Perjalanan Hidup Molly

Perjalanan Hidup Molly
Molly Mencari Kerja


__ADS_3

"Bukankah kamu ingin bekerja? Buka celanamu dan berbaring di sini!" perintah pria itu yang mengeluarkan senjatanya yang sudah menegang.


"Ti-tidak!" jawab Molly yang semakin ketakutan. Ia memundurkan langkahnya dan mendekati jendela.


"Usiamu masih muda, Pasti masih belum pernah, 'kan? Aku bisa mengajarmu. Buka semua celananya dan berbaring di ranjang Kemudian buka kedua kakimu dan biarkan aku yang bekerja selanjutnya. Untuk pertama kali aku sebagai seniormu harus membimbingmu sampai kau mahir," ujar Pria itu dengan senyum jahat.


"Aku tidak mau, Kalian semua adalah penjahat," bentak Molly yang memanjat jendela dan melompat ke bawah.


"Kurang ajar," ketus pria itu dengan kesal.


Molly yang melompat dari lantai dua tubuhnya terhempas ke jalan.


"Aarrgh!" Lompatan itu membuatnya berhasil lolos dari pria itu. Gadis itu berusaha bangkit dengan tubuhnya yang sakit serta kakinya yang terkilir.


Ia berusaha berlari sejauh mungkin dari Club itu sambil tertatih-tatih.


"Kenapa semua orang ingin menganiayai ku, Apa salahku sebenarnya. sehingga kalian begitu membenciku," ucap Molly sambil berlari menahan sakit.


Sementara Yunnie yang baru ketahui kejadian itu, ia cukup kesal karena rencananya yang gagal.


"Nona, kelihatannya gadis itu juga tidak bodoh, Sehingga memilih melompat dari jendela tanpa memikirkan nyawanya," kata wanita itu yang adalah Mucikari.


"Biarkan saja! Lagi pula dia tidak ada tempat tujuan untuk pergi," jawab Yunnie yang sedang meneguk minuman.


"Apakah biarkan dia lolos?" tanya wanita itu.


"Cari dia dan jual dengan harga yang tinggi, Kalau bisa jual keperawanannya. Jangan kalian pakai sendiri kemudian jual yang bukan perawan lagi!" jawab Yunnie.


"Baiklah, kami akan jual ke bos besar, Mereka semua butuh kesenangan. Setelah mendapatkan gadis itu kembali dan berhasil dijual. Aku akan membayarmu sebagian,"jawab wanita itu yang sedang merokok.


"Aku tidak butuh uangnya, Aku hanya berniat ingin membantunya untuk cepat kaya. Siapa sangka dia masih tidak tahu diri dan pergi begitu saja," jawab Yunnie yang menghabiskan beberapa gelas minuman.


"Kami bisa mengajarnya kalau dia masih tidak paham, Anak desa itu masih muda dan pasti laku kalau dijual. Aku yakin kamu akan cepat kaya kalau jual anak gadis muda," ucapnya.


Yunnie yang kemudian ingin bangkit, tiba-tiba ia tumbang dan kehilangan tenaganya.


"Ada apa denganku?" tanya Yunnie yang penglihatannya mulai buram.


Seorang pria yang adalah ingin mencabuli Molly tadi masuk ke dalam ruangan itu.


"Bukankah kamu suka dengan dia? Lakukan saja semaumu!" ucap wanita itu.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sinis saat melihat paha mulus dan seksi wanita itu.


"Jhon, mainlah dengan lembut, Jangan selalu kasar," kata wanita itu yang kemudian pergi.


Jhon mengendong Yunnie yang tidak sadarkan diri ke kamar tadi. Ia menidurkan wanita itu ke atas ranjang.


Pria itu melepaskan kaosnya sambil melihat paha mulus wanita itu yang mengenakan dress pendek di atas lutut. kemudian ia melepaskan celananya dan terlihat senjatanya yang sudah mengeras.


Pria hidung belang itu melepaskan satu-persatu pakaian yang membalut tubuh Yunnie yang terlihat seksi dan montok serta dua gundukan besar dan kenyal. Hasrat pria yang bertubuh besar itu semakin mengebu-ngebu dan melepaskan kain tipis yang menutupi mahkota wanita itu. kini wanita yang tidak sadarkan diri itu telah tanpa sehelai benang.


"Cantik sekali! aku sangat tidak sabar lagi ingin menikmatinya," ucap pria itu yang membuka lebar pangkalan paha Yunnie.


Jhon semakin tergila-gila saat melihat mahkota milik wanita itu dan ingin segera melahapnya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Yunnie yang baru sadarkan diri. Ia masih dalam keadaan lemah dan tidak berdaya.


"Sayang, malam ini aku akan memuaskanmu," kata Jhon yang langsung memasukan senjatanya ke dalam goa sempit wanita itu.


