
Kriiiing..
Alarm di kamarnya manda dan rangga berbunyi bersamaan.mereka pun bangunnya bareng,lalu mandi,dan bersiap untuk ke tempat tujuan masing-masing.
"nda?".ucap ibunya yang tiba-tiba ada di ambang pintu.
"iya?".jawab manda.
"kata bu lira,rangga setuju menikah dengan kamu!dan pernikahannya akan di laksanakan minggu depan!".ucap ibunya dengan wajah yang berseri-seri.
Namun,wajah manda terlihat berbeda.dia malah terlihat sedih dan murung.
"apa gak di undur lagi bu?aku masih pengen sekolah!".ucapnya dengan lirih.
"nda?ibu tau posisi kamu,tapi kamu harus terima!dan rangga itu mapan,sudah mandiri!jadi,soal uang dan keperluan kamu gak perlu khawatir".
"bukan soal harta dan kemapanan rangga bu!aku ini pengen lulus sekolah dan sukses..biar aku bisa mandiri gak ngandelin siapapun bu!".ucap manda sewott.
"sudahlah nda,mau di gugat seperti apapun lagi,pernikahan ini bakalan terlaksana!".ucap ibunya yang mulai pasrah dan tidak bisa mengucapkan kalimat apapun lagi untuk menenangkan manda.
Setelah itu,manda mulai berangkat ke sekolah.dia terlihat sangat tidak semangat.bahkan di kelas,ia banyak melamun.dan teman sekelasnya menghampiri dia,untuk memberi kabar bahwa teman sebangkunya tidak masuk hari ini.tapi dia tidak merespon ucapan temannya itu.dia masih dalam keadaan melamun.
"nda?nda?hey?nda?".tegur temannya sambil melambai-lambaikan tangan di hadapannya.namun itu tidak berhasil.manda masih tetap melamun.kemudian,temannya itu menepak pundaknya dan barulah dia sadar.
"eh tari!ada apa?".ucapnya sambil tersenyum kaku dan jadi salah tingkah.
Kemudian,tari duduk di sebelahnya.
"kamu kenapa nda?ada masalah?".tanya tari yang kayaknya tau kalo wajahnya manda sedang memiliki masalah.
"nggk kok tar!aku gak papa!".ucap manda dengan tampak strong padahal hatinya ambyar.tapi tetap saja,temannya itu tidak bisa di bohongi kalo manda sedang memilki masalah.
Karna memang kita itu bisa berbohong soal perasaan,namun percayalah bakal ada seseorang yang tau tentang perasaan kita sebenarnya.
"kamu gak usah boong nda!aku tau kok kamu punya masalah!".ucap tari sambil mengusap-ngusap pundaknya manda.lalu manda mengalihkan pembicaraannya.
"mm eh iya,kamu mau ngapain?".tanya manda kepada tari.
"ini nda,imel gak masuk sekolah!dia sakit".jawab tari.
"yaudah makasih yak tar infonya!".
"sama-sama!kalo gitu,aku tinggal yak?".
Manda menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Tari sudah kembali ke tempat duduknya,manda makin gelisah dengan tidak hadirnya imel.padahal dia pengen cerita ke imel soal pernikahannya.imel itu teman sebangkunya sekaligus sahabatnya.namun rumah mereka tidak saling dekat.jaraknya sekitar setengah jam.
¤¤
1 minggu kemudian..
Hari ini adalah hari pernikahan rangga dan manda.
Pagi hari,manda telah bangun untuk di rias wajah walaupun itu sangat terpaksa.begitu pun rangga,dia telah bangun pagi untuk bersiap.
Pernikahannya hanya di laksanakan di sebuah masjid.karna,kalo acara nya mewah,tentu semuanya akan tau pernikahan mereka.dan mereka tidak ingin hal itu terjadi.karna manda itu masih anak sekolahan,takutnya di kira cewek gak bener.
2 jam kemudian,rangga beserta kedua orangtuanya telah sampai di masjid.sedangkan keluarga manda,masih dalam perjalanan.manda dan rangga sama-sama deg deg an dan penasaran satu sama lain.karna sebelumnya,mereka tidak pernah ketemu.
Dan di hadapan rangga,sudah ada penghulu,dan di sampingnya juga ada para saksi.
