Perjodohan Dan Penghianatan

Perjodohan Dan Penghianatan
12. Pertemuan di Cafe


__ADS_3

Pagi hari, setelah Dewi bangun dari tidur ia langsung beranjak ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka.


Setelah keluar dari kamar mandi, Dewi kembali menuju kamarnya. Tiba-tiba handphone Dewi berdering. Ternyata Zayn yang menelfon


"Hallo... Selamat pagi, Dew" ucap Zayn


"Selamat pagi juga, Zayn"


"Lagi free ga sekarang, Dew?"


"Iya nih lagi belum ada kegiatan. Paling nanti juga bantu-bantu ibu aku di dapur"


"Hari ini kamu mau keluar sama aku ga?" tanya Zayn


"Kemana?"


"Terserah kamu aja, kemana aja cari tempat yang kamu suka. Entah di cafe, mall, taman dll"


"Emmm,,, sebentar aku tanya ibu aku dulu ya. Jangan dimatikan telfonnya"


Dewi keluar kamar dan langsung menuju ruang tamu. Karena ibunya lagi bersih-bersih ruang tamu


"Ibu, aku mau diajak keluar temenku boleh?"


"Siapa? Cewe apa cowo?"


"Cowo, Bu... Hehehe"


"Kalau berdua tidak boleh, Nak.. Ajak temenmu cewe gitu biar kamu ga sendiri"


"Ohh yaudah aku ngajak Salma aja ya, Bu"


"Iyaaa... Ngajak Salma aja gak apa-apa, malah bagus"


Dewi kembali ke kamarnya dan bicara ke Zayn


"Zayn.. Aku boleh keluar, tapi disuruh ngajak temen cewe ku. Gimana dong?"


"Yaudah kamu ajak temen kamu aja ngga apa-apa. Itu yang makan sama kamu di mall waktu kita bertemu"


"Yaudah deh aku siap-siap dulu. Eh, tapi ini kita ketemuan dimana?"


"Nanti aja kalau aku udah sampai, aku shareloc kamu"


"Oke siap"


(Dewi mematikan telfon)


Kemudian Dewi langsung menelfon Salma untuk diajaknya ketemuan dengan Zayn

__ADS_1


Kring...kring....kring...


(Handphone Salma berdering)


"Hallo Dew.. Ada apa?" tanya Salma


"Sekarang kamu sibuk nggak? Mau aku ajak keluar"


"Enggak, Dew.. Hari ini aku free dirumah terus. Emang mau kemana?"


"Kamu tau Zayn kan? Cowo yang ngajak kenalan aku pas di mall kemarin. Nah,, dia ngajak ketemu, Sal. Tapi sama ibu aku suruh ngajak kamu, biar aku gak sendirian. Kamu mau nggak nemenin aku?"


"Ohhh iya iyaaa.. Aku inget. Oke, aku mau nemenin kamu"


"Yaudah kamu siap-siap dulu, Sal. Nanti aku jemput"


"Okey siapp"


(Salma mematikan telfonnya)


Tidak lama kemudian, Dewi tiba dirumah Salma. Dewi pun memanggil Salma dan Salma pun keluar. Mereka langsung berangkat menuju lokasi yang sudah di shareloc Zayn.


Setibanya di lokasi, Dewi dan Zayn terlihat malu-malu dan sangat canggung. Karena ini adalah pertemuan kedua mereka setelah ketemu di mall kemarin


"Ciyee...ciye... Kenapa sih kok malu-malu Dew" ujar Salma meledek Dewi


"Yaudah ini kita mau kemana?" tanya Zayn


"Ke Golden Cafe aja ya" jawab Dewi


Mereka bertiga langsung tancap gas menuju Golden Cafe. Setibanya di Golden Cafe, mereka masuk dan pesan minuman yang sama. Dewi dan Zayn langsung mencari tempat duduk, sedangkan Salma masih di kasir bayar pesanan.



