
Seorang Salma yang rajin, harus dipertemukan dengan dosen yang susah ditemui. Dan ya, termasuk dosen yang paling sulit se-kampus nya. Tapi semangat Salma untuk menyelesaikan skripsinya tidak pernah pudar.
"Selamat pagi, pak!" tutur Salma
"Selamat pagi juga Salma, sudah siap untuk bimbingan hari ini?" tanya Pak Dosen
"Siap pak" jawab Salma
"Yaudah kita mulai bimbingan hari ini, semoga kedepannya tidak ada revisi dan mengerjakan skripsi dengan lancar sampai wisuda nanti" ucap Pak Dosen
"Terimakasih pak, minta doanya semoga saya bisa lancar mengerjakan skripsi dengan lancar" ucap Salma
(bimbingan pun berlangsung 2 jam dan berakhir)
Ketika Salma keluar kelas, tiba-tiba ada seseorang menghampirinya. Ternyata sosok Alfan. Teman se-kampus, tapi beda prodi dengan Salma.
(mereka jalan sambil ngobrol)
"Sal, gimana tadi bimbingannya?" tanya Alfan
"Alhamdulillah lancar Al. Tapi ya begitulah, dosenku susah ditemui. Ini tadi aja aku rela berangkat pagi banget. Soalnya agak siangan dosenku ada rapat" tutur Salma
"Ohh.. syukurlah kalau begitu, habis ini kamu mau kemana, Sal?" Tanya Alfan
"Mau pulang lah, mau sarapan dulu. Dari tadi aku belum sarapan" (Salma sambil megang perutnya yang keroncongan)
"Yaudah makan bareng aku aja gimana? kamu pengen makan dimana?" Tanya Alfan
"Eh, btw kamu udah selesai kah bimbingannya hari ini? kok ngajak aku makan segala" tanya Salma
"udah dong, aku hari ini juga pagi bimbingannya. Makanya sekarang aku ngajak kamu makan"
Sosok Alfan ini sebenarnya juga menyukai Salma sejak awal ospek. Dia menyukai Salma karena Salma sosok pribadi yang baik. Wajar saja dia disukai banyak laki-laki.
Bedanya dengan Rendra, Rendra sosok yang pemalu. Dia tidak berani terlalu sering ngajak ngobrol Salma. Dan Rendra ini berasal dari keluarga sederhana
Alfan bersikap seperti teman biasa Salma. Biasa ngajak Salma ngobrol, biasa ngajak Salma makan sehabis pulang dari kampus.
Dan Alfan ini berasal dari keluarga yang berada. Dia ke kampus sering bawa mobil mahalnya
"Sal, kamu bawa motor nggak?" tanya Alfan
"Nggak Al, karena tadi cepat-cepat berangkat pagi banget, aku dianter ayahku" jawab Salma
"Yaudah naik mobil aku aja gimana?" tanya Alfan
"Nanti aku malah jadi ngerepotin kamu lagi Al" ucap Salma
(Alfan dengan senyum tipisnya)
"Tentu tidak Sal, kamu adalah wanita istimewa kok"
"Haahh?? aku ga salah denger ini? istimewa dari mananya.. jangan gitu, nanti kamu dimarahin cewe kamu lagi hahaha" ucap Salma
"Mana adaaaa... Aku ga ada cewe, Sal. Aku itu jomblo hahaha" Alfan tertawa
"Yaudah deh ayo kita berangkat. Udah laper banget ini aku" ucap Salma
(Alfan membukakan pintu mobilnya untuk Salma)
"Siap tuan putri... mari kita berangkat"
Sambil jalan menuju rumah makan, terjadi percakapan di dalam mobil. Alfan secara tiba-tiba mengungkapkan isi hatinya ke Salma.
__ADS_1
"Sal, aku pengen ngomong sesuatu ke kamu deh,.!" ucap Alfan
"Kamu mau ngomong apa, Al? ngomong aja ga apa-apa" tanya Salma
"Sebenarnya..." ucap Alfan sambil menghela nafas
"Sebenarnya kenapa Al? jangan bikin aku penasaran deh" ucap Salma
"Yaudah aku ngomong jujur ya, tapi kamu ga boleh marah, ga boleh menghindar dari aku setelah aku ngomong ini" ucap Alfan
"Mau ngomong apa sih? kok kamu gitu ngomongnya. kan kita temen, mana ada aku menghindar dari kamu" tutur Salma sambil menatap Alfan
"Sebenarnya aku suka sama kamu Sal" ucap Alfan sambil terbata-bata
(Dengan ekspresi kaget dan bingung Salma)
"Haaaaa??? jujur aku kaget kamu ngomong gitu"
"kenapa kaget Sal? emang salah ya aku ngomong gini?" tanya Alfan
"Engga sih, ya heran aja. Seorang Alfan yang sering ngajak aku ngobrol di kampus, yang sering ngajak aku makan ternyata ada rasa sama aku. Bisa ya hahaha" ucap Salma sambil tertawa
"Maka dari itu, karena sering bertemu kamu. Dan sedikit banyak aku mengetahui tentang kamu Sal" ucap Alfan
(Rumah makan sudah dekat)
"Mending kita bicarakan ini nanti deh Al, ini rumah makan sudah dekat. Nanti pas di rumah makan kita ngobrol sambil makan gitu" ucap Salma
"Oke Sal.. bentar-bentar.. ini aku parkir mobil dulu" ucap Alfan sambil parkir mobilnya
Mereka berdua turun dari mobil, masuk rumah makan dan pesan makanan
"Kamu mau makan apa, Sal?" tanya Alfan
"Yaudah deh aku pesan kaya kamu aja, biar samaan" ucap Alfan
"Loh, kamu suka ayam ngga? jangan ngikut aku tapi kamu ga suka ayam" tanya Salma
(sambil melontarkan gombalan tipis nya)
"Apapun yang aku makan, asal sama kamu, aku suka kok, Sal hehe" ucap Alfan
"Bisa ae kamu Al. Yaudah ini pesan ayam goreng 2, minumnya sama aja ya Al? Es teh gitu?" tanya Salma
"Siap tuan putri, aku ngikut kamu aja" ucap Alfan dengan senyum tipisnya
(Salma pesan makanan)
Salma : "Mbak, ini ayam goreng 2. Es teh 2 juga ya mbak. Jadi totalnya berapa?"
