
Seperti biasa, pagi hari Dewi sebelum berangkat ke kampus selalu menjemput Salma, sahabatnya. Hari ini adalah hari menegangkan karena Salma dan Dewi akan melaksanakan sidang skripsinya.
Dalam perjalanan ke rumah Salma, Dewi tiba-tiba ingat percakapan sewaktu dia bertemu dengan Rendra. Dewi bergumam didalam hatinya
"Gimana ya cara ngasih tau Salma kalau Rendra suka dia.. Ah difikir nanti ah, mikir sidang dulu sekarang"
Sampai depan rumah Salma, seperti biasa Dewi masuk lewat pintu belakang rumah Salma. Karena Dewi sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh ayah dan ibunya Salma.
"Assalamualaikum, Salll...." sambil mengetuk pintu dapur belakang
Ibu Zulfa yang sedang masak di dapur mendengar suara ketukan pintu
"Waalaikumsalam.. Eh nak Dewi, sini ayo masuk dulu. Salma nya lagi dandan, ditunggu sebentar ya, Nak"
Ibu Zulfa kemudian bergegas menuju kamarnya Salma, memberi tau kalau Dewi sudah menjemputnya dirumah.
"Sal, ini ada Dewi udah jemput kamu.." sambil mengetuk pintu kamarnya Salma
"Iyaaa ibuu sebentaarr. Bilangin Dewi ya, suruh nunggu bentar" Salma sambil teriak dari dalam kamarnya
Ibu Zulfa menghampiri Dewi yang sedang duduk di meja makan.
"Sebentar ya nak Dewi, kata Salma suruh nunggu bentar"
"Siap ibu, kan udah biasa Dewi nungguin Salma hehe " ucap Dewi
Kemudian Ibu Zulfa melanjutkan kegiatan sehari-hari nya sewaktu pagi. Memasak, menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya, menyirami tanaman dan beres-beres rumah.
"Salmaaaa.. Sini ajakin Dewi sarapan dulu ya" teriak memanggil Salma yang masih berada di kamar
Salma lari keluar kamar dengan terburu-buru
"Tidak usah aja ibu, ini kayanya aku kesiangan deh" ucap Salma
"Tapi kasian Dewi itu, udah nunggu dari pagi" tutur ibu
"Nggak kok, bu.. Dewi tadi dirumah sudah sarapan kok" sahut Dewi
__ADS_1
Sambil buru-buru, Dewi dan Salma salim Ibu Zulfa dan kemudian berangkat boncengan berdua naik motor pergi ke kampus.
Dalam perjalanan ke kampus, Salma meminta maaf kepada Dewi karena telah membuatnya lama menunggu
"Maafin aku ya Dew, aku bikin kamu lama nunggu" ucap Salma dengan merasa bersalah
"Tidak apa-apa Sal, santai aja.. Jangan panik, nanti kita sidang skripsi loh" ucap Dewi
"Iya, aku tadi malam sewaktu belajar ketiduran Dew, makanya tadi pagi aku lanjutin belajar.. Eh ternyata malah kesiangan" tutur Salma
Sesampai di parkiran kampus, mereka berjalan beriringan dan saling memberi support untuk sidang hari ini. Kebetulan Salma duluan yang masuk kelas untuk sidang.
"Yaudah Sal, semangat yaaa.. semoga dilancarkan" Dewi sambil mengelus pundak Salma
"Iya Dew, doakan lancar ya... yaudah aku masuk kelas dulu ya" ucap Salma dengan muka tegang dan keringat dinginnya
Sementara diluar kelas, ternyata ada Rendra yang baru memarkirkan motornya. Dan langsung menghampiri Dewi.
