
"Bagaimana dengan putri kecilku, Tidak tahu harus ke mana aku mencarimu," gumam Meliza dengan sedih.
"Demi cinta yang buta, Aku melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku. Aku telah membohongi kedua orang tuaku. Mereka selama ini tidak tahu aku telah mengorbankan bayi yang tidak bersalah. harus dengan cara apa aku bisa mengambil posisi papaku kembali? Papa dan mama tidak sehat. Mereka tidak boleh mengetahui hal ini. Jika tidak, akan mempengaruhi kesehatan mereka," gumam Meliza.
Di sisi lain Molly sedang berdiri di luar warung yang menjual roti dan kue-kue lainnya.
Berbagai jenis makanan ringan itu tercantum harga yang berbeda. dari yang paling murah dua dollar, tiga dollar hingga lima dollar.
"Harganya lumayan mahal, Hari ini aku hanya bisa menghasilkan sebanyak delapan dollar, uang ini tidak seberapa. Masih tidak cukup untuk ongkos pulang. Lebih baik aku cari air putih saja," ucap Molly.
Gadis itu memberanikan diri mendatangi warung itu.
"Bibi," sapa Molly.
"Hei, kenapa kau datang ke sini? Pergi sana! Aku harus berjualan. Kalau kau di sini siapa yang berani masuk," bentak wanita itu.
"Maaf, Bibi. Aku hanya ingin meminta air putih. Aku haus dan lapar!" pinta Molly yang menyentuh perutnya.
"Air putih harus dibeli dengan uang," jawab wanita itu dengan ketus.
"Berapa segelas air minumnya?"
"Dua dollar," jawab Wanita itu dengan nada ketus.
"Hanya air putih saja begitu mahal," kata Molly.
"Kalau tidak sanggup beli, Maka, jangan di sini lagi. Penampilanmu kotor sekali. Pergi sana!" bentak Wanita itu yang mendorong Molly hingga terkapar.
"Kakiku," jerit Molly yang kesakitan. Kakinya yang bengkak membuatnya semakin kesakitan hingga sulit untuk berjalan. Kemudian Molly berusaha bangkit dan berdiri menahan sakit.
"Tidak tahu pengemis dari mana, Berantakan sekali," ketus wanita itu.
"Orang-orang yang tinggal di kota sangat keterlaluan. Bahkan, hanya air putih saja tidak mau berikan padaku," gumam Molly.
__ADS_1
Molly kemudian menghentikan langkahnya karena melihat air mancur yang ada di taman hiburan yang diramaikan para pasangan yang sedang bermesraan.
"Di sana ada air, Tapi, kenapa banyak sekali orang di sana? Apakah airnya boleh diminum? Lebih baik aku minum air itu saja.lagi pula makanan yang aku pungut dari sampah juga aku makan," batin Molly.
Gadis itu berjalan dengan pincang menghampiri air mancur itu. Kedatangannya menarik perhatian para pasangan yang duduk di taman itu. Molly kemudian langsung mengunakan dua tangannya mengambil air itu dan diminum. Ia melakukannya berulang kali.
Aksinya ditertawai oleh mereka yang melihat gadis itu. Molly yang sudah kelaparan hanya bisa minum air itu untuk mengisi perutnya. Ia tidak peduli dengan tawaan mereka sama sekali
Setelah beberapa menit kemudian ia meninggalkan taman tersebut. Gadis itu mencari tempat yang aman untuk istirahat. Kemudian ia menuju ke sebuah pohon yang ada di depan toko yang sudah tutup.
Gadis itu duduk menyandarkan diri, ia telah kewalahan bekerja seharian tanpa makan sesuatu. Demi mencari uang, ia memaksakan dirinya harus berjalan sambil menahan sakit.
"Hidup di kota tidak mudah, aku hanya bisa di desa, Setidaknya di sana aku bisa menanam sayur. Ada tetangga yang saling menjaga. Kalau di sini aku hanya bisa melarat. Ke mana pun aku pergi. mereka hanya menganggapku sebagai sampah dan pengemis," batin Molly.
