Perjuangan Yuna

Perjuangan Yuna
25


__ADS_3

# Happy Reading#


*******


Lama mereka berdua terdiam....


Lalu Mirza membuka suara nya....


" Boleh kenalan ngga.....namaku Mirza....kamu?", tanya Mirza.


" Boleh.... namaku Syifa!". jawabnya.


" Nama yang cantik.... secantik orangnya!", gombal Mirza.


" Mas ini...emang suka gombalin cewek ya?".


" Ngga juga tuh....kalo yang cakep - cakep baru.....aku gombalin...he..he...he!".


" Emmmm...Syifa....kalo besok- besok aku main kesini boleh ngga? ", tanya Mirza.


" Boleh mas....ngga ada yang larang kok!".


" Ngga ada yang marah nih?".


" Emang siapa yang mau marah?".tanya Syifa


" Pacarmu mungkin...?".


" Aku gak punya pacar mas!", ucap Syifa sambil tersenyum simpul.


" Alhamdulillah..... syukurlah...", ucap Mirza bahagia.


" Ngomong- ngomong kok rumahmu sepi...ibu bapakmu mana...?".


" Ibu sedang kepasar ...jualan mas....kalo bapak.... bapakku sudah gak ada mas...kami tinggal bertiga...aku, ibu dan adikku Dafa", jelas Syifa, dia pun sedikit menitikkan air mata.


" Maafkan pertanyaanku....membuat kamu jadi teringat bapakmu...!".


" Gak apa-apa mas....bapak sudah tenang disana.....kami semua sudah ikhlas", jelas Syifa.


" Kalo begitu aku pamit pulang dulu ya Syif....terima kasih telah mengobatiku..lain kali aku main kesini lagi".


" Eh iya...maaf mas Mirza, keasyikan ngobrol jadi lupa ngga ngasih minum dari tadi...".

__ADS_1


" Santai aja....lagian hausku hilang karena lihat senyumamu Shif", rayu Mirza.


" Tuh kan ....gombal lagi ", Syifa tersenyum malu...mukanya pun bersemu merah.


" Aku pamit ya Syif...salam buat ibumu....dan juga sampaikan terima kasih dariku untuk adikmu......Assalamualaikum... ".


" Waalaikumsalam....iya mas, nanti saya sampaikan..... hati - hati di jalan ya mas!".


Mirza tersenyum sembari berlalu pergi.


Di rumah...


" Assalamualaikum bu....?", salam Mirza.


" Waalaikumsalam... astagfirullahhaladzim nak....kenapa ini?", tanya ibu.


" Ibu heran.... badan pada lecet gini...tapi kok mukanya...senyam senyum lagi", ibu sampe megang kening Mirza.


" Apaan sih bu?", kata Mirza.


" Ibu takut otakmu konslet nak....luka - luka tapi kok bahagia! ".


Ibu pun menyentil kening Mirza.


Pletak......


" Gitu aja sakit.... yang luka begini gak sakit...malah keenakan....jelasin sama ibu".


Sambil menarik Mirza untuk duduk... ibu menunggu penjelasan dari Mirza.


Mirza pun menceritakan bagaimana dia terjatuh sampai di tolong seorang gadis.


" Oohhhh.....jadi ceritanya ketemu sama cewek cantik toh....pantes", kata ibu


Ibu hanya menggeleng -gelengkan kepalanya.


" Anak ibu udah gede rupanya....dah pingin punya istri ya nak?", tanya ibu.


" Eh ...ibu....iya juga sih....he...he...he..", canda Mirza.


" Kalo kamu yakin.... jalani....dan bertanggung jawablah....ibu dan bapak hanya bisa mendoakannmu dan mendukungmu..!", ibu pun mengelus lembut punggung Mirza.


" InsyaAllah bu....doakan ya...semoga dia jadi jodoh Mirza ", doa Mirza.

__ADS_1


" InsyaAllah nak....Allah pasti akan memudahkan hambanya yang punya niat baik...".


Aamiin bu....ucap Mirza.


Di pabrik....


Mirza berangkat kerja seperti biasanya.... karena dia hanya luka lecet - lecet saja, tak terlalu parah.


" Kenapa lo Za?", tanya Azzam.


" Jatuh gue kemarin... habis pulang nganterin lo!", kata Mirza.


" Tapi lo ngga apa- apa kan".


" Gak apa - apalah.....orang aku jatuhnyaaa.....


jatuh cinta.... ha...ha...ha....". jawab Mirza ngakak.


" Kok bisa...?".


" Bisalah....yang nolongin gue kemaren bidadari soalnya.....".


" Mau dong ditolong sama bidadari.... namanya siapa..? ", tanya Azzam.


" Syifa ".


" Kenalin gue yak...yak..yak...!",pinta Azzam.


" Ogah gue....ntr lo suka lagi ", elak Mirza.


" Ngga lah....masak punya temen sendiri gue embat".


" Ntr kalo dah jadi bini gue....baru gue kenalin", kata Mirza.


" Malezzzz....".


" Nah loh....gue tau isi otak lo Zam...!".


He...he..he....Azzam hanya ketawa cekikikan.


******


Terus dukung author ya.... jangan lupa kasih like nya...terima kasih.

__ADS_1


" Selamat menunaikan ibadah puasa "


******


__ADS_2