Pernikahan Bebas

Pernikahan Bebas
Rere hamil


__ADS_3

...Di lain cerita,,,,...


...----------------...


Rere kemarin malam menelpon aku.


Dia menyuruh aku untuk singgah ke rumahnya.


Entah kenapa firasat ku tidak enak .


Soalnya,rere menelpon sambil menangis.


Paginya,aku bergegas cepat ke rumahnya.

__ADS_1


Disitu ,aku menemuinya sedang menangis sembari duduk di atas sofa....


"re,,kamu kenapa? Sepanjang hari ,kamu masih terus menangis. Ada apa,re? Aku sudah datang nih. Coba ,kamu ceritakan,siapa tau aku bisa membantu"


"seii,,,,,gue,, ,,"rere menangis keras.


"cuup,cup...jangan menangis terus. Coba tenangin diri dulu deh,baru kamu cerita. coba tarik nafas,,huuufftt (tarik nafas)" aku mencoba untuk menenangkannya.


"huuffff(tarik nafas)..ok,gue sudah mulai tenang. Sebenarnya,gue menangis sepanjang hari begini,,karena gue stress banget,sei. Gue hamil.."rere


"gue juga gak tau kalau gue sedang hamil. Gue hamil sudah 3 bulan,,,dan itu yang hamil in gue si boy pacar gue. Dan ,lebih parahnya lagi,,boy enggak mau bertanggung-jawab ,sei..Dia malah nyuruh gue tuk gugurin anak yang di dalam perut gue, jikalau gue masih mau tetap bersamanya. Gue jelas gak mau donk gugurin ini bayi. Gue akan tetap mempertahan bayi gue sampe lahiran dan sampe dia gede! Gue memilih untuk ngurus sendiri anak gue. Karena, pilihan gue begitu,,kami putus hubungan!"rere menangis kembali.


"alasannya apa dia gak mau bertanggung-jawab?"aku bertanya dengan ketidakmengertian ku.

__ADS_1


"alasannya,,,dia malu. Dia,gak mau ketahuan sama orang tuanya jika dia buat kesalahan besar,yaitu menghamili anak orang. Jika itu diketahui oleh orang tuanya,dia gak bakal dapat harta warisan kedua orang tuanya kelak. Makanya,dia memilih untuk tidak bertanggung-jawab dan meninggalkan gue..Gue,harus gimana,sei? Jika,nyokap bokap gue tau,,gue mesti gimana?? "rere dengan kesedihan sendunya.


"tenang dulu re,,rilex...Pertama,aku tersanjung dengan niat tulus mu untuk membesarkan bayi dalam kandungan mu sampe dia lahir dan besar. Dan kedua,,aku cuma ngasih saran aja. Kamu terima atau gak,aku sekedar bilang saja. Menurutku,lebih baik kamu jujur mengenai ini semua ke orangtuamu. Mau gimana jawabannya dari mereka nanti,,kamu terima aja kecuali gugurin bayi. Aku percaya,mereka tidak akan menyuruh putrinya untuk gugurin bayi yang dikandung putrinya. Orang tua tidak sekejam binatang,re. Walaupun ,diluar sana ada yg melebihi binatang,tapi itu cuma sedikit.Orang tua kamu baik menurut aku.Mereka pasti mengerti..Jujur lebih baik daripada tidak. Karena,jika kamu menutupi nya terus-menerus,,itu pasti ketahuan jua."ujar aku.


(disitu rere hanya terdiam saja)


"kamu sudah makan?? pasti belum. Ayok,makan dulu. Aku ada bawain makanan favorite mu.Re??"


"makasih sarannya,sei. Lebih baik jujur. Kalau misalnya,gue bakal putus hubungan keluarga juga,gue lebih baik menetap ke luar negeri,agar bisa tenang . Dan,fokus gue pun hanya buat bayi yg gue kandung saja...Besok,gue langsung ke rumah orang tua gue,,aihhh,,,nasib,nasib. Karena si nasib,gue jadi lapar,,hehehe".rere memulai untuk tenang kembali.


"Akhirnya, sifat kamu yang kocak itu kembali jua,"aku dengan candaan ku.


" hmmmm.. "

__ADS_1


"Nah,,harus begitu. Apapun masalah yang di hadapin,jangan lupa untuk tenangkan pikiran dan perut ."ucap aku.


Akhirnya,,rere yang aku kenal,,,semangat kembali.


__ADS_2