
"Aarrgh!" Natalie histeris saat melihat putranya yang tewas dalam lilitan ular raksasa itu.
Saat ia melilit anak itu, rantai yang mengikat leher Jacob masih terikat di pohon.
Tidak lama kemudian secara perlahan ular itu melonggarkan lilitannya dan mulai membuka mulutnya menelan putra Natalie itu.
"Jangan....Jacob...," tangisan Natalie yang terpukul dan lemas. Ia hanya bisa melihat dengan mata sendiri putra kesayangannya masuk ke dalam mulut ular itu secara perlahan.
Dan di satu sisi datanglah seekor harimau yang berdiri di sana memandang Natalie dan Lucas.
"Ha-harimau," ucap Lucas yang ketakutan saat melihat binatang buas itu yang menghampiri.
"Aarrgh!" teriakan Natalie yang ketakutan melihat Harimau itu semakin menghampirinya.
Saat binatang buas itu mendekat, Natalie semakin ketakutan dan memejamkan matanya. lalu harimau itu mulai menyerang dan mengigit tangan wanita itu.
"Aarrrgh! Tolong aku! Tolong!" teriak Natalie yang kesakitan. Lucas ketakutan melihat binatang buas itu mulai mengigit daging istrinya.
"Aaarrrghh....," teriakan Natalie yang tubuhnya digigit oleh harimau itu yang menyantap dirinya.
Harimau yang kelaparan mengigit lengan Natalie hingga putus dan makan begitu lahap.
Natalie yang masih hidup, berteriak kesakitan, Bagaimana tidak, daging ditubuhnya dimakan oleh binatang itu dan kemudian tangannya menjadi santapan.
"Aarrgh...," teriak Natalie yang menangis kesakitan.
Di siang itu Natalie menerima siksaan yang cukup sadis, ia menjadi santapan harimau kelaparan itu. Setelah menghabiskan tangannya. harimau itu mulai mengigit daging perut wanita itu dan mengunyahnya. Kemudian ia menarik usus korbannya dan makan dengan lahap. Wanita itu akhirnya tewas dengan mengenasnya.
Lucas yang melihat wanita itu menjadi santapan Harimau ia menjadi pucat karena ketakutan. Tubuhnya gemetar dan berkeringat dingin membasahi tubuhnya.
Setelah selesai makan, Harimau itu menghampiri Lucas yang sedang ketakutan.
"Jangan...jangan...jangan ke sini!" tangisan Lucas.
Harimau itu langsung mengigit kaki pria itu hingga putus.
"Aarrgh....!" suara teriakan Lucas mengema hutan itu.
Mansion Anderson.
Yunnie mendatangi rumah Nicholas setelah memastikan pria itu sudah keluar.
"Aku harus menemui gadis itu," gumam Yunnie yang melangkah ke lantai atas.
Molly yang sudah sadar, Ia mulai turun dari kasurnya. Ia melangkah dengan perlahan keluar dari kamar itu.
Kepalanya masih dililit perban akibat luka yang dia alami sebelumnya. Gadis itu melihat sekeliling rumah yang terdapat hiasan mewah serta barang-barang antik yang bernilai tinggi.
"Rumah ini sangat besar dan luas, Apa pekerjaan kakak? Kenapa dia bisa begitu kaya?" gumam Molly.
"Ehem!" suara Yunnie yang berdiri di sana.
Molly menghentikan langkahnya saat melihat gadis itu.
"Kakak," sapa Molly dengan sopan.
"Rambutmu berantakan sekali, wajahmu juga kusam, kulitmu kering dan kasar. Kakimu juga terdapat banyak bekas-bekas luka. Kamu tidak cantik dan kotor. Kenapa kamu bisa tinggal di sini?" tanya Yunnie dengan menghina.
"Kakak, Aku dibawa ke sini oleh kakak Nicholas."
"Apa hubunganmu dengan dia?"
__ADS_1
"Tidak ada, Kakak Nicholas seperti kakakku," jawab Molly.
"Kakakmu? dari mana asalmu?"
"Dari desa."
"Pantas saja tidak tahu malu," ketus Yunnie.
"Aku tidak mengerti apa yang Kakak katakan."
"Tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti? Sebagai orang desa memang tidak ada rasa malu. Nicholas adalah tunanganku. Tapi, kamu tinggal di sini dan merusakan hubungan kami," ujar Yunnie.
"Aku tidak tahu hubungan kalian," jawab Molly.
"Tentu saja kamu tidak tahu, Karena kamu juga baru sadar, Nicholas juga belum memberi tahu kamu," kata Yunnie.
"Kakak, Maaf, kalau membuatmu marah."
"Apakah kamu tahu apa yang dikatakan Nicholas padaku? Dia berharap kamu bisa cepat pergi jauh dari kehidupannya. Dia merasa risih karena harus berpura-pura di depanmu demi menjaga perasaanmu dan berhutang budi. Oleh karena itu dia akan mencarikan rumah lain untuk tempat tinggal kamu," ujar Yunnie.
Molly langsung terdiam dan tentu saja dia terluka karena ucapan gadis itu.
"Apakah kakak Nicholas tidak suka aku tinggal di sini? Tapi, dia mengatakan aku bebas tinggal di sini sampai kapan pun," ujar Molly.
"Nicholas selalu saja menjaga perasaan orang, karena tidak ingin orang itu tersinggung. Makanya dia hanya terpaksa akting di depanmu," lanjut Yunnie
"Apakah semua ucapanmu, kakak Nicholas yang mengatakannya?"
