Pernikahan Idaman

Pernikahan Idaman
Part 2


__ADS_3

Aku bahkan tak bisa berkata-kata hanya, pelukan yang semakin ku eratkan dan mata yang berkaca-kaca.


Dia melepaskan pelukanku dan mulai menarik kursi untukku. Kududuk sambil terus menatap kearah meja yang telah dihias begitu cantik. Round table dengan bunga mawar pink ditengahnya serta lilin yang membuat suasana semakin romantis. Tak lupa beberapa kelopak mawar dibiarkan berserakan di atas meja. Mas Azka sangat tau jika aku menyukai mawar berwana lembut ini.


Tak lama waitress datang membawa makanan dan minuman yang rupanya sudah dipesankan oleh suamiku. 2 piring spaghetti bolognaise. Kami makan dalam hening tanpa berniat membuka obrolan. Aku seperti kehabisan kata-kata. Begitu pun mas Azka, dia makan sambil terkadang tersenyum melihatku. Membuatku semakin meleleh. setelah kami menghabiskan makanan utama, pelayan datang membawakan ice cream sebagai dessert. Ice cream chocolate untukku dan vanila untuk mas Azka. Mataku berbinar-binar saat menikmati makanan kesukaan ku ini. Belum lagi alunan musik yang mengalun lembut menambah suasana indah malam ini.


"Happy anniversary sayangku" Tangan mas Azka meraih tanganku dan menggenggamnya lembut. Sedetik kemudian dia melingkarkan cincin yang begitu cantik ke jariku.


"Oh sayang... Kamu mengingatnya. Aku bahkan lupa dengan hari bahagia kita. Maafkan aku" Jujurku merasa sedikit bersalah.


"Terimakasih banyak untuk semua kejutan ini. Aku sangat bahagia" Ingin sekali aku memeluk dan menciumnya berkali-kali jika tidak ingat ini ditempat umum.


"Kamu pantas mendapatkannya sayang. Terimakasih telah menjadi istri yang baik untukku dan ibu yang baik untuk anak-anak kita. Aku sangat beruntung memilikimu"


"Kamu mau memilihku dari sekian banyak lelaki yang melamarmu. Kamu mau bekerja membantuku yang mulai merintis karier ini untuk memenuhi kebutuhan kita. Hingga aku bisa sukses seperti sekarang. Sungguh beruntung aku memilikimu. I love you sayang". Dia mencium punggung tanganku dengan begitu lembut.


"Aku juga beruntung memiliki kamu mas. I love you too". Ku tatap matanya dalam. Begitu banyak kata yang ingin ku sampaikan untuk menggambarkan kebahagiaan ini. Tapi hanya mataku ya mampu berbicara banyak saat inj. Sedangkan lidahku terasa kelu.


Ya aku sangat beruntung memiliki kehidupan yang sempurna. Suami idaman yang memiliki wajah yang tampan, perhatian, setia dan tentu saja karier yang sukses. anak-anak yang menggemaskan, pekerjaanku yang juga tidak bisa dianggap remeh serta tubuh dan wajah yang masih sangat terawat diusia yang sudah menginjak kepala 3.


Sempurna

__ADS_1


Kata itu yang mungkin lebih cocok untuk anugrah yang kudapatkan sekarang. Idaman setiap wanita. Aku sungguh sangat-sangat bersyukur.


Oweeek... Oweeeek....


Aku tersentak tiba-tiba. Bayi siapa yang menangis pikirku. Sambil mengedarkan pandangan keseluruh penjuru restoran mencari asal suara.


Tak ketemukan ada bayi disini. Semua orang larut dalam perbincangan mereka masing-masing.


Oh apa cuma aku yang mendengar suara itu. Semakin lama semakin nyaring dan mulai memekakkan telinga.


Oweeeekkk... Oweeeekkkk.. Oweeeekkk


Bugghh... Bugghh...


"Rasti apa telingamu tuli! Anak sudah menangis meraung bisa-bisanya kamu tak bangun-bangun!" Teriak mertuaku dibalik pintu kamar kami masih sambil menggedor pintunya.


" Iya bu aku sudah bangun kok" Jawabku langsung menggendong Raisa anak bungsu ku yang sedang menangis.


"Sudah siang belum bangun juga... Jadi istri kok gak becus. Malah anaknya yang bangun duluan" Oceh mertua yang semakin menjauh dari pintu tapi masih bisa kudengar.


Kutarik nafas panjang dan melihat jam. Sudah jam 7 ternyata. Yah aku memang telat bangun hari ini. Mungkin karena mimpi indah itu membuatku tak ingin bangun.

__ADS_1


Samar-samar aku mencoba mengingat mimpi ku lagi. Memang sangat indah. Bisa mempunyai suami idaman, Anak-anak yang menggemaskan, karir yang cemerlang. Sungguh pernikahan idaman setiap wanita.


Aku menuju kedepan lemari yang terdapat cerminnya. Terlihat disana bayangan seorang perempuan dengan rambut acak-acakan, menggunakan daster yang lusuh dengan kerutan yang mulai terlihat. Sungguh berbanding terbalik dengan apa yang ada di mimpi sebelumnya.


Eiitsss jangan kira aku tak pernah cantik seperti di dalam mimpi. Aku pernah merasakan itu.Tubuh langsing, kulit putih dan terawat, pakaian rapi dan wangi, tas dan sepatu branded. Semua itu ku raih saat masih gadis, belum berstatuskan istri seperti sekarang ini.


Andaikan waktu bisa terulang!


Lalu ku menoleh kebelakang melihat suami yang masih tidur pulas bersama dua anak ku yang lain.


Kembali kumenarik nafas dalam-dalam. "Welcome to your real life Rasti" Seruku pada diri sendiri


Perkenalkan aku Rastika Sari. Seorang istri dan ibu dari 3 orang buah hati. Aku telah menikah selama 6 tahun dengan mas Azka. Anakku yang pertama bernama Rezi munandar berumur 5 tahun, yang kedua Rika Anggraini berumur 3 tahun dan sibungsu Raisa Kharisma berumur 10 bulan.


Yah mereka memang lahir berdekatan. Bukan direncanakan tapi memang sudah rezeki dari Allah, sehingga tak pernah ku sesali apapun yang terjadi setelah memiliki mereka. Walaupun roda kehidupanku sedang berada dibawah saat ini.


Sekarang aku hanyalah seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan, yang mengharapkan uang dari suami untuk memenuhi kebutuhan kami sekeluarga.


Sekarang? Lah emangnya dulu gak minta uang suami? Bukannya tugas suami itu menafkahi?


Harusnya. Tapi tidak bagiku.

__ADS_1


Inilah kisah hidupku.


__ADS_2