
Matahari pagi terbit dengan begitu cerah.
Salma jalan-jalan pagi menuju ke rumah Dewi
Sesampainya dirumah Dewi, Salma memencet bel depan rumah Dewi
Kring...kring....
(Bel rumah Dewi berbunyi)
"Dewii..."
Dewi yang berada di kamarnya mendengar ada yang memanggil dirinya diluar rumah. Dewi berjalan menuju ruang tamu dan mengintip dari jendela siapa yang memencet bel rumahnya. Ternyata Salma, sahabatnya
"Ehh Salmaaa... Udah dari tadi kamu ya?"
"Baru aja sampai kok, Dew"
Kemudian Dewi mempersilahkan Salma masuk kedalam rumahnya
"Yuk Sal, masuk dulu"
Mereka berdua masuk rumah dan duduk di sofa rumah Dewi. Karena Salma orangnya pandai mencari topik pembicaraan, ada saja yang diobrolin mereka berdua.
Tapi ada satu hal yang ingin ditanyakan Dewi kepada Salma
"Sal, kemarin sewaktu perjalanan wisuda. Pas didalam mobilnya Alfan, katanya kamu mau cerita kenapa Alfan bisa jemput kamu" tanya Dewi
"Ohhh yang ituu... Iya, itu pas aku habis ganti kebaya kemarin Alfan tiba-tiba telfon aku. Katanya dia dapat nomor aku dari Zainal, teman kelas kita. Trus dia tanya, lagi dimana sekarang.. Ya aku jawab dong, lagi di salon RAIHANA MAKEUP gitu.. Tidak tau kenapa tiba-tiba dia nyusulin jemput aku. Gitu deh singkat ceritanya" jawab Salma
"Ohhh begituu jadi ceritanyaa"
Setelah perjuangan panjang mereka menyelesaikan pendidikan S1 nya. Dewi ingat prinsip dia dan Salma sewaktu semester akhir. Dewi menanyakan ke Salma bagaimana kelanjutannya setelah wisuda. Karena Dewi ingin tau apa yang akan Salma lakukan setelah wisuda ini. Entah menikah, lanjut S2 atau kerja.
"Sal, aku mau tanya sesuatu ke kamu deh"
"Apa Dew?"
__ADS_1
"Ingat ga pas semester akhir kita ngobrol berdua di kantin?"
"Yang mana Dew? kita kan ngobrol banyak disitu"
"Itu, kita kan ngobrolin tentang masalah percintaan. Sehabis wisuda ini apa rencana kamu? Sudah ada calon kah?"
Salma termenung diam, sebenarnya dia tipikal sosok yang sulit buka hati untuk orang baru. Disisi lain, Salma juga pengen merasakan jatuh cinta. Salma ini tipikal orang yang menyukai cowok-cowok bertalenta, berbakat, dan aktif bersosialisasi di masyarakat yang mungkin menurut dia, dia tidak bisa menjangkaunya.
"Aku masih bingung, Dew.. Jujur aku sulit buka hati untuk orang baru, tapi disisi lain aku juga butuh sosok yang bisa kasih support, teman cerita dan ada disaat suka maupun duka ku" jawab Salma
"Iya, Sal. Kamu sangat butuh itu, kita sama-sama butuh sosok yang bisa support apapun yang kita lakukan. Jadi, kamu harus buka hati, jangan menutup diri terus. Banyak loh yang suka sama kamu, siapa tau aja kamu cocok"
Salma kembali termenung dan bingung harus bagaimana. Karena disisi lain, Salma juga memikirkan keluarga nya. Salma pengen membanggakan kedua orangtuanya dulu. Dan sebenarnya keluarga Salma masih kental dengan yang namanya perjodohan. Karena ibu dan ayahnya dulu juga hasil dari perjodohan.
Salma pun bercerita kepada Dewi, apa yang membikin dirinya gundah. Salma bercerita yang sesungguhnya tentang keluarganya.
