sebagai pembersih mobil. Gadis itu bekerja dengan cepat dan dalam waktu tiga jam dirinya telah membersihkan sebanyak delapan mobil. Akan tetapi tidak semua pemilik yang sudi membayar uangnya. Bagi mereka Molly hanyalah seorang pekerja rendahan yang tak pantas menerima bayaran mereka.
Sebagian membayar dengan cara melempar ke jalan dan membiarkan gadis itu yang mengutipnya.
"Dasar pengemis," ejek pemilik itu.
Molly hanya bisa diam seribu bahasa setiap menerima hinaan dari mereka, demi uang yang tidak seberapa ia berusaha untuk bersabar.
Tidak lama kemudian sebuah mobil langganan kasino berhenti di depan sana. Pemilik mobil tersebut yang tak lain adalah James. Ayah kandung Molly yang dulu tidak mengiginkan putrinya itu.
"Hei, Gadis miskin, Bersihkan mobilku! Kalau aku menang aku akan membayarmu lebih. Doakan saja aku menang banyak dan kau juga akan dapat bonusnya," kata James dengan hina.
"Iya, Tuan," jawab Molly yang hanya bisa patuh. Gadis itu membersihkan mobil mewah itu dengan hati-hati. Ia tahu, mobil yang dia sentuh adalah sebuah mobil yang tidak murah harganya.
James yang adalah seorang pebinis sebagai penganti mertuanya, setiap pulang kerja dia bersenang-senang di kasino bersama wanita panggilannya. Malam itu ia datang dengan Loly yang telah dibayar untuk melayaninya selama sembilan bulan.
"Ha ha ha...malam ini aku sangat beruntung karena untung banyak," kata James yang bangga dan sedang makan kue yang diberikan oleh pihak kasino yang biasa menyediakan makanan ringan untuk pelanggan besar mereka.
"Tuan, selamat, Malam ini uang yang kamu dapatkan sangat banyak," ucap Loly yang mengandeng tangan pria itu.
"He he he...ini adalah keberuntunganku," jawab James.
"Apa yang akan Tuan berikan kepada anak miskin itu?"
"Berikan dia sisa makananku saja, Bisa makan dari pemberikanku adalah keberuntungan dia," jawab James.
Tiga jam kemudian.
James dan Loly melangkah keluar menuju ke mobilnya
"Tuan, mobil Anda sudah dibersihkan," kata Molly dengan sopan.
__ADS_1
"Ini bayaran untukmu!" kata James dengam sombong melempar uang ke atas tanah dan membiarkan gadis itu mengutipnya. Lembaran yang dibayar hanyalah satu dollar.
"Dan ini adalah makanan untukmu!" ujar James sambil membuang kota makanan itu ke depan Molly sehingga kue sisa makannya jatuh ke atas tanah.
Molly melihat sepotong kue yang terdapat bekas gigitan pria itu. Ia tanpa ragu mengutip kue tersebut untuk ganjalan perut malam ini.
"Anak miskin sepertimu, Hanya bisa makan makanan sisa kami, dan ini adalah keberuntunganmu," kata James.
Molly berusaha berdiri dan tetap mengucapkan terima kasih. Walau sebenarnya ia sakit hati karena lagi-lagi harus menerima penghinaan.
"Kenapa orang kota, Kalau membayar atau berikan makanan suka dengan cara membuang," batin Molly.
Malam itu setelah meninggalkan kasino, Molly mencari tempat untuk istirahat. Ia hanya bisa tidur di sana sini karena tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar tempat tinggal.
Di saat yang sama beberapa orang pria yang sedang mengawasinya dari jarak jauh.
"Hei, gadis itu sudah banyak dapat uang dua malam ini, Kita rampok saja dia," ajak salah preman itu.
"Apa mungkin dia banyak uang? Lihat saja pakaiannya yang lusuh, penampilannya benar-benar kotor."
"Mari kita pergi!" ajak ketua preman itu.
