Perjuangan Yuna

Perjuangan Yuna
44


__ADS_3

# Happy Reading#


********


Akupun berjalan mengekori kak Arlan ....


Kulihat di ruang tamu sudah ada Bunda duduk bersama kak Ardi dan Dita.


" Buuunnn...?", panggil Arlan.


" Eh anak bunda sini nak......."


" Ini pasti yang namanya Yuna..? ", tebak Bunda.


" Iya tante...!", jawab Yuna.


" Bunda sayang.... bukan tante...!", pinta Bunda pada Yuna.


" Iya bunda...".


Yuna pun menuruti perintah untuk memanggil dengan sebutan Bunda.


" Duduk sini nak....deket bunda...".


Yuna pun menuruti bunda untuk duduk di sebelahnya.


" Arlan pasti sudah cerita semua tentang adiknya ...Aziz.... ya kan..?". kata bunda


" Hiks...hiks....hiks.... ",


Akhirnya Yuna pun menangis.


" Kok nangis sayang...? ".


Bunda menarik Yuna dan memeluknya.


Begini rasanya punya anak perempuan.... gumam bunda dalam hati.


" Maaf....maafin Yuna bun......waktu Aziz gak ada....Yuna gak bisa lihat dia untuk terakhir kali.....kami tidak diperbolehkan masuk.... karena jumlah kami banyak.... satu angkatan Aziz datang semua ke sini bunnn...."


" Yuna hanya bisa berdoa dari luar .....sakit rasanya bunn!", penjelasan Yuna.

__ADS_1


Dita menatap tajam ke arah Yuna..... dia penasaran apa yang terjadi sebenarnya....tatapannya butuh penjelasan dari Yuna..


Sedangkan Ardi tenang - tenang saja....karena Ardi sudah pernah diberitahu Arlan.


" Tidak apa - apa sayang.....bunda tau kok....


terima kasih ya kamu sudah buat hari - hari Aziz sangat bahagia..! ".


" Kamu tau... tiap hari yang selalu dia ceritakan hanyalah dirimu..... kamu penyemangat hidupnya ....walaupun akhirnya dia mengalah dengan penyakitnya....".


Walaupun tersungging senyuman di bibir bunda.... tetapi matanya pun mengeluarkan air mata.


" Bunda harap kamu kelak bisa jadi mantu bunda.... agar keinginan Aziz menghadirkanmu di rumah ini terwujud....meski kamu menikah dengan kakaknya....Arlan.".


" Aziz pasti lebih bahagia disana...".


" InsyaAllah bunda.....semoga Allah menjodohkanku dengan kak Arlan! ", doa Yuna.


" Aamiin.... ", jawaban Arlan dengan suara kencang.


" Semangat lo...?", ledek Ardi.


" Ya iya lah.....doa yang baik harus diaminkan....ya gak bun?", bela Arlan.


" Emang lo nya yang ngarep Lan....!", balas Ardi gak mau kalah.


"Sudah - sudah.....itu hidangannya dimakan...jangan dianggurin....ntr mubazir nambah dosa...!", perintah bunda melerai pertikain Arlan dan Ardi.


Waktu menjelang sore....kami pun berpamitan pulang. Dita diantar kak Ardi, karena tadi motor Ardi ditinggal di rumah Arlan.


Sedangkan aku diantar kak Arlan menggunakan mobilnya.


*******


Hari berlalu dengan cepat..... kali ini kak Arlan dan kak Ardi sedang melaksanakan ujian akhir....mengingat mereka berdua sudah kelas tiga.


Jabatan kak Arlan sebagai ketua OSIS pun sudah diserahkan ke adik kelasnya.


Ujian akhir pun selesai..... semua siswa kelas tiga angkatan kak Arlan lulus semua.


Seperti biasa kami merayakannya berempat.... aku , Dita, kak Arlan dan kak Ardi.

__ADS_1


Tak lama setelah pengumuman kelulusan siswa kelas tiga....giliran aku dan Dita yang melaksanakan ujian kenaikan kelas.


Malam hari di rumah Yuna....


Arlan datang berkunjung kesana.


Di ruang tamu sudah duduk Arlan, Yuna, ibu dan bapak nya.


Arlan pun menyampaikan maksudnya kepada bapak Yuna.


" Maaf pak malam - malam mengganggu istirahat bapak..... saya ingin ngomong serius pak....", kata Arlan agak gugup.


" Gak apa-apa nak Arlan... silahkan bapak dengarkan..!", jawab bapak serius.


"Anu pak......saya bermaksud meminang Yuna....begini pak...saya kan sekarang sudah lulu, tidak satu sekolah lagi dengan Yuna, saya tidak bisa memantau Yuna dari dekat".


" Karena itu saya bermaksud mengikat dia pak......saya takut kehilangan Yuna..... untuk menikah nanti nunngu Yuna lulus sekolah pak!", Arlan pun lega sudah mengungkapkan isi hatinya.


" Bapak bangga atas keberanianmu nak Arlan.... apakah kamu sudah siap lahir batin nak...tau kan maksud bapak? ", tanya bapak.


" Iya pak Arlan tau.....saya sudah mempersiapkannya jauh- jauh hari.....untuk kebutuhan saya ...saya sudah mampu membiayainya sendiri.... kebetulan saya sudah punya usaha kecil- kecilan pak..."


" Usaha itu sudah saya rintis dari waktu saya SMA pak....


Saya punya tempat cucian motor, kios foto copy dan juga cafe sederhana....


InsyaAllah bisa untuk menghidupi saya dan Yuna juga anak - anak kami kelak "


Penjelasan Arlan membuat bapak kagum.


*******


Maaf masih banyak typo dimana- mana


Harap maklum ya...


Jangan lupa kasih like nya


Terima kasih


* Selamat Menunaikan Ibadah Puasa *

__ADS_1


*******


__ADS_2