"Dew, jadi gini... Jujur, keluarga aku itu sebenarnya masih menerapkan perjodohan. Karena ayah dan ibuku dulu juga dijodohkan. Maka dari itu, aku bingung Dew. Tapi, ayah dan ibu aku juga tidak pernah membatasi aku untuk berteman dengan siapapun, termasuk teman laki-laki ku. Karena ayahku percaya, aku bisa jaga diri" Salma bercerita sambil gelisah
Dewi pun juga ikut gelisah, merasakan apa yang sedang dirasakan sahabatnya itu. Disisi lain, Dewi juga memikirkan 2 laki-laki yang suka dengan Salma. Ya, sosok Rendra yang juga cerdas dan mandiri. Dan Alfan, yang masih ada hubungan saudara dengan Dewi.
"Sal, aku mau tanya deh" ucap Dewi
"Mau tanya apa? silahkan"
"Udah, Dew. Alfan langsung ngomong sendiri ke aku waktu itu"
"Terus tanggapan kamu gimana?"
Karena Alfan dulu bicara ke Salma sewaktu masih semester akhir, jawaban Salma ke Alfan sama seperti prinsipnya dulu
"Aku bicara terus terang ke Alfan Dew, waktu itu. Karena pada saat itu, aku masih semester akhir. Jadi aku ngomong terus terang kalau aku masih belum pengen bahas masalah beginian. Masih pengen fokus menyelesaikan skripsi sampai wisuda"
"Trus setelah wisuda ini kamu mau gimana dengan Alfan?"
"Aku masih belum tau Dew. Lagian aku juga belum ketemu Alfan setelah wisuda kemarin. Jadi belum ada waktu untuk ngobrol"
Mendengar cerita Salma seperti ini, Salma yang masih bingung dengan keputusannya. Dewi mengurungkan niat untuk cerita ke Salma kalau sebenarnya Rendra juga menyukai Salma.
Waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 WIB. Salma yang dari pagi keluar rumah belum sarapan. Dewi mendengar perut Salma yang keroncongan
__ADS_1
"Kamu lapar ya, Sal?"
"Hehehe iya Dew.. Maaf ya perut aku keroncongan" jawab Salma tersenyum sambil memegang perutnya
"Ya ampun.. Kamu pasti dari rumah belum makan ini"
"Hehe iya, Dew"
"Yaudah yuk kita cari makan diluar aja, itu disamping rumah aku ada warung. Kita beli disana aja. Soalnya mamaku gak masak hari ini, dia pergi keluar kota dari pagi sama papa"
Dewi langsung beranjak dari sofa pergi menuju kamarnya untuk mengambil dompet. Kemudian kembali ke ruang tamu menarik tangan salma untuk beranjak dari sofa. Dan mereka bergegas pergi ke warung untuk membeli makanan
Karena jarak rumah Dewi dan warung itu sangat dekat, jadi jalan kaki 5 menit aja sudah sampai.
"Kamu mau makan apa Sal?" tanya Dewi
"Aku mau pecel aja, Dew"
"Oke.. aku pesen pecel 2 aja ya, biar samaan kaya kamu"
"Makanannya kita bawa pulang aja ya Sal?"
"Iya, Dew terserah kamu aja.. Aku ngikut kamu"
Salma menunggu Dewi yang sedang pesan makanan untuk dibawa pulang.
Selesai dibungkus, Dewi membayarnya dan mereka jalan kaki untuk pulang.
Setelah sampai rumah, mereka berdua membuka bungkusan yang sudah dipesan tadi dan memakannya.
Selesai makan, Salma berpamitan untuk pulang. Karena ini weekend, dia mau quality time bersama keluarganya
"Dew, makasih ya... Sudah beliin aku makanan" ucap Salma
"Iya Sal, sama-sama.. Makasih juga sudah main kerumah aku"
"Aku mau pulang dulu ya, Dew.. Soalnya habis ini aku mau keluar sama keluargaku"
"Kok kamu buru-buru sih, padahal kita masih asyik ngobrol. Yaudah deh, hati-hati ya Sal"
__ADS_1
Salma bersalaman dan cipika-cipiki dengan Dewi. Dan Salma lanjut pulang dengan jalan kaki.
"Bye...bye... Dew" Salma melambaikan tangannya 👋👋👋