Dan tidak lama setelah itu,manda dan orangtua nya sampai di masjid.manda terlihat sangat cantik dan anggun.mengenakan baju kebaya ala pernikahan sunda.dan kerudung yang senada dengan pakaian yang ia pakai di kepalanya.juga riasan make up yang natural dan flawless membuatnya terlihat semakin anggun.
manda dan orang tuanya mulai memasuki masjid.betapa berdebarnya jantung rangga melihat manda yang mulai menghampirinya di meja penghulu yang parasnya sangat cantik.
"ternyata mamah gak boong".batinnya dengan mata yang terus menatap ke arah manda.begitu pun manda,dia sangat gugup dan kaku setelah melihat rangga yang tengah duduk di bangku menghadap penghulu,manda terbelalak melihat ketampanan rangga di hadapannya yang mengenakan jas hitam dan kemeja berwarna putih.dengan kopeah hitam yang senada dengan wajahnya yang agak putih bersih.
__ADS_1
Lalu,manda mulai duduk di samping rangga.
"bisa kita mulai?".ucap pak penghulu.
"i-i-i-iya pak!".ucap rangga dengan gugup.
"silahkan menjaba tangan saya!".perintah pak penghulu kepada rangga sambil menyodorkan tangannya kepada rangga untuk di jaba.
Perlahan-lahan rangga mulai menjaba tangan pak penghulu sambil menarik nafas pelan.
manda yang melihat rangga gugup,ia juga ikutan gugup.
Setelah menarik nafas,rangga akhirnya berhasil menjaba tangan pak penghulu.
"saya nikahkan Rangga dinata putra binti bapak andre dinata dengan Amanda lira sofyani binti bapak sofyan wirawan dengan mas kawin emas seberat 8 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!".ucap pak penghulu.
Lalu,rangga mengulangi ucapan pak penghulu dengan gugup.
"sa-sa-saya terr-rima nik-kah dan kawinnya Amanda lira sofyani dengan mas kawin..".ucap rangga gelagapan dan nama ayah dari amanda tidak ia sebutkan karna ia sangat canggung.
"harap tenang yak rangga,mari kita ulangi".ucap pak penghulu yang mengetahui kalo rangga sangat gugup.
Kemudian,pak penghulu mengulang kembali ijab qobul nya.
Dan rangga mencoba kembali.
"saya terima nikah,dan kawinnya Amanda lira sofyani binti bapak sofyan wirawan dengan mas kawin seberat 8 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai!".ucap rangga dengan mulus tanpa hambatan.
Ia lulus dalam mengucapkan ijab qobul yang kedua kalinya.
"gimana para saksi sah?".tanya pak penghulu kepada para saksi disana yang terdiri dari orang tua mereka.
"saaaah!".sahut kedua orang tua rangga dan manda.
Kemudian,pak penghulu dan juga yang lainnya mulai membacakan do'a setelah itu pemakaian cincin kawin.
"tidak mengapa rangga!mamah tau kamu pasti malu!".ucap mamahnya yang membuat rangga menjadi salah tingkah.
Setelah itu,pernikahan telah selesai dan keluarganya manda juga keluarganya rangga turut bahagia karna nikahannya lancar walaupun ada sedikit kesalahan.
Namun,rangga dan manda sangat terlihat tidak bahagia bahkan senyum pun tidak.mereka benar-benar tidak menyambut pernikahannya sama sekali.
Tidak lama,manda terlihat pucat dan tubuhnya mulai sempoyongan,lalu dia pingsan di depan masjid setelah mereka ada di luar masjid.
Dan tentu saja semua yang ada di sana,panik dengan manda,termasuk rangga.ia ikut panik,namun kepanikan itu tidak terpancar di wajahnya.
"rangga?tolong kamu angkat manda dan bawa dia ke mobil!".perintah mamahnya kepada rangga.
Sontak,rangga melotot.
"aku?kok aku sih?".tanya rangga sewot.
"yak kamu kan suaminya!".ucap bu rina.
"iya iya!".ucap rangga dengan nada terpaksa.
Kemudian,dia mulai jongkok ke arah manda,dan mengangkatnya menuju mobil.
Dan disaat rangga mengangkat manda,ia tak sengaja melirik wajahnya manda yang tengah pingsan.
"cantik juga sih!tapi tetap saja aku tidak menginginkan pernikahan ini".batinnya sambil berjalan membawa manda ke dalam mobil.
Dan setelah di dalam mobil,manda akan di bawa ke rumah sakit,namun ibunya menolak.karna ia tau,manda hanya syok.jadi,manda dibawa ke rumahnya bu rina.
Setibanya di rumah,manda di baringkan di kursi lalu,ibunya mengoleslan kayu putih di sekitaran dada manda,juga ibunya menggosokan ibu jari dan jempol yang sudah di baluri kayu putih di daerah lubang hidung manda.
