
Ya, ini adalah weekend. Waktunya family time. Setelah pulang dari rumah Dewi, Salma buru-buru menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena dia juga belum prepare barang-barang yang akan dibawa.
Sementara Ibu Zulfa berada di dapur menyiapkan bekal makanan dan camilan. Sedangkan Pak Dodi menyiapkan dan memanasi mobilnya yang akan digunakan untuk quality time bersama anak dan istrinya
Setelah selesai mandi, Salma tidak lupa dandan. Kemudian Salma menyiapkan barang-barang yang akan dibawa. Termasuk tikar, barang yang tidak boleh ketinggalan. Karena setiap quality time lebih enak duduk dibawah sambil buka bekal makanan dari rumah.
"Nak, sudah selesai nyiapin barang-barangnya?" tanya Ibu Zulfa dari dapur
"Sudah, Bu..." jawab Salma sambil main handphone
"Ini bantuin Ibu dulu.. Masukin makanan di tempatnya"
Salma langsung menuju ke dapur membantu ibunya menyiapkan makanan
"Kalau sudah, langsung dibawa ke depan dimasukin mobil ya, Nak..." ucap Ibu Zulfa
"Siap, Ibu..."
Setelah selesai, Salma langsung membawa makanannya ke depan. Pak Dodi yang sedang menunggu memanasi mobil membuka bagasi untuk menaruh makanan
"Taruh sini aja, Nak" tutur ayah Salma sambil membuka bagasi
"Iya, Yah... Ibu masih di dapur nyiapin camilan, Yah"
"Iya nggak apa-apa.. Tapi coba kamu panggil. Soalnya nanti kalau berangkatnya kesiangan, panas"
"Sebentar, aku panggil Ibu dulu"
Salma kembali ke dapur memanggil ibunya
"Ibu, Ayah sudah nungguin. Katanya nanti kalau kesiangan, panas"
"Iya, ini sudah hampir selesai kok" ucap Ibu Zulfa sambil masukin camilan kedalam totebag berwarna hitam
Selesai memasukkan semua camilan. Ibu dan Salma langsung menuju ke depan dan masuk mobil untuk segera berangkat
__ADS_1
Cuaca sudah hampir panas, tapi mereka sangat menikmati perjalanan. Dan mereka belum menentukan tempat untuk family time
"Kita mau dimana ini?" tanya Pak Dodi
"Di Hutan Pinus aja ya, Yah...."
"Kalau Ibu ngikut aja lah" sahut Bu Zulfa
Setibanya di Hutan Pinus, Pak Dodi langsung memarkirkan mobilnya.
Setelah itu, mereka turun dari mobil dan berjalan mencari tempat yang teduh dan juga dekat dengan parkiran
Karena weekend, tempatnya begitu ramai padat pengunjung. Akhirnya mereka menggelar tikar di tempat yang jauh dari parkiran. Karena tempat yang kosong dan teduh hanya disana
"Disini aja ya, Yah" ucap Salma sambil menggelar tikar
"Iya, Nak.."
Ibu Zulfa membuka bekal makanan yang sudah dimasaknya tadi
Mereka menyantap makanan dan menikmati makanan yang dimasak Ibu Zulfa
Sehabis makan. Dengan menikmati camilan, obrolan serius pun dimulai. Pak Dodi ingin tanya kepada Salma apakah Salma sudah punya cowo yang dia suka. Karena Pak Dodi dan Ibu Zulfa sudah mengidam-idamkan cucu dari Salma.
Pak Dodi memberanikan tanya berkaitan dengan ini karena Salma sudah menyelesaikan pendidikannya.
"Nak, Ayah mau tanya boleh?" tanya Pak Dodi
"Boleh, Yah... Silahkan"
"Kalau ayah boleh tau, kamu sudah ada cowo belum?"
Salma langsung kaget mendengar pertanyaan ayahnya
"Belum.. Emang kenapa, Yah?"