Molly memegang kalung yang dia pakai selama ini.
"Kakak, Apakah kamu juga merendahkan aku sehingga kekasihmu membawaku ke tempat itu untuk bekerja? Kalau aku begitu rendah di mata kalian aku akan pergi dan kembali ke asalku," ucap Molly yang mengeluarkan air mata.
Sesaat kemudian Molly melihat tong sampah yang ada di depan matanya. Ia menyeka air mata dan merangkak ke arah tong sampah itu untuk mencari makanan.
"Ada sisa sayur, masih bisa dimakan," ucapnya senyum puas. Ia menyantap sayur itu dengan begitu lahap. Walau hanyalah sayur telah membuatnya puas dan makan dengan begitu cepat karena sudah menahan lapar selama dua hari.
Sementara Nicholas masih sedang mencari gadis itu sehingga ke wilayah lain. Anggotanya berpencar dan masuk ke setiap gang kecil.
Nicholas memeriksa rekaman di toko berdekatan untuk memastikan apakah gadis itu pernah muncul di sana.
"Molly, kamu ada di mana? Tubuhmu masih lemah. Kamu tidak akan bisa bertahan kalau tidak makan. Jangan-jangan kamu makan makanan yang ada di sampah lagi," batin Nicholas.
Sesaat kemudian Nicholas keluar dari toko itu dengan raut wajahnya yang kecewa.
"Bos, kami sudah periksa rekaman cctv ujung sana, tidak terlihat Molly muncul di sekitaran sini," kata Rico.
"Apakah dia sudah pulang ke desa?" tanya Frank.
__ADS_1
"Yunnie menghilang sejak kejadian itu. Bahkan kakaknya sendiri juga tidak tahu dia ke mana. Pasti ada hubungan dengan dia. Saat itu dia yang membawanya keluar," ujar Nicholas.
"Dua hari nona Yunnie menghilang, ke mana dia pergi? Apakah sekarang mereka sedang bersama," ujar Rico.
Night Club
"Hentikan!" tangisan Yunnie yang disetubuhi oleh Jhon.
Pria itu menahan pinggang wanita itu sambil mengoyangkan pinggulnya, senjatanya bergerak keluar masuk dan menguasai kewani.taan milik Yunnie yang sedang menangis histeris.
Yunnie memalingkan wajahnya tidak ingin melihat pria itu yang sedang berada di atasnya, Wanita itu hanya bisa berbaring pasrah dan membiarkan pria itu menguasai dirinya.
Tidak lama kemudian gerakan Jhon semakin lama semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan.
Sejak malam itu, Yunnie telah diikat di ranjang sehingga ia tidak mampu melarikan diri. Dalam dua hari ini ia dipaksa melayani pria berbadan besar itu yang suka dengan tubuhnya. Pria itu melakukannya siang dan malam.
Yunnie yang sudah hancur hanya bisa menangis dan berteriak.
"Brengsek!" ketus Yunnie dengan kesal.
"Untuk apa kau marah lagi, Tubuhmu sudah menjadi mainanku," kata Jhon.
"Aku akan melaporkanmu ke polisi," teriak Yunnie.
"Lapor saja kalau kau tidak takut malu," jawab Jhon yang mengeluarkan senjatanya.
"Kakakmu adalah seorang dokter, kalau publik mengetahui bahwa adiknya melayani seorang pria di sebuah Club Malam. apa yang akan terjadi pada karier kakakmu," kecam Jhon sambil mengenakan celananya.
"Kenapa harus aku? aku tidak pernah menyinggungmu," teriak Yunnie.
"Tubuhmu yang indah membuatku tertarik, Jangan salahkan aku. kau sering saja datang dengan mengenakan Dress ketat sehingga terlihat jelas tubuhmu yang seksi," jawab Jhon.
"Lepaskan aku!" tangisan Yunnie.
__ADS_1
"Aku sudah puas denganmu, Kau boleh pergi. Tapi, ingat. kalau sampai ada polisi yang datang. Maka, aku tidak akan ragu membuat karier kakakmu hancur," kecam Jhon.