"Iya, dia pesan padaku untuk memberimu uang ini," kata Yunnie yang memberikan lembaran uang Dollar kepada Molly.
"Uang ini untuk apa?" tanya Molly.
Perasaan Molly hancur saat melihat uang dollar itu, Walau bukan jumlah yang sedikit. Akan tetapi, orang yang paling dia percaya pada akhirnya juga mengusirnya.
"Aku akan menunggu kakak Nicholas, setelah aku ucapkan terima kasih aku akan pergi," kata Molly yang mengembalikan uang itu kepada Yunnie.
"Tidak perlu menunggunya! Karena Nicholas sama sekali tidak ingin melihatmu lagi. Jadi, lebih baik kamu pergi saja!" kata Yunnie.
"Pakaian ini pasti dari Nicholas, ganti pakaianmu sendiri!" ujar Yunnie yang menarik gadis itu ke kamar.
"Ganti dulu setelah itu baru pergi!" kata Yunnie dengan nada tegas.
Molly yang polos hanya bisa pasrah dan menganti pakaiannya.
"Ternyata kakak juga sama, tidak suka aku tinggal di sini, Apa bedanya dengan papa dan bibi," batin Molly.
Setelah berganti pakaian, Molly beranjak dari kamar itu. Ia kembali mengenakan pakaiannya sendiri. Sementara Yunnie sedang menunggunya di luar pintu.
"Anak desa memanglah anak desa," sindir Yunnie yang melihat kaos dan celana gadis itu yang sudah kusam dan lusuh.
"Jangan menunggu lagi, Cepat pergi dari sini?" kata Yunnie yang menarik lengan Molly keluar dari rumah itu
"Kakak, Tapi, aku tidak ada tempat," kata Molly.
"Aku tahu ada tempat yang bagus untukmu," jawab Yunnie yang menuju ke mobilnya dan kemudian ia membuka pintu belakang.
Tidak lama kemudian Yunnie membawa Molly ke suatu tempat.
"Kakak, kita akan ke mana?" tanya Molly.
"Tempat yang cocok untukmu, bukankah kamu ingin bekerja?"
__ADS_1
"Iya, aku ingin mencari kerja," jawab Molly dengan berharap.
"Baiklah, Kalau begitu ada pekerjaan yang bisa membuatmu kaya," ujar Yunnie
"Kerja apa yang bisa membuat kita kaya?"
"Nanti kamu lihat pasti mengerti," jawab Yunnie.
"Ingin merebut Nicholas denganku, Akan kubuat kau menyesal dan tidak bisa bertemu lagi dengan Nicholas," batin Yunnie.
Dua jam kemudian.
"Kakak, kita sudah jalan jauh, Kita akan ke mana?" tanya Molly yang mulai cemas.
"Sudah hampir sampai, di depan sana."
Tidak lama kemudian Yunnie menghentikan mobilnya di depan sebuah Night Club.
Molly yang turun dari mobil sama sekali tidak tahu tempat hiburan malam yang di hadapannya.
"Kakak, ini tempat apa? lampunya sangat cantik," tanya Molly yang melihat lampu warna warni yang menghiasi Club itu.
"Dasar orang kampungan, semuanya tidak tahu," batin Yunnie.
Yunnie kemudian membawa Molly masuk ke dalam Club itu untuk bertemu dengan seseorang.
Molly melihat lampu-lampu yang berkedip-kedip serta banyak pengunjung yang sedang menari. pria dan wanita saling berpelukan dan berciuman.
"Kakak, ini tempat apa?" tanya Molly yang ditarik oleh Yunnie yang berjalan di depannya.
"Ini adalah tempat yang cocok untukmu, kamu hanya perlu bekerja sekali sudah bisa mendapatkan banyak uang. Kalau ingin sukses kamu harus ikut perintah atasanmu," jawab Yunnie.
"Nona, siapa yang kamu bawa?" tanya seorang wanita yang adalah seorang Mucikari.
"Dia adalah temanku, baru datang dari desa untuk cari pekerjaan. berilah dia lowongan," jawab Yunnie sambil mengedip matanya sebagai kode.
Molly yang merasa tidak tenang ingin pergi, Akan tetapi tangannya ditahan oleh Yunnie.
"Berapa usiamu?" tanya Wanita itu.
"Dua puluh," jawab Molly.
"Bagus, kami suka gadis muda, Jangan takut! kamu akan dibimbing hingga bisa," kata wanita itu.
"Bibi, apa pekerjaanku?" tanya Molly.
"Bawa dia ke kamar!" perintah wanita itu pada seorang pria.
"Kakak ini akan mengajarmu, kamu bisa belajar dulu. kalau tidak bisa kami akan memberimu waktu untuk belajar sampai bisa," jawabnya
"Aku tidak mau," jawab Molly yang ingin pergi dan kemudian tubuhnya diangkat oleh pria berotot itu.
"Lepaskan aku! Aku tidak mau bekerja," teriak Molly.
Pria itu membawanya ke salah satu kamar yang terdapat ranjang di sana. tempat itu adalah khusus untuk pria itu meniduri gadis baru yang akan bekerja di sana.
Setelah masuk ke dalam kamar, ia menurunkan Molly dan mengunci pintu itu.
"Buka celanamu!" perintah pria itu yang membuka sleting celananya.
"Tidak!"jawab Molly yang memundurkan langkahnya.
__ADS_1