Pernikahan Manis

Pernikahan Manis
12


__ADS_3

Setelah itu,mereka pulang ke rumah.dan manda langsung bersandar di sofa ruang tv setibanya di rumah.rangga hanya tersenyum kecil melihat manda yang kecapean.


"nih!".ujar rangga sembari memberikan sebuah gelas berisi minuman.


"buat aku?".tanya manda sembari menunjuk dirinya.


"iya lahh..".


"makasih mas..".


setelah minuman untuk manda di terima oleh manda,rangga pun duduk di sebelahnya.


"besok kita lanjut yak?".


"besok aku sekolah mas..".


"yaudah hari minggu".


"hari minggu aku ada less buat uji komputer".


"soal less aku bisa jadi guru less kamu".


"tapi kan mas rangga kerja?".


"bisa di atur".


"yaudah deh..".


setelah kalah berdebat dengan rangga,manda membuka handphonenya lalu membuka aplikasi WhatsApp.


"harusnya ada nomer yang tidak kenal nge chat aku..kan itu nomernya mas rangga..tapi kok gak ada yak?".batinnya keheranan.karna ia sedang menunggu chat dari rangga.


rangga pun tahu kalo manda sedang menunggu chat darinya.


"sebenernya yang pengen nomer aku itu siapa sih?".tanya rangga tiba-tiba.


"mm aku mas".


"kamu doang?".tanya rangga menyelidik.


manda pun terdiam.karna sejujurnya imel pun menginginkan nomernya rangga.


"mm temen aku juga ada yang mau mas..".ucap manda terbata-bata.


"sini ponsel mu!".ucap rangga sembari menemprakan telapak tangannya.


"mau apa?".


"katanya mau nomer aku..".


"oh iya iya!nih!".ucap manda dengan girang sembari memberikan ponselnya ke rangga.


rangga pun mulai membuka aplikasi WhatsApp yang ada di ponselnya manda.segeralah ia mencatat nomer handphone nya rangga.namun itu bukan akhirnya.


"siapa nama kontak temanmu yang ingin nomer handphone ku?".tanya rangga ke manda.


"Sherin Imelda mas..".


setelah mengetahui jawaban dari manda,rangga segera mencari nama kontak yang di sebutkan manda tadi.setelah ketemu,ia segera mengirim chat kepada imel yaitu mengirim nomer handphone manajer kantornya yang tidak lain adalah temannya rangga.


"gak papa lah aku kasih nomernya Harris,toh kan dia masih jomblo juga".batin rangga sembari mencatat nomer telponnya harris,temannya ke dalam chat imel.setelah terkirim,imel langsung membacanya dan membalasnya.karna kebetulan,dia sedang online.


____________________________________


Imel:Ini nomer siapa Nda?".


Manda:"itu nomer yang kamu


inginkan".


imel:"maksud kamu,ini nomer kak rangga?😲".


manda:"menurut kamu?".

__ADS_1


imel:"yaampun Nda,thanks yak?".


____________________________________


setelah selesai chatan dengan imel,rangga mengembalikan ponselnya ke manda.


"udah?".tanya manda.


rangga pun menganggukan kepala.


"makasih yak mas?".


"iya!tapi aku ngasih nomer ke temen kamu itu,bukan nomer aku..itu nomer menajer ku yang tidak lain adalah temanku.kamu jangan pernah memberikan nomer handphone ku pada siapapun.".peringat rangga kepada manda.


"memangnya kenapa?".tanya mamda penasaran.


"turuti saja..".


"iya mas..".


setelah lama berada di hadapan televisi,rangga pun laparr dan segera merengek ke manda untuk meminta makan.


"Nda?masak gihh..aku laperr".ucap rangga sembari menyenderkan kepalanya di tangan manda.


"kamu mau di masain apa?".tanya manda dengan sigap.


"kalo bisa sih,aku pengen di masakin ayam sambal kayak dulu itu..bikinan ibu kamu".


"mm kalo itu sih,aku kurang tau resepnya mas..".


"tidak apa-apa,masaklah sesuka hatimu..enak atau tidak,aku akan memakannya".