__ADS_1
"Tidak apa-apa, Nak.. Ayah pengen tau aja"
Pak Dodi sebenarnya ingin menjodohkan anaknya. Karena tradisi perjodohan sudah turun temurun dari kakek neneknya Salma. Tapi Pak Dodi juga belum menemukan sosok yang pas untuk dijodohkan dengan anaknya. Pak Dodi pun mengurungkan niatnya untuk bicara dengan Salma. Sebenarnya, Salma pun juga sudah mengetahui kalau dalam keluarganya masih kental dengan adat perjodohan.
Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk Pak Dodi bicara dengan Salma mengenai hal ini, karena Salma baru saja selesai wisuda kemarin. Karena yang ditakutkan, nanti Salma malah tertekan setelah membahas ini.
Dilain sisi juga, Pak Dodi tidak mengetahui planing apa yang akan Salma lakukan saat ini. Entah dia mau kuliah lagi, kerja atau menikah
"Nak, kalau boleh tau lagi. Rencana kamu setelah ini mau ngapain?" tanya Pak Dodi
"Aku masih bingung, Yah.. Pengennya sih kalau ada jodohnya ya nikah. Karena Salma kaya nya sudah butuh seseorang untuk support apapun kegiatan Salma, butuh partner curhat juga. Tapi disisi lain, Salma juga pengen kerja dulu, pengen membahagiakan Ayah sama Ibu. Karena Salma belum bisa ngasih apa-apa untuk Ayah dan Ibu" jawab Salma dengan gelisah
"Ohh iya, Nak... Ayah dan Ibu ngerti kamu kok, jangan dibikin pusing. Nanti kalau jodohnya langsung datang ya nikah. Kalau belum datang ya kerja dulu aja ga apa-apa. Ayah dan Ibu tidak menuntut kamu kok harus jadi seperti apa. Yang penting kamu jadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain aja Ayah dan Ibu sudah bangga, Nak" ucap Ayah Salma
"Makasih ya Yah, Bu... Sudah berusaha mengerti apa yang Salma rasakan"
"Iya, Nak.. Apa yang kamu lakukan Ayah dan Ibu pasti support kamu kok, doa kami selalu ada untukmu" sahut Ibu Zulfa
Pak Dodi langsung keingat teman Salma yang pernah nganter Salma kerumah.
"Eh, Nak... Itu teman kamu yang katanya suka kamu itu gimana sekarang?"
"Alfan ya?" tanya Salma memastikan
"Iyaa... Yang kemarin ketemu di wisuda kamu. Dia juga ngasih kamu hadiah itu"
"Ga tau, Yah.. Salma belum ketemu Alfan lagi setelah wisuda kemarin"
Pak Dodi bergumam dalam hatinya
"Sebenarnya mau ngomong ke Salma, kalau dia mau aku jodohkan. Tapi disisi lain, aku juga belum menemukan sosok laki-laki yang terbaik untuk Salma. Disisi lain juga ada Alfan, laki-laki yang juga suka dengan Salma dan aku pun mengenal baik Alfan. Karena jodoh pun juga tidak ada yang tau, entah nanti jodoh Salma datang darimana. Jadi bingung ini gimana. Ah sudahlah.. Ini belum waktunya ngomongin masalah ini. Biarin Salma menentukan dulu apa yang akan dia lakukan untuk saat ini"
Padahal, tidak hanya Alfan yang suka dengan Salma. Ada Rendra yang diam-diam menaruh rasa terhadap Salma. Tetapi Pak Dodi belum mengetahui itu.
Tidak terasa, cuaca sudah semakin panas. Mereka bertiga mengakhiri obrolan dan beres-beres tempat makan untuk dibawa pulang lagi.
__ADS_1
Setelah Salma menggulung tikar, mereka bertiga berjalan bersama menuju mobil dan bergegas untuk pulang.