
*****
Kisah sedihnya masih berlanjut.....
#Happy Reading#
*****
Kami semua siswa kelas 3, didampingi para guru berjalan beriringan menuju rumah Aziz.
Badanku terasa lemas, aku berjalan seperti kakiku tak menapak tanah, melayang.
Oci dengan dekapannya yang hangat ....berjalan disampingku dan memelukku dari samping seraya menguatkan aku....agar aku kuat dan tidak terjatuh.
Faiz dan Alim berjalan dibelakangku.
Aku tau.... hati Faiz pun tak tega melihat kesedihanku.
Akhirnya kami sampai di rumah Aziz.
Karena jumlah kami yang terlalu banyak, kami hanya berada di luar rumah Aziz.
Hanya para guru yang masuk untuk menemui keluarga Aziz.
Setelah itu kami berdoa bersama dipimpin sama pak Totok.
Selesai doa kami berpamitan pulang, perwakilan dari keluarga Aziz mengucapkan terima kasih atas kedatangan kami, dan memohonkan maaf buat Aziz jika selama hidupnya melakukan kesalahan pada teman- temannya.
Yang sangat aku sedihkan, aku tidak bisa melihat Aziz untuk terakhir kalinya...apalah artinya diriku ini, pikirku.
Bahkan akupun tidak pernah mengenal keluarganya. Tak seperti Aziz yang sudah akrab dengan keluargaku.
Sesampainya di rumah aku langsung mencari ibu.
"Assalamualaikum bu....bu...ibu....".
" Waalaikumsalam... ya nduk....ibu di belakang ", jawab ibu.
" Buuuuu.....buuuuu....hiks...hiks...hiks...", air mataku mengalir deras.
__ADS_1
"Ada apa nduk?", ibu mencemaskanku.
" Teman Yuna buuu....meninggal".
"Inna lillahi wainna ilaihi roojiuun.... siapa nduk?", tanya ibu.
" Dia...dia....Az..Az...Aziz bu..".
Tangisku makin menjadi... ibupun memelukku sangat erat.
"Ya Allah.... yang sabar nduk.... jangan begini,kasihan Aziz.... gak baik nduk....ikhlaskan, doakan Aziz agar dia tenang dan diterima disisi Allah", sambil mengelus punggungku.
Akupun mulai melemah....tangisku mengecil....benar ibu, aku ngga boleh seperti ini.... semua yang hidup pasti mati.
" Aamiin bu....bantu Yuna supaya ikhlas ya bu".
Ibu tersenyum dan mengangguk.
Di kamar aku duduk di tepi ranjangku, kupegang HP pemberian Aziz....Kubuka... tampaklah walpaper foto Aziz.
Kupandangi fotonya..... seutas doa terucap dari bibirku.....
Kualunkan surat Al Fatihah....kukirimkan khusus untuk Aziz.
Semoga Allah berkenan menerima doaku.
Terima kasih Ziz, sudah menjadi bagian dari cerita hidupku.
Denganmu warna hidupku yang agak suram menjadi berwarna indah.
Selamat jalan sahabatku.....ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Ku awali hariku ini dengan semangat baru.
Bismillah ya Allah smoga aku mampu.
Aku tidak akan berlarut- larut dalam kesedihan....live must be going on.
Sementara di kamar Aziz.... ada seorang remaja duduk di pinggir rannjang Aziz.
__ADS_1
Sekilas wajahnya mirip Aziz, hanya saja dia lebih terlihat dewasa.... ya dia kakak lelakinya Aziz.
Ditangannya tergenggam HP Aziz.
*flashback on
Di salah satu kamar rumah sakit....terlihat seorang tergeletak lemah di ranjang.....dialah Aziz.
Disampingnya duduk kakak Aziz.
" Bang....boleh aku minta tolong? ", pinta Aziz
" Apa Ziz....apa yang bisa abang bantu untuk kamu", jawab kakak Aziz.
"Tolong jaga dia untuk ku bang!", sambil menyerahkan HP nya.
Dahi kakak Aziz mengernyit......terlihat sebuah foto dengan nama si cantik.... ya itu foto Yuna.
" Siapa dia Ziz..... pacarmu ya?".
"Dia gadis yang sangat spesial bang, abang pasti juga akan langsung jatuh cinta jika bertemu dengannya".
" Apakah kau memberikannya untukku...?", kakak Aziz agak sedikit bercanda.
"Sebenarnya aku tidak rela bang.....tapi....aku tau waktuku tak lama lagi.... jadi bisakah kau berjanji padaku tuk menjaganya...", mohon Aziz.
" InsyaAllah Ziz.... tapi kamu jangan ngomong gitu lagi, hidup mati itu urusan Allah... jangan menyerah".
"Satu lagi bang....aku belum sempat ngomong sama dia tentang sakitku ini.... sampaikan permintaan maafku ke dia ya bang... sampaikan pesanku juga, dia harus kuat ngga boleh lemah karena aku akan selalu bersama dihatinya.."
" Iya Ziz... ".
" terima kasih bang".
*flashback off*
*****
Nantikan......bambang tamvan buat Yuna.....pengganti si ganteng Aziz*
__ADS_1
*****