"Sal, kami disini yaa" teriak Dewi


Salma menganggukkan kepalanya


Setelah bayar pesanan, Salma menyusul Dewi dan Zayn yang sudah duduk duluan.


Karena Zayn dan Salma belum saling kenal, Dewi mengenalkan sahabatnya, Salma itu kepada Zayn.


"Zayn, kenalin.. Ini sahabat aku, Salma. Dia orangnya baik banget. Dia sudah aku anggap keluarga juga"


"Hehehe... Iya, aku Salma" ucap Salma memperkenalkan diri


"Aku Zayn.." sambil bersalaman dengan Salma


Tujuan Zayn ngajak Dewi bertemu adalah karena Zayn ingin kenal lebih dekat dengan Dewi.

__ADS_1


Karena dari segi umur, Zayn sudah waktunya untuk menikah. Dia sekarang ingin menjalin hubungan serius dengan seseorang. Tapi, memilih seseorang untuk diajak serius juga tidaklah mudah. Karena menikah adalah ibadah terpanjang.


Dan Zayn punya feeling kalau Dewi ini adalah sosok wanita yang baik. Makanya ia memberanikan diri untuk mengajak kenalan


Dari segi materi, Zayn pun sebenarnya sudah mencukupi. Karena dia juga sudah bekerja dan uang tabungannya sudah terkumpul cukup banyak.


Sambil menikmati minuman yang dipesan, Zayn mengungkapkan isi hatinya kepada Dewi


"Dew.. Aku mau ngomong sama kamu deh" ujar Zayn


"Mau ngomong apa? Ini Salma boleh tau kan?"


"Sebenarnya ini privasi sih, tapi gak apa-apa Salma tau. Karena Salma juga sahabat kamu"


"Terus mau ngomong apa?" tanya Dewi


"Kamu mau nggak aku ajak serius?"


Dewi dan Salma sontak kaget mendengar pertanyaan Zayn


"Zayn??? Kamu gak salah ngomong kan?"


"Enggak, Dew.. Aku serius ini. Jujur aja, di umurku yang sekarang aku sudah tidak pengen basa-basi dengan seseorang. Aku pengen punya seseorang yang bisa diajak komitmen" ujar Zayn


"Tapi kan kita masih baru kenal Zayn.. Lagian ini masih pertemuan kedua kita loh. Dan apa yang membuat kamu pengen serius dengan aku?"


"Iya tau, kita memang baru kenal. Tapi aku punya feeling kalau kamu itu wanita baik-baik. Makanya aku memberanikan diri untuk ngajak kamu serius. Jadi kamu gak mau nih?"


"Aku tidak menolak Zayn.. Tapi aku butuh waktu untuk berfikir. Karena aku tidak mau salah dalam menentukan pilihan. Jadi aku harus teliti dalam memilih pasangan"


"Ohh iya, tidak apa-apa Dew.. Aku tunggu keputusan kamu ya"


"Ya intinya aku tidak bisa memutuskan sekarang. Tapi, kita jalanin dulu aja pertemanan ini. Siapa tau nanti seterusnya nyambung dan nyaman kan, bukankah begitu?"


"Iya, Dew.. Aku tau apa yang kamu fikirkan. Tapi sebelumnya terimakasih ya sudah mau berteman dengan aku"


"Iya Zayn, sama-sama"


Mereka pun mengakhiri obrolannya dan Dewi di telfon ibunya disuruh pulang. Akhirnya Salma dan Dewi bergegas untuk pulang.


"Zayn.. Aku sama Salma pulang dulu ya" ujar Dewi berpamitan kepada Zayn


"Iya, Dew.. Aku juga habis ini langsung pulang. Kamu hati-hati dijalan ya, naik motornya gak boleh ngebut-ngebut. Kalau sampai rumah jangan lupa berkabar ya"


"Iya, siap Zayn.."


Kemudian Dewi dan Salma keluar cafe dan mereka pun pulang kerumah


Zayn pun menyusul keluar cafe mengambil motornya dan ia juga langsung pulang

__ADS_1


__ADS_2