Perjuangan Yuna

Perjuangan Yuna
09


__ADS_3

*****


Dukungan pembaca sangat author butuhkan....beri like dan vote nya ya...


makasih😘😘😘


#Happy Reading#


Hari-hari beratku terasa ringan dengan hadirnya Aziz dikehidupanku.


Kelakuan konyol dan absurdnya serta kata-kata yang keluar dari mulut manisnya itu bisa membuat aku sejenak melupakan beratnya perjalanan hidupku.


Seperti siang ini, dia sudah berada dikelasku.


"Pagi menjelang siang cantik....".


Tak seperti biasanya, kali ini Faiz bersuara...


" Ngapain kesini....kan punya kelas sendiri? ".


" Dih sewot....aku kesini mau ketemu si cantik... situ siapa.... kok situ yang marah", jawab Aziz enteng.


"Dia istr.....", sebelum Faiz selesai ngomong dah kupotong....


" Apaan sih kalian berdua....pagi-pagi dah berantem...gaje tau....aku mau ke kantin.... ayo Ci", kuajak Oci meninggalkan mereka berdua.


"Sama aku ya..?" kata Aziz.


"Jangan sama dia....sama aku aja Yuna", Faiz gak mau kalah.


" Kalian ini...kalo mau ikut ayolah, semua kan bebas berhak ke kantin... jangan ribut lagi....malu".


"Iya nih...bikin tambah lapar aja", Oci pun menyahut.

__ADS_1


Akhirnya kami berempat pergi ke kantin, ditambah Alim yang mengekor dari belakang.


Kami duduk berhadap- hadapan.


Aku tak perlu pesan apa-apa....karena mereka berdua, Aziz dan Faiz sibuk memberiku makanan....tanpa bertanya apa mauku.


Kugeleng- gelengkan kepalaku...betapa tidak pusing melihat tingkah mereka berdua....alhasil banyak makanan sudah tersedia di meja kami.


Tentu saja Oci dan Alim yang melonjak kegirangan....


" Waaaah asik nih....sering-sering ya kalian berdua kalap....(kalap membeli makanan maksudnya)", kata Alim.


Oci pun menambahi...


"Aamiin ..(mengaminkan doa Alim)...betul tuh Lim...kita kenyang ,uang jajan kita aman..".


" Apaan...ini buat Yuna....bukan buat kalian", Faiz sewot.


" Udah- udah ...kita makan bersama ya, lagian gak mungkin kan aku menghabiskan semua makanan ini....kalian pikir aku kerbau, makan sebanyak itu...". jawabku menengahi.


"Ya sudahlah...ini juga rezeki kalian... ayo dimakan".


Kami pun makan sambil bercanda ria.


" Oh ya Yuna....Walpapernya jangan diganti ya ....awas aku marah" kata Aziz.


" Tunggu- tunggu kamu bilang apa.... walpaper...bukannya Yuna gak punya HP", tanya Oci penasaran.


"Ooopppsss...aku keceplosan", si Aziz menutup mulutnya.


Oci memandangku penuh curiga...


"hhhmmmm.....itu Aziz yang ngasih Ci....tau sendiri kan, dia maksa banget...padahal aku sudah menolak", jelasku.

__ADS_1


" Gak apa -apa kok Yuna... itu hak kamu...dan juga rezeki kamu....tapi aku mohon terbukalah padaku...kan aku sahabatmu".


"Iya Ci....maaf ya...".


" Sini bagi nomermu..."kata Oci.


" Aku juga... ",kata Faiz dan Alim bersaman.


" Eeiittss....kalo cowok aku ngga ijinin ya", Aziz ngegas.


"Zizzzzz..........", kutatap Aziz sambil melotot.


" Ya....ya...ya....bolehlah", jawabnya pasrah.


" Kalo ngga ngijinin gak apa- apa, aku juga bisa beliin Yuna HP", kata Faiz


"Iiiizzz....jangan mulai deh", pusing aku ....mereka berdua ini berdebat terus.


Begitu ya....kalo horang kaya mah beebasss.


Begitulah hari-hariku...kulewati dengan ikhlas....alhamdulillah ada teman- teman yang selalu disisiku....juga adanya Aziz dan Faiz, yang ikut mewarnai perjalanan hidupku.


Tak terasa ujian semesteran telah selesai.


Pengumuman peringkat kelas pun sudah ditempel di mading.


Alhamdulillah... aku mendapat peringkat 2. Tentu saja nama Faiz bertengger di angka 1.


Itu peringkat di kelasku.


Kulihat di kelas Aziz..... aku terperanjat...peringkat pertama Aziz yang menempatinya.


Sebenarnya anak itu memang punya otak diatas rata- rata.....satu kata untuk Aziz... pintar......cuma kelakuannya aja agak mines.

__ADS_1


Kami semua bergembira , mengingat hasil nilai kami memuaskan.....terbayarlah sudah jerih payah belajar kami.


Lebih gembira lagi.....karena liburan semesteran telah tiba.


__ADS_2