
"Nah ni ada uang. Katanya tadi gak ada uang. Kamu memang gak jujur ya sama mas" Tuding mas Azka padaku
"Ini tabungan Rezi mas, bukan uang aku"
"Oh punya abang ya. Papa minta ya nak untuk beli rokok nanti papa ganti" Tangan mas Azka mengambil pecahan Rp. 50.000,- dan langsung pergi
Baru aku hendak mengejarnya tapi Rezi melarang
"Nantikan papa ganti ma. Uang Rezi bisa banyak lagi" Jawabnya polos.
'Duh nak tak ada istilah papamu mau mengganti uang yang dia sebut pinjam' bathin ku.
Tapi biarlah malas aku mau ribut lagi.
Hari ini aku berniat mau menjual cincin satu-satunya milikku. Aku sudah kehabisan uang dan akal saat ini. Kasian anak-anakku. Aku ingin membelikan mereka makanan yang enak-enak. Lagian cincin nya juga jarang aku pakai jadi tak ada salahnya jika harus dijual.
Setelah keluar dari toko emas. Hatiku sangat bahagia...harga emas lagi naik, sehingga uang yang kudapat bisa untuk dua sampai tiga bulan kedepan. Akhhh...sudah lama rasanya tak memegang uang sebanyak ini. Sudah lama rasanya tak berburu makanan kesukaan. Kaki ini langsung kulangkahkan menuju food court terdekat serta alfamart ingin membelikan makanan kesukaan anak-anakku dan mertua serta tentu saja aku
Mas Azka?
Ah dia pikirkan saja sendiri. Kalau dia bisa masa bodoh dengan kebutuhan kami kenapa aku harus perduli dengan keperluan dia. Untuk pergi ini saja aku tak jujur pada dia. Apalagi kalau tau aku jual cincin bisa-bisa minta jatah untuk rokok dan paketnya. Rokok aja dipikirin perut anak tak dipikirin. Kesalku masih tak bisa hilang rasanya
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" Ucap ku saat sampai dirumah membawa dua kantong berisi makanan
"Waalaikumsalam.. Wah belanja banyak dek. Banyak duit ya. Bagi mas donk paket mas mau habis ini" Tanya mas yang sedang menyeruput kopinya sambil main gawainya dan merokok.
Oh indah sekali hidupnya. Seperti tak ada beban. Yah begitulah keseharian mas Azka saat ini.
"Lah katanya main handphone mu bisa menghasilkan uang. Ngapain minta ke aku. Ini sudah lebih dari tiga bulan mas" Sindirku
"Iya ni dek.. Bentar lagi uang mas bisa cair. Nanti kita belanja ya. Kamu mau beli apa dek" Jawabnya girang
"Alah dari dulu bilangnya gitu terus. Tapi sampai detik ini tak ada sepeserpun ada ditangan. Cuma dalam angan-anganmu itu uang. Capek aku mas mikirin cara menghabiskan uangmu yang masih dalam khayalan itu."
"Tunggu uangku banyak. Kutampar-tampar mulutmu pakai uang itu nanti"
Maaf mas bukan aku mau merendahkanmu atau tak menghargaimu. Tapi aku berharap berfikirlah realistis. Mungkin memang dengan bermain handphone mu bisa menghasilkan uang tapi itu jangka panjang. Sedangkan kehidupan berjalan terus. Ada perut yang harus diisi setiap hari tak bisa ditunda.
"Wah apa itu ma? " Tanya Rezi saat aku mulai membuka kantong belanjaanku dan mulai membagikan pada mereka makanan kesukaan mereka.
"Ini untuk mama" Kuserahkan kantong yang berisi sop daging dan opor ayam kampung pada mertuaku saat dia datang dari dapur.
"Wah untuk nenek ada juga ya" Saat dia melihat isinya ku lihat rona bahagia di wajahnya. Yah walaupun dia bukan mertua idaman setidaknya dia juga bukan mertua yang dzalim seperti di sinetron-sinetron.
__ADS_1
"Ini pasti enak rista. Maksih ya"
"Iya ma" Kulihat anak-anakku yang mulai makan dengan lahap dan bahagia. Sesimple ini membuat mereka bahagia padahal, tapi kenapa rasanya terasa sulit sekali sekarang ini.
"Wah makan enak ini. Mas punya mana sayang. Mas juga lapar ini lo?" Mas Azka datang sambil membawa gelas kopi kosongnya
"Gak ada mas. Cuma untuk anak-anak aja sama mama. Aku aja gak dapat mas" Bohongku. Padahal aku sudah makan duluan tadi sebelum pulang
"Loh kok bisa. Memang kamu dapat dari mana makanan sebanyak ini. Jangan bilang kamu nyuri ya. Ingat dosa dek"
"Astaghfirullah mas... Tu mulut lemes banget kaya mak mak. Dikira aku pencuri apa''
" Lah terus.. Mana enak-enak banget lagi makanannya. Bagi papa donk bang" Rayunya pada Rezi
"Ih gak mau papa... Itu punya rezi. Beli aja sendiri"
"Ha.. Haa... Haaa.. Makanya cari duit biar bisa makan enak" Sindirku sambil berlalu kekamar hendak mengganti baju
"Mulai deh kamu tu... Kamu belum jujur lo dek dari mana kamu dapat uang buat beli makanan itu sebanyak itu"
Sebenarnya apa yang kubeli bukannya makanan yang mewah. Belanja tadi hanya menghabiskan sekitar dua ratus ribuan. Tapi untuk kondisi sekarang nominal segitu sangat banyak.
__ADS_1
"Tadi dijalan kepasar aku jumpa temen kuliahku. Sudah lama gak ketemu. Dia sudah sukses sekarang. Dia yang membelikan semua itu"
Maaf mas aku harus berbohong. Sebenarnya tidak seluruhnya karena memang tadi aku sempat bertemu dengan Mela. Tapi hanya tanya-tanya kabar dan tukaran nomor.