Beberapa menit,manda pun sadar.
__ADS_1
"aku dimana?".ucapnya dengan loyo.
"kamu ada di rumah bu rina.gimana?kamu udah enakan?".tanya ibunya.
Kemudian,manda mulai terbangun dari baringnya lalu ia duduk.
"aku gak papa kok bu?kita pulang aja yuk?".ajak manda ke ibunya.
"manda?kamu tidak boleh pulang ke rumah ibu kamu,kamu pulang ke rumah baru kalian!".ucap bu rina.
Mendengar hal itu,manda dan rangga mengucapkan hal yang sama sekaligus kompak.
"rumah kalian?".ucap rangga dan manda dengan heran.
"iya rumah kalian!mamah dan papah udah beliin rumah buat kalian tinggal!".ucap bu rina menjelaskan kembali.
Lalu,rangga dan manda mengucapkan hal yang sama kembali dan kompak kembali.
"apa?kita tinggal berdua gitu?no!aku gak mau!".ucap mereka bersamaan.
Dan orang tua mereka,justru malah mengetawakan tingkah laku mereka berdua.
"kalian tuh harus mandiri!gak boleh tinggal sama orang tua lagi!ini kunci rumahnya,dan ini sertifikatnya juga ini alamatnya".ucap bu rina sembari memberikan map dan kunci rumah.
Dengan terpaksa,mereka mau menurutinya.
Dan koper pakaian nya manda sudah ada di hadapan nya beserta buku-buku dan keperluannya.
Kopernya di bawakan pembantunya di rumah.
Setelah itu,mereka mulai pamit meninggalkan orang tua mereka di rumahnya bu rina.
Setelah berjalan keluar,rangga mulai memakirkan mobilnya dan memasukan barang-barangnya.
"masukin barang kamu!".perintah rangga kepada manda.
Setelah semuanya beres,mereka mulai mengunjungi rumah mereka yang tidak terlalu jauh dari rumah orang tuanya.
Setelah lumayan lama di mobil,akhirnya mereka tiba di rumah tersebut.setelah turun dari mobil,mereka menatap rumah itu dengan cengang dan merasa tidak percaya.
"ini beneran rumahnya?".ucap rangga sembari melihat kembali alamat rumah yang di berikan mamahnya.dan setelah di cek berkali-kali,memang benar,rumah yang kini ada di hadapan mereka,adalah rumahnya.mereka sangat tidak yakin kalo itu rumah yang di maksud.
Rumah itu terdiri dua tingkat dengan cat abu berpadu putih dan gold.gerbang rumahnya berpagar besi yang cukup tinggi dengan cat hitam dan dihiasi chat gold.
"besar banget rumahnya!apa bisa kita tinggal berdua di sini!".ucap manda kepada rangga sambil memandangi rumah itu dengan tatapan OMG.
"ya udah masuk aja yuk?".ajak rangga ke manda.
Setelah di dalam rumah,mereka makin tidak percaya.rumah sebesar ini,dengan lantai yang masih kotor,dan penuh sarang laba-laba di langit-langit rumah.
Dan mereka sudah tau apa yang harus di lakukan.
Yaitu membersihkan nya bersama-sama.
Tanpa melihat keadaan kamar,dan belum sempat merapikan barang-barangnya,mereka menyimpan kopernya masing-masing di kursi ruang tamu.lalu,segeralah mereka mulai membersihkan rumah sebesar itu berdua.
"mas rangga?tolong bersihin langit-langit dong!banyak sarang laba-laba,aku gak nyampe".perintah manda ke rangga di sela-sela pembersihan rumah.
Rangga pun mulai menaiki tangga dan membersihkannya menggunakan sapu khusus langit-langit.
3 jam berlalu,mereka belum selesai membersihkan rumah berdua.tanpa henti,mereka terus melanjutkannya sampai malam tiba.
Dan selesai sudah mereka menata rumah,membersihkan seisi rumah disana,
Manda mulai merebahkan tubuhnya di kursi dan menarik nafas lega.lalu,ia mulai menyatukan 10 jarinya dan mendorong nya ke depan sehingga terdengarlah suara"krek"pada jarinya.
Mungkin,karna terlalu lelah,manda tertidur di kursi,tanpa membereskan pakaiannya dahulu ke dalam lemari yang ada di kamar.sedangkan rangga,ia sudah mandi dan juga sudah merapikan pakaiannya ke dalam lemari.
__ADS_1