Pernikahan Manis

Pernikahan Manis
21


__ADS_3

Mendengar kabar mengejutkan itu,Rangga pun panik dan lemas akan kondisi Amanda.lalu,dengan tergesa-gesa,Rangga pun memanggil asistennya untuk melanjutkan pekerjaannya,karena ia harus dengan segera ke Rumah Sakit.


Tibanya di Rumah Sakit,Rangga pun menemui suster untuk menanyakan kamar rawat Amanda.setelah mengetahuinya,Rangga pun menuju ruangan itu dengan sangat cepat,sampai ia hampir saja terpeleset saking cepatnya ia berlari.


Tibanya di depan pintu ruangan,kebetulan ada Dokter yang baru saja selesai memeriksa kondisi Amanda.


"Dok?Bagaimana kondisi Amanda?".Tanya Rangga cemas.


"Maaf,anda keluarga dari pasien?".


"saya suaminya Dok..gimana kondisi istri saya?".


"maaf pak,dengan sangat terpaksa,saya harus memberi tahukan kabar buruk ini,bahwa istri bapak mengalami koma,saat ini beliau beluk melewati masa kritisnya..akibat sebuah pentalan tubuh,dan benturan keras di kepalanya,menyebabkan istri bapak banyak mengeluarkan darah,itulah sebabnya,istri bapak saat ini dalam kondisi kritis dan koma.mohon doanya,untuk kesembuhan istrinya".Ujar Dokter memberi tahukan kondisi Amanda.


Mendengar kabar itu,Rangga sangat terpukul,dan menangis.lalu,ia pun memasuki ruangan,untuk menemui Amanda yang terbaring lemah di ranjang nya.Rangga pun duduk di kursi tepi ranjang,dan menggenggam tangan Amanda,seraya menciumnya.

__ADS_1


"Kenapa ini harus terjadi?kamu gak boleh sakit Nda.mkamu harus sadar,ada aku yang butuh kamu..kalo kamu sakit,aku akan kesepian..bangun Nda..bangun,ini aku".Ucap Rangga seraya menangis.


Tidak lama,keluarganya pun datang,karena tadi Rangga menyempatkan waktunya untuk mengabari orang tua Amanda,dan juga orang tua Rangga.ibunda Amanda juga sangat terpukul melihat kondisi anak tunggalnya itu.


"Rangga?apa yang sudah terjadi,sampai Manda seperti ini?".Tanya ibu nya Amanda.


"Rangga juga gak tau bu,semua salah aku..kalo aja aku gak ngebiarin pulang sendiri,mungkin Amanda gak akan kecelakaan".


suasana saat ini,di penuhi kekecewaan dan tangisan..Rangga masih berharap,bahwa sebentar lagi Amanda akan sadar dan melewati masa kritisnya..namun,sudah lebih dari 4 jam,kondisi Amanda masih saja sama.Rangga pun tidak tahu lagi harus bagaimana,karena usaha Dokter pun tidak ada kemajuan.kemudian,Rangga memutuskan untuk pulang sementara mengambil perlengkapan untuk ia menginap di Rumah Sakit.


Keesokan harinya,Rangga bekerja tanpa sarapan.entah kenapa ia sangat teringin makan masakan Amanda,meskipun beberapa karyawannya memberikan Rangga sarapan,namun Rangga tidak memakannya,meskipun ia terasa sangat lapar,karena dari kemarin,ia hanya memakan sebuah Roti,itu pun sangat kecil dan sedikit.


Di tengah fokusnya ia bekerja,tiba-tiba sebuah panggilan mengganggunya.saat terlihat,ternyata itu panggilan dari Rumah Sakit.Rangga pun segera mengangkatnya.


"Ada apa Dok?".

__ADS_1


"Pak Rangga,mohon datang segera!Istri bapak dalam kondisi darurat pak!".


Mendengar kabar menegangkan itu,Rangga pun bergegas untuk ke Rumah Sakit.dan saat tiba disana,kondisi Amanda malah semakin parah,bahkan Dokter mengatakan bahwa mereka sudah tidak sanggup.Rangga pun cemas dan emosi karena kewalahan Dokter yang tidak bisa menyembuhkan Amanda,malah membuat kondisinya semakin parah.


"Dokter ini gimana?kenapa kondisi istri saya bukannya membaik,malah semakin parah?saya mau,Dokter sembuhkan istri saya!".


"Maaf pak,kami sudah berusaha sekuat tenaga,namun tetap saja pak..".


tidak lama terdengar bunyi bedside monitor bunyi nya gawat darurat,saat Dokter lihat kondisi Amanda hampir memasuki garis lurus,yang akan di nyatakan meninggal.Rangga tidak diam saja,ia pun okut berusaha membantu Dokter,agar garis di Bedside monitor normal kembali.


"Manda?kamu harus bangun!ada aku yang masih membutuhkan kamu,Nda ayo bangun..aku gak mau kamu kayak gini,Nda denger akuuuuu".Ucap Rangga mencoba agar Amanda bisa normal kembali.


Dan alhasil....


lanjut pt 22 yak?yg mau lanjut,like dulu,abis itu follow IG ku@Sptyniiyaa11 dan akun noveltoon aku..makasihh selamat membaca,semoga suka dengan ceritanya..

__ADS_1


__ADS_2