
Banyak hal yang kembali di baca oleh Hana dalam buku tebal bertuliskan "Tentangku dan semua mimpiku" di sampul depannya.
Seperti gadis melankolis lainnya yang suka mencurahkan isi hati kedalam buku harian, Hana menulis hal-hal mengesankan yang ia pernah dan ingin ia alami. Namun tak dapat di bohongi buku itu justru cenderung berisi ungkapan mimpi-mimpinya.
"semua mimpiku"contohnya membuat sebuah novel,berteriak di tebing tinggi,berpetualang,bernyanyi di puncak gunung dan banyak lagi. Hari demi hari ,daftar impiannya pun semakin bertambah.Hana tahu bahwa tak mudah membuat semua terwujud. Namun,tidak mudah bukan berarti mustahil.
"Kik"terdengar bunyi klakson mobil membuat Hana menghentikan semua aktifitasnya,Hana beranjak dari meja belajarnya lalu keluar memastikan siapa yang datang, ternyata Amara handoyo, ibu kandungnya.
"Apa kabar,Bu?"seru Hana sambil memeluk ibunya
"Baik,sayang"jawab amara dengan pelukan rindu
Malam itu.
Amara mengambil secangkir teh yang di sajikan oleh Hana
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, gimana kalau saat libur semester di bulan depan kita pergi ke Jerman gimana?" tanya ibunya membuka topik baru.
Hana mematung dan melotot, tak percaya dengan pertanyaan yang baru saja ibunya ucapkan, melihat ekspresi putrinya ,Amara tertawa geli
Hana masih mematung"Jerman!" serunya dalam hati " tentu saja Hana setuju,Bu" jawab Hana girang.
Keesokan harinya
Seorang gadis berparas bak putri dongeng memasuki ruang kelas,perhatiannya terpusat pada ponsel dalam genggamannya seperti biasa ia terlihat cantik,rambutnya lurus dan hitam, tergerai panjang hal melampaui bahu, gemulai tubuhnya bak model profesional tampak sempurna dengan seragam dan aksesoris yang dia kenakan.
Di bangku belakang yang tak jauh dari tempat duduk Hana, ada Arkana yang tak berhenti memandangi Felisha tak ada satupun kata yang dapat mengerti kan tatapan itu.
Arkana dan Felisha adalah teman masa kecil, semua Murid disekolah itu tahu, beberapa tahun lalu mereka bertemu di Kairo saat ayah Felisha menjabat sebagai duta besar, sedangkan ayah Arkana adalah Minister Counsellor fungsi ekonomi KBRI Kairo. Keduanya begitu akrab karena saling mengenal dan memiliki perjalanan hidup yang sama sebagai anak seorang diplomat.
Masih tak jauh dari pintu kelas, perlahan melangkah menuju tempat duduk, tiba-tiba raut wajah Felisha berubah kecewa. Ia tampak sedih .Arkana menyadari situasi itu dan kemudian segera menghampiri Felisha.
__ADS_1
Arkana bertanya "Ada apa feli?"sebuah pertanyaan singkat yang dapat menghangatkan hati Felisha , di sisi lain Hana yang memperhatikan merasa teriris hatinya.
"Aku gak papa, Ar" mereka tersenyum dan saling menatap,berpandangan seolah dunia milik berdua
"Arka" seru salah satu temanya " ayo kelapangan hari ini penyambutan guru baru kan" Arkana pun pergi dan meninggalkan Felisha.
Felisha berdiri di barisan paling belakang,tepat di depannya, berdiri seorang gadis dengan tinggi 150 Sentimeter ,berkulit putih dengan rambut di kuncir satu. Tanpa perlu melihat wajahnya, Felisha tahu itu adalah Hana.
Felisha menyuruh Hana maju ke barisan paling depan agar dapat melihat dengan jelas jalanya upacara, namun Hana menolak, dan percakapan merekapun berakhir singkat.
Mustahil bagi Felisha untuk berbicara panjang lebar dengan Hana Gabriella Handoyo yang seorang gadis pendiam. Kini Felisha hanya bisa diam dan sepenuhnya fokus terhadap jalannya upacara, begitu pun dengan Hana.
Setelah seperempat perjalanan upacara berlalu, tiba tiba saja,Felisha merasakan sakit dan pusing, tiap inci badannya di basahi keringat dan perutnya terasa dipelintir. Felisha sadar bahwa dari pagi tadi bahkan kemaren sore dia belum makan. Kini konsentrasinya tidak lagi terfokus pada jalanya upacara, Felisha hanya bisa berharap agar tidak terjadi apa-apa padanya, paling tidak sampai upacara berakhir.
Setelah setengah perjalanan upacara berlalu tepatnya saat pengibaran bendera, Felisha merasa tak kuat lagi, kepalanya terasa pusing dan berat, tubuhnya semakin lemas dan tak bertenaga.Tibaa-tiba Saha matanya tak mampu lagi melihat dan menangkap cahaya, yang ada hanya bayangan hitam yang berputar-putar di penglihatannya, mual dan ingin muntah tak bisa ia hindari,di telinganya hanya terdengar bunyi dengungan dan Felisha benar-benar tak sanggup lagi berdiri, ia pun terjatuh dan tak sadarkan diri,
__ADS_1
"Felisha!" teriak Hana yang tertimpa tubuh tingginya...