
"sein,bentar lagi kita mau wisuda S2 kan,habis ini lu lanjut kemana? masih ngerjain toko kah, atau pindah profesi jadi yang lain? terus kapan lo punya anak? gue pengen banget nih nimang ponakan" ucap rere .
"hufftt,,untuk saat ini aku malas banget ngomongin masalah kapan punya anak. Tapi,kalau mengenai setelah wisuda mau jadi gimana,,aku belum tahu dan belum ada rencana kedepannya gimana. Karena,aku lagi fokus dengan rumah tangga ku yang saat ini lagi diem-diem'an".aku dengan ketusnya terbuka ke rere mengenai masalah yang menimpa rumah tanggaku.
"astogeeee!!omg!! masalah apa ? jangan sampe yang kedua kali nya bakal gagal lagi loh!"
"issh! kamu inilah! doanya yg baik-baik dong ,re! aku mana mau lah gagal kedua kalinya! huffthh,,sudahlah. Nanti aku ceritain by phone. Aku sekarang lagi malas ngomong. Aku pergi dulu ya. bye..."
"wissh! iya ya deh,,tapi lu mau kemana? yok ,bareng aku ja,jajan es durian atau karokean atau shoping atau apalah,yang penting jangan dirumah sendirian kalau lagi bad mood. "rere.
"gak dulu lah ,re. Aku pengen sendiri dulu.." aku lagi gak semangat.
"aishh! padahal gue mau ngajak lu beli telur dadar gulung pakai saos buatan pak komar itu,tuh. lu yakin gak maoo??awas nyesal loh! " rere sambil natap jualan pak komar yang ada di depan gerbang kampus.
" gak ,re! kamu aja yg beli. Bilang sama pak komar,aku absen hari ini" seketika sedih ku hilang karena rere ada gilanya.
"ya oke wae lah,,hati-hati di jalan ya. jangan ngebut-ngebut. kalau ada apa-apa ,telpon ke 0874kali(lirik lagu / sambil nyanyi)."rere.
"hmmm,bye !"aku pergi.
.....di sisi lain....
"tumben beli sendiri,dek.Biasanya,barengan sama seina." ucap pak komar sembari memasak telur gulung pesanan rere.
__ADS_1
"seina,,lagi ada urusan,pak.Urusan rumah tangga." balas rere.
"oalaah! seina sudah nikah,toh?"
"ya udah lah pak! Nikah dua kali,malah!"
"aigooo! Kok bisa ya??" pak komar tidak lupa menambahkan saos di telur gulung rere yang sudah dimasakkan.
" bisa lah pak!Apa sih yang enggak bisa?!" rere dengan wajah riang menerima telur gulung buatan pak komar yang dinanti-nantikannya dari sebelum di masak.
"yang enggak bisa itu,jangan buang angin sembarangan! Apalagi di depan orang yang sudah tua." pak komar dengan logat jawanya.
" Hehehe!Sorry,pak!Kentut saya kecoplosan!Hahaha"
"berat di ongkos,pak?(sambil ngunyah)" rere.
"bukan.Tapi,menjalaninya."
"ohhhh"
"kita selalu aja di uji disana"
"dimana-mana selalu di uji kok,pak.Bukan hanya dalam pernikahan."
__ADS_1
"iyaa,,maksud saya,, lebih banyak ujian nya disana."
"ohh,,,lanjut pak( masih dalam kenikmatan telur gulungnya tanpa melihat arah pak komar yang selagi berbicara)"
"pernikahan itu merupakan tanggung jawab bersama setiap pasangan."
"hmmmm,terus pak?"
" jadi,,dibutuhkan sifat terbuka ,kejujuran,untuk memahami atau satu prinsip dengan pasangannya."
"ya,ya,ya,,,trus pak (masih lanjut makan)"
"jadi,,dalam setiap tindakan selalu ada keputusan"
"yaa,,benar,pak!"
"keputusan yang harus benar-benar dalam lubuk hati.Misalnya,pisah.Jangan asal sebut,tapi niat belum pasti alias ragu.Pisah atau cerai haruslah berlandaskan tidak saling mencintai.Tidak mencintai lagi pasti karna suatu tindakan atau perilaku dari pasangan yang paaaaling kita tidak sukai.Kita mencoba untuk melupakan perilakunya,tapi jika diulang berulang kali,,yang terjadi kejenuhan. Sebab dari kata jenuh orang bisa beralih ke terserah."
"benar sekali,pak! (menoleh langsung ke arah pak komar setelah mendengar kata jenuh).Trusss,pak??" rere.
"trus,waktunya saya mau pulang dan kamu harus bayar telur gulungmu ini!"
"oh,,,iya ya ! Hahahahaha"
__ADS_1