
Di perjalanan Alveen mengatakan bahwa orang tua Romi sedang di rumahnya,sudah lama menunggu romi di kontrakan tapi tak kunjung datang.
"Rom bapak lu ada di rumah gua,dia cari cari lu,ucap Alveen".
"hah yang bener lu Al,Romi terkejut".
"kasian bokap lu katanya nunggu di kontrakan lu lama banget Berjam jam lu gak ada juga,makanya gua cari lu,gua kasian sama bokap lu.ucap Alveen".
"lu gak bilang apa apa kan,terus nyokap lu bokap lu gmna,gak bilang apa apa kan,Romi panik".
"tenang aja gua gak bilang apa apa,bokap nyokap gua lagi gak ada di rumah,ucap Alveen".
"gua harus gmna Al gua takut,Romi bingung".
"saran gua sih Rom lu jujur aja di tutupin juga pasti ujung ujungnya ketauan,saran Alveen".
sampailah di rumah Alveen,tiba tiba ayah Romi tidak terlihat lagi langsung nampar wajah Romi,tamparan itu kuat sekali suaranya pun terdengar dengan jelas,kedua orang tua Alveen ternyata sudah pulang dan menceritakan semuanya.
"Rom kamu apa apaan menikah tidak kasih tau bapak,bapak masih hidup Rom,kamu anggap bapak apa,sambil berurai air mata ayah Romi mengatakannya".
"pernikahan ini tidak di sengaja pak,Romi terpaksa melakukannya,ujar romi".
"bapak sudah tahu semuanya,ibunya alveen sudah menceritakannya,kamu ceraikan wanita itu atau kamu jangan anggap lagi bapak ini bapakmu".
"tapi pak,ucap Romi".
"bapak ini sayang sama kamu Rom,bapak tidak mau kalau kamu menderita,kamu pulang kampung saja dengan bapak tidak usah di sini,ajak bapak".
"sekarang juga kamu ceraikan wanita itu,dia tidak pantas denganmu Rom,ucap ayah Romi".
"skrng juga kita harus ke rumah orang tua Diandra kita bereskan semuanya,ajak ayah romi".
__ADS_1
Romi hanya bisa menuruti ayahnya,mereka berdua bergegas menuju rumah orang tua Diandra,tak lupa Alveen pun ikut bersama mereka.
Di perjalanan tanpa sengaja Alveen dan Romi melihat Diandra bersama dengan bosnya yang bernama Agam seorang lelaki tampan tapi binal suka memikat wanita dan mengejar kepuasan,tampak begitu ceria dan romantis,Alveen langsung mengambil handphone nya dan memotretnya untuk barang bukti.
Romi memberitahu ayahnya wanita yang di lihatnya sedang bermesraan itu adalah istrinya,ayah Romi semakin marah dia sedih mengapa orang lain tega berbuat jahat pada anaknya.
Mereka bertiga melanjutkan perjalan ke tempat Diandra 15 menit kemudian mereka sampai di tempat Diandra,kebetulan orang tua Diandra sedang berada di rumahnya.
Alveen mengetuk pintu dan mengucapkan salam,di bukalah pintu oleh ibunya Diandra.
"assalamualaikum pak ibu perkenalkan saya bapaknya Romi,ayah Romi memperkenalkan diri".
"waalaikum salam pak,silahkan duduk,jawab ayah Diandra".
"maksud kedatangan saya kesini mau menjelaskan tentang pernikahan anak kita,saya mau pernikahan ini sampai di sini saja,saya tidak mau melihat anak saya menderita,bukankah anda seorang ayah, seorang ibu mengapa tega sama anak saya,mengapa Romi yang harus menanggung ini semua,saya tidak terima,ucap ayah Romi pelan tapi jelas".
"Maaf pak saya bukan untuk menyakiti hanya meminta tolong pada Romi,saya bingung harus minta tolong pada siapa,Jawab ayah Diandra".
"Anda sadar tidak sudah merusak masa depan anak saya,yang saya inginkan pernikahan yang resmi yang di hadiri oleh seluruh anggota keluarga bukan pernikahan seperti ini sembunyi sembunyi tanpa sepengetahuan saya,ujar ayah Romi".