Mbak Kasir : "iya mbak, totalnya 35 ribu mbak.
(Alfan membayarkan makanannya untuk Salma, tapi Salma menolak)
"Loh Al, ga usah dibayarin aku nya" ucap Salma
"Ga apa-apa Sal. Sekali-kali" ucap Alfan"
"Yaudah deh terserah kamu aja" ucap Salma
Salma : " Yaudah mbak, teman saya yang mau bayar hehe"
__ADS_1
Mbak Kasir : "Oke baik mbak, silahkan ditunggu di tempat yang sudah kami persiapkan."
Salma : "Baik mbak, saya tunggu. Terimakasih mbak"
Mbak Kasir : "Sama-sama mbak"
Salma dan Alfan mencari tempat duduk. Dan dilanjutkan lah obrolan mereka berdua.
"Jadi gimana Sal? lanjutan obrolan kita dimobil tadi?" tanya Alfan
"Ohh iya, hampir lupa.. Tapi aku mau tanya dulu deh.. Apa yang melatarbelakangi kamu bisa suka sama aku?" tanya Salma
"Aku tau sedikit banyak tentang kamu sal. Aku jarang menemukan sosok wanita seperti kamu Sal. Kamu sosok wanita mandiri yang punya prinsip kuat dan juga aku suka cara kamu bersosialisasi dengan orang banyak, Sal" ucap Alfan
"Sebenarnya aku itu juga punya banyak kekurangan loh Al.. banyak juga wanita-wanita hebat diluar sana. Tidak hanya aku saja, Al" ucap Salma
"Iya, aku tau. Tapi entah kenapa aku bisa sukanya sama kamu. Feeling mungkin kali ya kalau ini jodohku hihihi" ucap Alfan sambil tersipu malu
"Eh, jangan gitu dulu ah. Kok jadi bahas mendalam seperti ini ya hahaha" ucap Salma sambil tertawa
"Eh iya maaf, Sal. Setidaknya aku sudah mengungkapkan apa yang ada didalam hati aku" ucap Alfan
"Iya Al, tidak apa-apa. Tapi maaf ya, bukannya aku menolak kamu. Aku punya prinsip untuk diriku sendiri untuk tidak memikirkan hal-hal seperti ini sampai aku wisuda nanti" ucap Salma
"Iya Sal, tidak apa-apa. Aku mengerti kamu kok. Itu pemikiran yang bagus, Sal. Aku salut dengan pemikiran kamu itu. Disaat yang lain sibuk memikirkan percintaannya, kamu memilih menunda memikirkan hal tersebut sampai kamu lulus wisuda." ucap Alfan
"Terimakasih ya Al, sudah mengerti apa yang aku fikirkan." ucap Salma
"Sama-sama Sal. Semoga kamu dilancarkan sampai wisuda yaaa" ucap Alfan
"Iya Al, sama juga. Doaku semoga kamu dilancarkan juga sampai wisuda nanti. Misal nanti jodoh kita kan ga ada yang tau kan Al hehe" ucap Salma
"Iya bener banget Sal.." ucap Alfan
(Mbak-mbak datang mengantar makanan pesanan Salma dan Alfan)
"Permisi mbak, ini makanannya. Selamat menikmati"
"Terimakasih mbak..!!" ucap Salma dan Alfan
"Selamat makan, Tuan putri" ucap Alfan dengan senyum malunya
"Selamat makan juga, Al" ucap balik Salma sambil tersipu malu
Setelah makan, mereka bergegas beranjak dari kursi dan keluar dari rumah makan. Dan Alfan mengantarkan Salma pulang ke rumahnya
"Ayok Sal, aku anter kamu pulang" ucap Alfan
"Gak ngerepotin lagi ini, Al?" tanya Salma
"Enggak lah, aku yang ngajak kamu makan, aku juga yang nganter kamu pulang dong hehe" ucap Alfan
"Oke baiklah.. yuk..." kata Salma
Selama di dalam mobil mereka tetep ngobrol asyik membahas tentang semester akhirnya.
Setelah sampai didepan rumah Salma, Alfan membukakan pintu mobilnya
"Silahkan turun tuan putri" ucap Alfan sambil tersenyum
"Ah apasih kamu, ada-ada saja" ucap Salma sambil tersipu malu
"Nitip salam ya untuk keluarga kamu, Sal." ucap Alfan dengan PD nya
__ADS_1
"Oke siap kalau tidak lupa ya hehe... Kamu hati-hati ya dijalan. Jangan ngebut-ngebut" ucap Salma
"Siap tuan putri, laksanakan..." ucap Alfan