Molly yang menyeretkan kakinya ia menuju ke sebuah depan toko. Ia kemudian duduk di sana sambil menyantap sisa kue pemberian James tadi.
Tidak lama kemudian pemilik toko keluar dan mengusirnya dengan mengunakan sapu. Pria tanpa ragu melayangkan sapunya mengenai punggung gadis itu yang sedang makan.
Bruk...
"Aargh!" jeritan Molly yang dikejutkan pukulan tiba-tiba yang dilakukan oleh pria itu. Kuenya langsung terjatuh ke atas tanah.
"Pergi dari sini, dasar pengemis," bentak pria itu melayangkan pukulan berulang kali.
"Aargh!" jeritan Molly yang terkapar kesakitan. Ia ingin bangkit akan tetapi pria itu tidak berhenti memukulnya.
"Iya, Paman, aku akan pergi. Tolong jangan pukul aku lagi!" teriak Molly sambil melindungi kepalanya
"Dasar pengemis kotor pembawa sial saja, Jangan merusak bisnisku di sini!" ketus pria itu sambil memukul punggung Molly.
__ADS_1
Molly berusaha merangkak akibat kakinya yang sakit dan pukulan terus menerus dari pria itu membuatnya sulit untuk berdiri. Tangannya masih mengenggam kue yang sudah kotor dan merangkak pergi dengan perlahan.
"Tidak tahu datang dari mana pengemis busuk ini," ketus pria itu.
Molly yang bisa sabar dengan hinaan yang sama dia terima setiap hari. Kemudian ia berubah posisi duduk sambil menyentuh kakinya yang membengkak. Ia kemudian melihat kue itu yang terkena pasir. Ia membersihkan pasirnya dan kemudin ingin melahapnya.
Seorang pria langsung merebut kuenya dan menginjak sehingga hancur.
"Aarrhh...makananku...," teriak Molly yang melihat makananya itu hancur dan tidak bisa dimakan lagi.
"Gadis kecil, serahkan semua uangmu!" pinta pria itu dengan menjongkok.
"Aku tidak ada uang," jawab Molly yang ketakutan melihat preman itu. Salah satu dari mereka memiliki karung lumayan besar.
"Tidak ada uang? Dua hari ini kamu membersihkan banyak mobil. Mana mungkin tidak ada uang," ketus preman itu menjambak rambut Molly
"Kakak, uang yang mereka berikan hanya satu dollar," kata Molly yang ketakutan. Ia ingin lari akan tetapi tidak berdaya. Empat preman itu begitu menakutkan baginya.
"Tahan dia!" perintah preman itu pada temannya.
Mereka menahan kedua tangan Molly sehingga gadis itu tidak bisa bergerak sama sekali.
"Kakak, tolong jangan sakiti aku! Aku tidak ada uang sama sekali. Aku ingin pulang ke desa!" tangisan Molly yang ketakutan.
"Gadis kecil, Walau badanmu kotor, tubuhmu cukup langsing dan bagus. Mungkin saja kamu akan menyenangkan kami malam ini," kata preman itu yang meremas buah dada gadis itu.
"Aarrgh!" teriak Molly yang menarik perhatian pemilik toko tadi yang keluar melihat kejadian itu.
"Paman, tolong aku!" teriak Molly pada pria itu yang memukulnya tadi.
"Kalau kau berani ikut campur, Tokomu akan kubakar," kecam preman itu.
"Tidak! Kami tidak ikut campur. Bawa saja dia pergi. Dia hanya pengemis yang kotor. Lakukan saja apa yang kalian suka. Dia bukan orang yang berharga," jawab pria itu yang kemudian masuk ke tokonya.
Molly yang mendengar ucapan pria itu, perasaannya sangat hancur. Dirinya sama sekali tidak layak ditolong walau ditindas.
"Kakak, tolong lepaskan aku! Aku mohon padamu!" pinta Molly.
__ADS_1