Yunnie yang kesakitan karena tusukan senjata yang keras, ia langsung mengerang kesakitan.


"Aargh....hentikan!" Yunnie berteriak dan mengeluarkan air matanya. Ia berusaha bergerak akan tetapi ia sama sekali tidak memiliki tenaga.


"Aahh!"


"Ini adalah pertama kali bagimu?" tanya Jhona yang melakukan gesekan dengan cepat.


"Sakit! Hentikan!" tangisan Yunnie sambil menahan sakit


Jhon melakukan gerakan semakin lama semakin cepat sehingga bagian kewani.taan Yunnie mengeluarkan darah yang banyak.


"Aarrghh...."


"Sakit!" jerit Yunnie yang mengigit bibirnya.


Pria itu mengabaikan jeritan Yunnie dan menikmati setiap gerakan yang sangat menjepit senjatanya itu.


"Milikmu sangat sempit dan sangat nikmat, aku ingin kau selalu memuaskan aku," ucap Jhon yang melakukan hentakan semakin cepat dan tidak lama kemudian ia mencapai puncak kenikmatan.


Sementara Yunnie yang kesakitan ia tidak sadarkan diri.


Malam itu Jhon berulang kali melakukan hubungan dengan wanita itu, ia mende.sah puas karena kenikmatan yang luar biasa dia rasakan. tubuh wanita itu ikut terguncang akibat hentakan demi hentakan dari pria itu.

__ADS_1


Sementara Molly yang sedang melarikan diri ia menuju ke sebuah gang kecil yang gelap. Kota yang luas dan terdapat banyak orang membuatnya ketakutan. Ia hanya bisa berjongkok di tempat yang gelap dan jarang dilalui orang lain.


"Aku harus ke mana? Tidak ada tempat, tidak ada uang, tidak ada pakaian dan tidak ada pekerjaan. Lebih baik aku mencoba mencari pekerjaan saja. Walau gaji rendah juga tidak apa-apa. Asalkan uangnya aku bisa untuk membeli roti," gumam Molly


"Tapi, kakiku sakit sekali. Berjalan saja susah, Mana mungkin ada yang menerima ku untuk bekerja," gumam Molly.


Molly kemudian memaksakan diri berjalan dengan tertatih-tatih. Sambil menahan sakit ia ingin mencari kerja. Para pejalan kaki yang melihat penampilan gadis itu yang kusam dan berantakan. Mereka mengejek dan tertawakan dirinya. Hal tersebut membuat Molly semakin sedih karena dirinya tidak disambut baik ke mana pun dia pergi.


Sesaat kemudian Molly masuk ke sebuah restoran untuk mencari kerja. Ia melihat betapa mewahnya dalam restoran itu serta didatangi oleh para pengunjung yang berpenampilan rapi dan mewah.


Ssorang wanita yang adalah pelayan di sana memandang Molly dengan tatapan hina.


"Cepat keluar! di sini bukan tempat untukmu datang mengemis," kata pelayan itu yang mendorong gadis itu sehingga terjatuh.


Bruk...


"Aarrgh...," jeritan Molly yang kesakitan pada kakinya.


"Kakak, aku datang untuk cari kerja, Kerja apa saja bisa. Asalkan aku bisa mendapatkan pekerjaan," ujar Molly yang berusaha bangkit.


"Kamu seperti pengemis saja, Lihatlah penampilanmu. Mana layak bekerja di restoran kami," ketus wanita itu.


"Bawa dia keluar!" perintah wanita itu pada dua pelayan pria restoran itu.


Mereka menarik lengan Molly dengan kasar dan mendorongnya hingga keluar dari Restoran itu. gadis itu terkapar akibat kakinya yang kesakitan sulit untuk berdiri.


"Pengemis tidak sadar diri, sudah kotor masih berani datang ke tempat ini," bentak wanita itu.


"Aku hanya mencari pekerjaan, bukan untuk meminta uang," ujar Molly yang berusaha untuk berdiri.


"Masih tidak pergi? aku akan membuatmu pergi agar tidak mengotori tempat kami," ketus wanita itu yang menyiram sebaskom air ke tubuh Molly.


Wajah hingga seluruh tubuhnya disiram hingga basah kunyup. perbuatan pelayan restoran itu menarik perhatian pejalan kaki yang lalu lalang di sana.


Bukannya simpati, Mereka malah mengejak Molly.


"Anak pengemis dari mana ini?"


"Sudah kotor masih saja berani dan tidak tahu malu datang ke restoran mewah."


"Hai, Pengemis, dengar. di sini adalah restoran untuk orang kaya. pengemis sepertimu tidak layak masuk ke di dalam sana," ketus pria itu menunjuk-nunjuk jarinya ke kepala gadis itu.

__ADS_1


__ADS_2