
Pak Edwin. Itulah nama panggilan seorang Abdi Negara.
Pak Edwin adalah sosok Abdi Negara yang sudah mempunyai pangkat tinggi. Tapi beliau tidak pernah tinggi hati atas apa yang telah dicapainya. Malah, beliau adalah sosok yang humble di masyarakat
Pak Edwin dulunya adalah teman SMP Pak Dodi, ayah Salma. Mereka dulu bersahabat.
Tapi sejak lulus SMP, Pak Edwin sudah tidak ada kabar lagi karena beliau ikut orang tuanya di luar kota yang jauh dari tempat tinggalnya dulu.
Kemudian Pak Edwin melanjutkan di SMA Taruna. Karena beliau bercita-cita dari dulu ingin menjadi seorang Abdi Negara. Dan akhirnya sekarang pun terwujud. Bahkan, beliau sekarang sudah menjadi senior di pekerjaannya.
Pada suatu hari, SMP Trisatya (nama sekolah Pak Dodi dan Pak Edwin) mengadakan reoni alumni. Pak Edwin yang sudah lama tidak pernah mengikuti reoni alumni karena disibukkan dengan aktivitas nya. Tahun ini beliau menyempatkan hadir karena sudah rindu dengan teman, guru dan juga sekolahannya dulu.
Pak Edwin berangkat dari daerah tempat tinggalnya naik pesawat. Beliau tidak mengendarai mobil karena menghindari macet, dan juga jarak tempuh antara tempat tinggalnya sekarang dengan SMP Trisatya lumayan jauh.
Setelah tiba di bandara, Pak Edwin dijemput saudaranya dan langsung mengantarkannya menuju SMP Trisatya.
Beberapa menit kemudian, Pak Dodi datang dengan mengendarai mobil, ia turun dari mobil langsung menuju ke aula untuk mengikuti rangkaian acara reoni.
Pak Dodi duduk di kursi yang telah disediakan. Dan dia tidak menyadari kalau tepat disamping dia duduk sebenarnya adalah Pak Edwin. Saking lamanya mereka berdua tidak bertemu, jadi sudah saling tidak ingat.
Tanpa basa-basi, Pak Dodi langsung menyapa seseorang yang duduk tepat disampingnya.
"Selamat pagi, Pak" sapa Pak Dodi sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman
"Selamat pagi juga, Pak" sapa balik Pak Edwin
"Bapak dulu alumni angkatan berapa?" tanya Pak Dodi
"Saya dulu alumni angkatan 10, Pak"
Pak Dodi seketika kaget karena jawaban Pak Edwin. Dan penasaran dulunya ada di kelas apa
"Loh, Pak... Bapak dulunya kelas apa sewaktu kelas 9?" tanya Pak Dodi
"Saya dulu kelas 9C, Pak"
Mendengar jawaban Pak Edwin, Pak Dodi kaget lagi. Karena 9C adalah kelasnya juga dulu
"Pak... Saya dulu juga alumni angkatan 10 dan juga dulunya kelas 9C, berarti bapak dulu teman sekelas saya" ujar Pak Dodi
"Masa iya??? Bapak namanya siapa ya?" Pak Edwin tersontak kaget juga mendengar pernyataan Pak Dodi
"Iya, Pak. Nama saya Dodi. Masih ingat?"
Setelah mendengar jawaban Pak Dodi, Pak Edwin langsung memeluk Pak Dodi
"Pak Dodi, saya Edwin. Sahabat kamu dulu" ucap Pak Edwin memeluk sambil mengelus punggung Pak Dodi
__ADS_1
Pak Dodi pun kaget karena tanpa disadari, yang duduk disebelahnya dari tadi adalah sahabat karibnya dulu sewaktu SMP
"Ya Ampun... Pak Edwin apa kabar??? Bertahun-tahun kita tidak bertemu, sampai lupa satu sama lain karena saking lamanya kita berpisah. Pak Edwin sekarang dimana?"
"Alhamdulillah baik Pak Dodi... Saking lamanya tidak bertemu, saya juga tidak menyadari kalau yang saya ajak ngobrol dari tadi adalah sahabat karib saya. Saya sekarang tinggal di Jakarta, Pak" ujar Pak Edwin
"Pak Edwin sekarang kerja apa?" tanya Pak Dodi
"Saya kerja sebagai Abdi Negara, Pak. Setelah lulus dari SMP dulu, saya ikut orangtua ke luar kota dan sekolah di SMA Taruna dekat tempat tinggal saya yang sekarang"
Dan disitulah Pak Dodi dan Pak Edwin bertemu pertama kalinya setelah bertahun-tahun tidak bertemu sejak kelulusan mereka di SMP
"Pak Edwin sudah punya anak berapa?" tanya Pak Dodi
"Anak saya 2, Pak. Yang pertama saya cowok, dia seorang Dosen. Yang kedua cewek masih sekolah SMA"
"Anak bapak yang pertama itu sekarang dinasnya dimana kalau boleh tau?"
