Pernikahan Bebas

Pernikahan Bebas
bertemu mantan pacar


__ADS_3

^^^Setelah kejadian kemarin,rere pun memberanikan diri untuk mengakui kepada orang tuanya, bahwa dia hamil ,dan itu melalui komunikasi seluler.^^^


Orang tuanya pun menerima sikap kejujuran rere serta menerima bayi yang ada dalam kandungan rere.


^^^Beruntung keluarganya tabah dan sabar menghadapi kejadian yang menimpa putri mereka.^^^


Mengenai boy pacar rere,keluarga rere bakal menemui keluarga boy dan akan memberitahukan semua tentang perbuatan boy .


Ya,,semoga saja ada kabar baik.


Dan,aku masih menginap dirumahnya rere.


Aku tidak mungkin membiarkan sahabatku menderita sendirian. Jadi,sebelum nginap ,aku sudah memberitahukan kepada arnold ,bahwa aku menginap di rumah rere.


^^^{Di sofa,,,}^^^


"Syukurlah masalahnya cepat diatasi. Berharap selanjutnya ada kabar baik ,ya re."


"iya,,makasih loh sei atas sarannya dan atas penghiburannya"rere kembali senyum


" Itu hal wajar "teman bantu teman". Yang gak wajar itu "teman makan teman" ya enggak??""


"beneeerrr,,hahahaha".rere.


"btw,,dari tadi aku penasaran sama si boy pacar kamu.Aku sih sudah tau siapa si boy . Cuman,,namanya kok sama dengan nama si boy mantan ku ya ?? kok,aku baru menyadarinya.."


"yaelah! baru sekarang lo tanya. Boy sama boy mantan lo ,memang nama depannya sama. Tapi,nama lengkapnya ,ya pasti beda lah. Mantan lo namanya kan Boy andoko. Nah,nama pacar gue Boy wilget med."rere memberitahukan dengan rinci.


"what?! boy will get mad?? cius lah !"aku dengan keheranan.


"Bukan!! sekilas kita dengar seperti itu,,tapi bukan itu. Tulisannya begini ,ni, ( nulis di kertas)."rere.


"owh,,,i see...hahahaha!"


^^^{Sekejap,suara handphone ku berdering.}^^^


"astaaagaa...baru aja diomongin ini orang (sambil lihat handphone tapi belum diangkat)."


"who?"rere sambil mengunyah snack.

__ADS_1


"boy andoko"


"panjang umur dia. Napa,gak lo angkat? Angkat lah."


"aku masih canggung untuk ngomong kembali."


"karena merasa bersalah? Atau bagaimana? "


"iyaa.,, merasa bersalah"


"ya elah! bukan salah lo kali,neng. Takdir yang buat gitu. Cepat lah angkat ,,gue malas dengar nada dering lo bunyi terus. Ganti napa itu nada dering!"


"kenapa emangnya?? gak suka gak usah dengar " aku masih belum angkat telpon.


"masa nada nya ,lagu "bau ketek"? hahaha" rere bahas topik lain.


Jika disambung ocehan si rere ini,,bakal lama selesai.


Pada akhirnya aku menjawab panggilan telepon boy.


"hallo,,ada apa ,boy? "


"hmm,,kabar baik.Tumben nelpon,ada apa? mau ngasih undangan kah?"


"haha,bukan lah. undangan apa coba? pacar aja belum ada. Itupun terakhir pacaran waktu sama kamu doang,,hehe."ucap boy


"oioioi,,jadi mau apa?"


"ish! kok ketus kali nanya nya. Aku mau ajak kamu ketemuan,boleh?"boy.


"ish! buat apa? ingat ,aku sudah nikah ,loh."


"iya ,tau. Bahkan nikah ampe 2x kan? becanda kok." boy


"mau perlu apa sih boy? by phone aja ngomong nya."


"mau ada aku omongin . Bentar aja kok. Sambil nongkrong diluar kan enak,hehe"boy.


"ya wes lah..dimana?"

__ADS_1


"di cafe aku tanpa mu butiran debu." boy.


"busheet!! melow banget itu nama cafe"


"ish! itu cafe baru disini, makanya jangan ketinggalan berita dunia,hahaha"boy.


"ya, sudah. Aku kesana, segera. Bye (menutup telepon) "


^^^Aku pun bergegas pergi dari rumah rere menuju ke cafe .^^^


Tiba di cafe,ternyata dia sudah ada di sana.


"hei,,aku sudah disini ,nih.Ngomong lah"


"Ntar dulu,kita pesan makanan dulu. Percuma kan kalau sudah di cafe. Mau makan apa,sei? Mie ayam? "boy


"apa aja deh."


Sehabis makan,,


"Gini,sei. Kamu tau kan aku sudah jadi dosen . Nah,di kampus aku ngajar,ada lowongan buat jadi dosen jurusan psikologi di sana. Kebetulan,dosen sebelumnya pindah ngajar ke luar kota. Jadi,aku mau kamu melamar di sana. Gimana?".


"Gimana ya ?? Aku masih ngurus toko bunga ku. Dan mesti ijin dulu ke arnold."


" itu pastilah. Seorang istri harus minta ijin ke suami. aku maklum. Dan,pasti arnold bakal menyetujuinya. Secara,itu kan buat kamu. Dan,toko,,kan bisa di handle sama karyawan kamu. Ada kan karyawan di sana?".


"ya,ada sih. Ya udahlah. Nanti aku kabari kamu. Aku harus ngomong dulu ke arnold. Btw,,i have to go. Masih ada urusan. Gak ada lagi kan yang mau di omongin?"


"hmm?? kapan terakhir kamu cebok?"boy dengan candaannya.


"sekarep mu lah mas!"


"Hahaha,,yalah..Sehat-sehat ya sei,,kalau ada masalah,aku masih ada kok" boy dengan senyuman manisnya.


"ada di toilet??"aku balas candaanya tadi.


"di hatimu,hahahaha"boy.


Ya begitulah boy. Masih seperti dulu.

__ADS_1


__ADS_2