
# Happy Reading#
******
Arlan mematung...badannya seperti kaku susah digerakkan....terpaku karena tatapan tajam dari Yuna...
Matanya.... dia....apakah dia....benar dia....Aziz aku bertemu dia Ziz....si cantikmu....
"Wooiiii....udah tatap -tatapannya....lupa ya disini masih banyak orang... dianggep nyamuk kita....ha...ha...ha..", Ardi ketawa ngakak... seneng banget kayaknya dia, misinya berhasil...
" Eh....maaf kak....kak Ardi udahan kan....aku boleh duduk ya", pintaku
"Boleh ngga tuh Lan....sudah puas belum.... apa masih kurang..",
Si Ardi benar- benar membuat Arlan kalang kabut.
Sejenak Arlan menetralkan perasaaannya.
" Duduklah", kata Arlan menyuruh Yuna duduk.
"Alhamdulillah", ujarku.
Hari - hari mos kulalui dengan ceria.....diselingi kelakuan kak Ardi yang dengan sengaja mengerjaiku terus- menerus.
Hari ini adalah hari keempat mos.
Tugas dari kakak OSIS adalah meminta tanda tangan dari para dewan guru juga tanda tangan para pengurus OSIS.
Semua daftar nama guru dan pengurus OSIS yang akan dimintai tanda tangan sudah dibukukan.....tinggal kita mencari orangnya.
" Yuna.... kita bareng ya!", pinta Dita.
"Tentu saja Dita.... kita kan sohib....he...he...", jawabku.
" Ayo mulai sekarang biar cepat beres...",ucapnya lagi.
" Yuuukk ".
__ADS_1
Kita berdua berjalan ke arah kantor....target tujuan kita yang pertama adalah meminta tanda tangan para dewan guru.
Alhamdulillah hampir semua guru sudah memberi tanda tangan... kecuali guru yang tidak masuk hari ini.
Ini lebih mudah dari yang kuperkirakan....
Karena para dewan guru tidak terlalu mengerjai kami.
Target selanjutnya adalah para pengurus OSIS.
Ini pasti berat...mengingat para pengurus OSIS agak-agak ngeselin.
Kulihat banyak teman-temanku yang sudah dikerjai mereka.
Aku dan Dita pun tak luput dikerjai oleh mereka.
Kali ini targetku dan Dita adalah ketua OSIS... kak Rayhan.
" Assalamualaikum kak...maaf kak menganggu , kami mau minta tanda tangan dari kakak", kataku.
"Hhmmm....siapa namamu ?", tanya Rayhan.... dengan gaya coolnya.
"Saya Dita kak".
Kak Rayhan tersenyum tipis.
Lalu dia mengeluarkan HP nya.
" Masukkan nomer teleponmu kesini! ", perintahnya.
Tanpa penolakkan aku dan Dita langsung memasukkan nomer telepon kita masing- masing.
" Yuna kamu duduk disampingku ", sambil menepuk bangku disebelahnya.
Akupun mengikuti perintahnya...
" Dita..... fotoin kak Rayhan... Yuna senyum ya...jangan cemberut, ntr cantiknya ilang", gurau Rayhan.
__ADS_1
Setelah Dita memfoto kami...kak Rayhan memberikan tanda tangannya untuk kami.
"Yuna.... kayaknya kak Rayhan naksir kamu deh", goda Dita.
" Ah...ngga urus Dit.....aku fokus mau nyari ilmu kok". sambil aku angkat kedua bahuku.
"Ya..ya..yang banyak penggemar mah bebas....apalagi ada noh kak Ardi dan kak Arlan", Dita menunjuk kearah nama yang dia sebut.
Aku tepuk jidat.....
" Oh ...iya...kita belum minta tanda tangan mereka.... tapi kok aku males ya Dit...".
Terpaksa aku harus minta tanda tangan kak Ardi dan kak Arlan... daripada kena hukuman.
Tapi kok perasaanku jadi ngga enak sih....
"Ya Allah mudahkanlah.....", doaku.
Di depan kak Arlan dan kak Ardi kami dicuekin.....hadeeh ...apa lagi nih....ujian...ujian...harus kuat nih.
" Tadi sama Rayhan disuruh ngapain? ", tanya kak Ardi.
" Gak disuruh ngapa- ngapain kok kak....cuma dimintai nomer telepon sama diajak foto ...itu aja kak", jelasku
"Yang diajak foto Yuna doang kok kak....aku ngga...aku yang fotoin tadi", jelas Dita.
Kusikut lengan Dita pelan....rese nih anak...pake ngomong aku doang yang foto lagi..
Kak Ardi dan kak Arlan menatapku tajam.
Duuuuhhhhhhh jantungku.....
******
Terus dukung author ya...
jangan lupa like dan vote nya ya
__ADS_1
******