"Kebetulan dia dinasnya di daerah dekat-dekat sini aja, Pak"
"Ohh iya...iyaa... Pak, habis pulang dari acara ini main kerumah saya dulu ya. Bapak kan sudah lama tidak main kerumah saya"
"Iya, tidak merepotkan bapak kan?" tanya Pak Edwin
"Tentu saja tidak. Nanti pulangnya saya antar ke bandara langsung"
Setelah mereka ngobrol, mereka mengikuti rangkaian acara yang sudah diatur panitia.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Acara reoni alumni SMP Trisatya pun telah usai. Pak Dodi dan Pak Edwin langsung bergegas menuju mobil Pak Dodi untuk pulang kerumah Pak Dodi.
Selama perjalanan, mereka tidak berhenti ngobrol. Karena saking lamanya mereka berpisah. Jadi banyak cerita yang mereka ceritakan.
Sesampainya dirumah Pak Dodi, mereka berdua turun dari mobil.
"Silahkan masuk, Pak... Rumah saya begini adanya hehe" ucap Pak Dodi sambil mempersilahkan Pak Edwin masuk
"Terimakasih, Pak... Sama saja, rumah saya juga seperti ini kok Pak" tutur Pak Edwin
"Oh iya, Pak Edwin. Kita belum tukeran nomor telfon"
"Iya ya, Pak... Ini nomor saya aja bapak simpan" Pak Edwin kasih handphone nya ke Pak Dodi untuk menulis nomor
Salma keluar dari kamarnya, dan Ibu Zulfa keluar dari pintu dapur untuk menemui Pak Edwin.
"Perkenalkan ini anak saya, Pak"
"Ohh iya, cantik juga yaaaa. Namanya siapa, Nak?"
__ADS_1
"Nama saya Salma, Om..." jawab Salma sambil bersalaman dengan Pak Edwin
"Ini istri saya, Pak.. Namanya Zulfa" Pak Dodi memperkenalkan istrinya
"Iya Ibu Zulfaa... Saya Edwin, sahabatnya Pak Dodi dulu sewaktu SMP" ucap Pak Edwin sambil bersalaman dengan Bu Zulfa
Ibu Zulfa kemudian kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk tamunya, Pak Edwin. Sementara salma tetap berada di ruang tamu ngobrol dengan ayahnya dan sahabat ayahnya itu.
"Nak Salma sudah lulus kuliah ya?" tanya Pak Edwin
"Sudah, Om... Kemarin baru aja wisuda"
"Sudah punya pacar apa belum?"
"Hehehe belum, Om" jawab Salma tersipu malu
"Om punya anak cowok loh hehe,,, barangkali mau berteman. Siapa tau nanti jodoh" ucap Pak Edwin memperkenalkan anaknya
"Hehe iya, Om" Salma menundukkan kepalanya
"Rencana habis wisuda ini mau ngapain? Lanjut S2, kerja atau menikah?"
"Belum tau, Om.. Aku masih bingung"
Berjalan dari arah dapur, Ibu Zulfa membawa nampan yang diatasnya ada minuman dan makanan
"Silahkan diminum Pak minumannya, makanannya juga jangan lupa dimakan. Itu saya sendiri yang masak" ucap Bu Zulfa sambil menaruh gelas di meja depan Pak Edwin
"Terimakasih, Bu.. Pakai repot-repot segala"
"Hehe tidak, Pak. Justru kami yang senang karena ada tamu istimewa"
Pak Edwin menikmati hidangan yang telah disediakan Bu Zulfa sambil ngobrol santai dengan Pak Dodi dan Salma
Saking asyiknya mereka ngobrol, mereka sampai lupa waktu.
Karena jam terbang pesawat Pak Edwin sore, jadi Pak Edwin mengutus Pak Dodi untuk segera mengantarkannya menuju bandara.
Pak Dodi langsung bersiap-siap untuk mengantarkan Pak Edwin.
Dan Pak Edwin berpamitan pulang ke Ibu Zulfa dan Salma
"Bu Zulfa, Salma... Saya pamit pulang dulu yaa.. Jangan lupa kalau main ke Jakarta mampir kerumah saya"
"Iya, Pak... Jika ada waktu senggang, kami akan main ke Jakarta"
Kemudian Pak Dodi dan Pak Edwin menuju kedalam mobil dan mereka berangkat menuju bandara
__ADS_1