"Loh Ren, kamu kenapa disini? bawa buket bunga segala" tanya Dewi sambil bingung kenapa Rendra datang ke kampus
"Emang kenapa Dew?" tanya Rendra
"Huussttt... Aku emang sengaja kesini karena pengen ketemu Salma. Mau ngucapin Selamat atas sidang nya" ucap Rendra dengan tersipu malu
"Ohhh jadi itu maksud kamu datang kesini, pasti nanti Salma kaget kalau tau kamu kesini bawa buket bunga hihihi" ucap Dewi sambil tertawa kecil
"Nggak apa-apa lah, kan Salma tidak tau kalau aku diam-diam menaruh perasaan ke dia" ucap Rendra
Selang beberapa jam kemudian, Salma keluar kelas dengan perasaan lega dan raut wajah gembira lari menghampiri Dewi
"Deeewiiii.... Akhirnyaaa aku dapat gelar. Bersyukur banget hari ini proses sidang diberikan kelancaran" ucap Salma sambil girang memeluk sahabatnya, Dewi.
"Aaaaaa.... Aku ikut seneng juga, Sal. Setelah proses panjang akhirnya kamu berhasil juga. Aku bangga banget sama kamu" ucap dewi sambil berpelukan erat dengan Salma
Saking senangnya, Salma tidak menyadari kalau disebelah Dewi ada Rendra yang menunggunya dengan membawa buket bunga. Kemudian Dewi berbisik di dekat telinga Salma
"Eh Sal, kamu sadar nggak kalau disebelah ku ada Rendra?" tanya Dewi dengan berbisik-bisik
__ADS_1
"Eh iya ya... Saking senengnya aku sampe tidak sadar ada Rendra disini. Emang dia ngapain kesini Dew? bawa buket segala" tanya Salma dengan heran
"Itu mau dikasih ke kamu, Sal" jawab Dewi
Tiba-tiba Salma langsung menyapa Rendra yang sedang duduk di sebelah Dewi. Salma berlagak seakan tidak menahu kalau Rendra kesini untuk ngasih buket bunga ke dirinya.
"Ren, kamu ngapain disini?" tanya Salma
"Aku mau ngucapin selamat dulu ke kamu, Sal. kamu sudah menyelesaikan sidang dengan baik" jawab Rendra sambil ngasih buket bunga nya ke Salma
"Loh apa ini Ren? kenapa kamu ngasih aku buket ini?" tanya Salma
"Tidak apa-apa, Sal.. Aku hanya mengapresiasi proses pendidikanmu" tutur Rendra
"Terimakasih banyak ya, Ren.. Kamu sudah datang di hari aku sidang. Pakai repot-repot bawa buket bunga segala lagi" ucap Salma
"Enggak kok, Sal.. Tidak repot sama sekali. Emang aku udah berniat aja pengen ngasih buket ke kamu dari lama sebelum sidang" ucap Rendra
Dewi senyum-senyum sendiri melihat mereka berdua.
Di lain sisi, hanya dengan begitu Rendra sudah merasa bahagia meskipun dia tetap belum berani mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya kepada Salma.
Akhirnya pun giliran Dewi dipanggil masuk kelas untuk melaksanakan sidang nya. Sementara Salma dan Rendra menunggu diluar ruangan.
Karena Rendra merasa canggung, akhirnya Rendra pamitan ke Salma ijin mau pulang duluan
"Emmm... Sal, aku pulang dulu yaaa" ucap Rendra sambil mikir cari alasan untuk pulang
"Kamu ga nungguin Dewi selesai sidang juga, Ren?" tanya Salma
"Ee..ee.. Aku mau ke toko dulu Sal, bantu ayahku. Kebetulan hari ini banyak barang datang di toko" ucap Rendra dengan terbata-bata dan mencari alasan untuk bisa pulang
"Yaudah hati-hati ya, Ren.." ucap Salma sambil melambaikan tangannya
"Makasih, Sal. Sekali lagi selamat atas sidangnya, Sal" ucap Rendra melambaikan tangan balik ke Salma sambil berjalan menuju parkiran motor
__ADS_1
Sementara itu, Alfan tidak muncul sama sekali di hari sidangnya Salma. Karena memang beda fakultas, jadi kemungkinan Alfan tidak mengetahui kalau hari ini Salma sidang