"yaudah bentar aku masak dulu".


kemudian,manda mulai berjalan dari ruang tv,ke dapur.dan setelah di dapur ia mulai membuka kulkas,dan mengambil 4 potong paha ayam dan segera ia cuci lalu di taro di wadah yang sudah di taburi bumbu agar bau amis ayamnya tidak terlalu tercium.setelah itu,ia mulai memblender beberapa cabai,bawang putih,bawang merah,dan bahan-bahan lainnya lagi.setelah halus,ia mulai mengambil teflon dan di taro di atas kompor,lalu menaruhkan sedikit minyak sayur,dan segeralah ia menumis bumbunya..dan di kompor yang satu lagi,ia menambahkan setengah botol minyak ke wajan,dan setelah minyaknya agak panas,ia mulai menggoreng ayamnya.tumisan bumbu yang sebentar lagi matang itu,menimbulkan aroma yang melekat di hidung.sehingga manda beberapa kali bersin karna aroma yang menyegrak di lubang hidungnya.setelah bumbunya matang,ia tetap mendiamkan bumbunya di teflon.dan setelah ayamnya matang,ia memindahkan ayamnya ke teflon yang ada tumisan bumbu..lalu segeralah di aduk dan setelah itu di taro di piring dan di sajikan di meja makan.setelah makanannya sudah ada di meja makan,manda kembali ke ruang tv untuk memanggil rangga.


"mas makanannya udah siap!".ucap manda.


"mas?kalo makanannya ada yang kurang rasa,atau apalah itu..aku minta maaf yah?".ucap manda di sela-sela makannya.


"kamu masih ingat ucapanku sebelum kamu masak?".tanya rangga.


"ingat sih..tapi aku takutnya,itu cuma omongan doang.".


"kamu kira aku ini cowok macam apa?ucapan yang aku ucapkan dengan lisan aku sendiri,itu tidak akan aku langgar!".


"syukur deh kalo gitu".


setelah selesai berbincang di pertebgahan makan,suasana menjadi hening kembali..hanya tedengar suara kunyahan,suara sendok terkena piring,dan legukan air.


"soal rencana kita yang akan bercerai,tak usah kita jalankan!".ujar rangga tiba-tiba memecahkan keheningan di antara keduanya.


dan tentu saja hal yang di ucapkan rangga itu membuat manda bertanya-tanya dan heran kenapa rangga membatalkan rencananya.


"kenapa mas ngomongnya gitu?".tanya manda.


"kamu mau jadi janda muda?".tanya rangga balik.


manda menggelengkan kepalanya.


"ya sudah kita batalkan saja".


Manda hanya mengangguk nurut.walaupun hatinya masih bertanya kenapa rangga tau semuanya kalo ia tidak mau menjadi janda muda.


setelah makan selesai,seperti biasa manda mencuci piring bekas makan dan masaknya.lalu,rangga kembali menonton tv.sementara manda,ia masih penasaran rangga tau darimana soal itu.dan setelah piringnya di susun kembali ke tempatnya,ia baru teringat sesuatu.


"ohh iyaa..mas rangga waktu itu ngambil buku diary aku.aku rasa,dia baca semua catatan aku".ucap manda mengingat.


setelah itu,ia menghampiri rangga di sofa ruang tv dan duduk di sampingnya.


"mas aku mau tanya".ucap manda dengan wajah cemberut.


"ngomong aja!".jawab rangga sembari memindah-mindahkan channel televisi.

__ADS_1


"mas baca semua buku diary aku?".tanya manda.


"menurut kamu?".tanya rangga dengan mata yang fokus ke layar televisi.


"yak menurut aku,iya mas baca!karna kalo enggak,mana bisa mas tau soal itu..dan mas juga punya nomer handphone aku".tebak manda.


"ya sudah kalo menurut kamu kayak gitu".


"tapi mas jawab dong iya apa enggak?".


"pikir aja sendiri".


"iiiiiiiih mas rangga ngebelin banget sih!".ucap manda dengan geram sembari mencubit pinggangnya rangga dengan kencang.


"aaww".jerit rangga pelan.