"sy tidak mau mengadakan pesta dengan anak anda,sy ingin mereka bercerai toh ini hanya pernikahan siri,kalau anda ingin mengetahui seberapa buruk anak anda lihatlah fhoto ini".
ayah dan ibu Diandra melihatnya mereka syok sampai sampai ibu Diandra jatuh terkulai tak sadarkan diri.betapa malu dan terpukul atas kelakuan anaknya.
Alveen dan Romi membantu ayah Diandra membaringkan ibu Diandra di tempat tidur.
"Baiklah pak jika bapak mau seperti ini,saya sungguh malu atas kelakuan Diandra,saya meminta maaf pada bapak dan nak Romi,sekali lagi saya meminta maaf,ucap ayah Diandra dengan berurai air mata.
Ayah Diandra merasa malu,marah,tapi tidak bisa berbuat apa apa,dia merasa gagal dalam mendidik Diandra,dia bertekad jika Diandra pulang dia tidak mau mengakui kalau dia anaknya,sudah cukup kesedihan demi kesedihan yang dialaminya ulah anaknya Diandra.
Alveen Romi dan ayah Romi pamit pulang,dan mereka sekarang sudah tidak ada hubungan lagi,dan jika terjadi apa apa jangan hubungi anaknya lagi.
__ADS_1
Ayah Diandra hanya mengangguk sambil berurai air mata,di perjalan Alveen dan Romi serta ayahnya berpamitan,Romi di bawa ayahnya ke kampung halaman.
"nak Alveen bapak berterima kasih atas semuanya,nak Alveen sudah menjadi teman yang baik untuk Romi,bapak pamit y".
"sama sama pak,hati hati y di jalan,jawab Alveen".
"Al nanti kabarin y pas ka Rian nikah,gua mau datang Al,ucap Romi".
"bapak juga nak,bapak juga ingin ikut,ucap ayah Romi".
"siap pak,Romi,ucap Alveen".
mereka bertiga berpisah,dan saling melanjutkan ke tujuan masing masing.
Di tempat orang tua Diandra,mereka mengemasi barang Diandra sambil menangis tak habis pikir dengan Diandra.
Di tempat lain Diandra dan bosnya sedang bersenang senang,mereka tidak tahu bahwa keburukan mereka sudah terbongkar.
"sayang gobloknya suami kamu,mau maunya di bohongin kalau kamu pergi keluar kota padahal kita lagi bersenang senang disini,ucap bosnya Diandra".
"hahaha Diandra tertawa,saking gobloknya dia percaya percaya aja tanpa bertanya,ucap Diandra".
"kamu beruntung mempunyai suami yang goblok, hahaha,ucap bos Diandra".
"Tapi aku masih takut,takut istrimu tau sayang,ujar Diandra".
"santai aja dia gak bakal tau dia kan sama gobloknya dengan suamimu,ujar bos Diandra".
hahaha, mereka tertawa bersama tanpa di sadari istri dari bosnya sudah mengendus perlakuan suaminya,yang selama ini jarang di rumah dan betah di luar.
Istrinya curiga dengan gelagat dan alasan yang di katakan suaminya,istrinya bos Diandra seorang pemimpin tertinggi di perusahan dia bernama Evita,seorang wanita karir cantik,menawan,cerdas,pintar dalam berbagai usaha yg dia jalani.bos Diandra mendapat jabatan setelah menikah dengan Evita,tapi tanpa mereka sadari mereka sedang di awasi oleh suruhan dari Evita
__ADS_1
Evita pura pura tidak mengetahui padahal dia sudah curiga semenjak Diandra dekat dengan suaminya,Evita tidak merasa rugi kalo kalo suaminya nanti meninggalkannya.
Akan ku jadikan gembel kau Agam jiga berani kau mengkhianati ku,ku pungut kau dari tempat sampah akan ku kembalikan ke tempat semula,gumam Evita dalam hati dengan kerisauan dan kemarahan yang telah dilakukan suaminya.