"makanya,kalo di tanya itu yang bener jawabnya!".protes manda sembari beranjak berdiri dari duduknya.


dan ketika manda hendak melangkah,rangga menarik tangannya,sehingga manda jatuh di pangkuan rangga.


"kamu tuh gak punya rasa berdosa banget yak?udah nyubit pinggang aku sampai sakit kayak gini,abis itu mau pergi ninggalin aku?emang yak wanita selalu aja kayak gitu!".protes rangga sembari memeluk manda yang berada di atas pangkuannya.sementara itu,manda sangat deg deg an dengan dirinya yang berada di atas pangkuan rangga.


"maafin aku mass..".ucap manda ketakutan dan hampir menangis.


"aku gak ngerti yahh sama cewek..dia yang ngelakuin kesalahan,dia juga yang ingin menangis".ujar rangga sedikit menyindir manda yang hampir menangis.


"maafin aku mas..kamu nya juga sih yang gak serius kalo di tanya".ucap manda membela diri.


"yak masa kamu gak bisa mahamin sih?".


"tau ah!mas rangga egois banget!".ucap manda sembari melepas pelukan rangga,lalu dia berlari menuju ke kamarnya.rangga pun mulai panik takut manda nangis lagi.ia pun segera mematikan televisi,dan menyusuli manda menaiki tangga menuju kamarnya.tapi,manda tidak masuk ke kamarnya,dia masuk ke kamar yang berada di samping kiri kamarnya.setelah masuk ke dalam kamar itu,manda pun menguncinya.dan rangga telah ada di depan pintu kamarnya.


"pasti di kunci!".batinnya menebak.


lalu,rangga mulai memutar gagang pintu,dan ternyata tidak di kunci.ia pun segera masuk,dan berharap manda tidak menangis di dalam sana.namun setelah ia masuk,manda tidak ada di kamar itu.


"kemana dia?perasaan tadi kesini!".ucap rangga sambil celingak-celinguk mencari manda.


sedangkan manda,dia menangis di kamar satunya lagi.


"pernikahan macam apa ini?yang hanya ada keegoisan suamiku sendiri!".batinnya sembari menangis.


sementara itu,rangga masih mencari manda di sekitaran kamar.dan setelah rangga mencari manda,tidak ada hasil apapun.dan beberapa detik dia berfikir,akhirnya rangga mempunyai ide agar bisa tau keberadaan manda.


"cek cctv aja".ucapnya.


lalu,rangga mulai mengambil laptopnya,dan segeralah ia melihat cctv itu.dan terlihatlah manda yang sedang tengkurap di kasur di kamar sebelah kiri.


"tuh kan kayaknya nangis lagi!".ucapnya sembari menutup kembali laptopnya.


kemudian,dia keluar dari kamarnya,dan menuju kamar yang saat ini di tempati manda.


"Nda?buka dong Nda!".ucap rangga sembari mengetuk pintu kamar itu.


namun,beberapa kali ketukan pintu,tak ada sautan apapun dari dalam kamar.


rangga pun semakin panik dan takut terjadi apa-apa didalam.lalu,rangga segera mencari kunci cadangan.dan setelah ketemu,ia langsung membuka pintunya.


"Nda?".ucap rangga sembari berjalan menghampiri manda di kasur yang sedang tengkurap.


namun,setelah rangga ada di samping manda,manda tidak bergerak sama sekali.


rangga pun menggoyangkan tubuhnya,dan ternyata manda tertidur karna kelelahan nangis.


"bikin kaget aja!".ucapnya pelan.


kemudian,rangga mengangkat manda dan membawanya ke kamarnya.lalu,membaringkannya di ranjang.


dan setelah manda terbaring,ia pun ikutan berbaring di sampingnya lalu memeluknya dengan lembut.


"maafin aku yak Nda?aku gak bermaksud bikin kamu terpukul dan tidak bahagia dalam pernikahan ini,aku hanya ingin mendidik kamu menjadi seorang istri yang aku inginkan".ucapnya sembari mengelus-ngelus pipinya.


kemudian,ia pun ikutan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2