Pernikahan Tanpa Cinta Berakhir Bahagia

Pernikahan Tanpa Cinta Berakhir Bahagia
Meminta Restu Abah dan umi


__ADS_3

Pagi pagi sekali terdengar gemuruh suara mobil,Nina terbangun langsung pergi ke jendela melihatnya ternyata Rian,Ada apa Rian sepagi ini datang,,gumam Nina dalam hati.


tok tok panggilan itu terdengar begitu nyaring dari luar pintu,nina berlari untuk membukanya.


"sayang ada apa sepagi ini kesini,tanya Nina".


"Aku kemarin denger kamu mau ke rumah orang tuamu,kebetulan ada temen yang mau gantiin pekerjaanku hari ini,jadi aku mau anter kamu sayang,ucap Rian".


"Baiklah sayang aku mandi dulu langsung siap siap,ucap Nina".


Tidak lupa Nina membangunkan Rere adiknya untuk bersiap pergi ke tempat orang tuanya,terlihat gembira akan segera bertemu kedua orang tuanya,selama ini Rere di asuh Nina dia pengobat di kala kesepian,Rere memang terlihat seperti anaknya Nina karena perbedaan usia yang sangat jauh.


Terlihat Nina sudah rapi mereka langsung pergi pagi itu juga supaya bebas dari kemacetan,kebetulan orang tua Nina berada di kota Banten tepatnya di Pandeglang,sepanjang jalan terlihat hamparan sawah yang sejuk dan indah memanjakan mata saat di perjalanan.


Di tengah jalan Rian menghentikan mobilnya dia terpesona pada gunung gunung di sana sungguh menakjubkan indahnya,setelah puas memandangi pemandangan perjalanan Rian melanjutkan perjalanannya.


Akhirnya mereka berdua tiba di rumah orang tua Nina.


"tok,,tok,,tok,, assalamualaikum,ucap Nina".


"waalaikum salam,Nina Alhamdulillah kamu pulang nak,umi kangen,ucap umi".


"Nina juga kangen umi,Nina memeluk umi".


"Na ini siapa,tanya umi".


"ini calon Nina umi,jawab Nina".

__ADS_1


Rere dari dari berdiri tidak ada yang menyapanya,Rere sedikit cemberut.


"Umi dari tadi Rere gak ada yang nanyain,ucap Rere.


"ya Allah ada Rere juga sahut umi,umi langsung memeluk nya, sebetulnya umi udah lihat Rere dari tadi cuma iseng pengen becandain,umi kangen banget sama Rere,ucap umi.


Umi langsung mempersilahkannya masuk,,tidak lupa Rian memberi salam pada ibunya Nina.


Nina masuk bersama Rian dan bertemu Abah,ayahnya Nina.Rian memperkenalkan dirinya,dan berniat mau melamarnya,Abah menanyakan sesuatu yang panjang seperti Rian lagi di wawancara,Abah tidak mau Nina di sakiti laki laki lagi,kegagalan pernikahan Nina sebelumnya menjadi kejadian pahit yang sulit di lupakan bagi keluarga Nina,memang semua itu kesalahan Abah dan umi yang terlalu terburu buru menikahkan Nina.


setelah menjelaskan niatnya panjang lebar akhirnya Abah dan umi merestui hubungan Nina dan Rian,Abah pun menanyakan kapan keluarga akan datang untuk melamarnya.


Rian merasa lega kedua orang tua Nina menerimanya,sudah tidak ada halangan lagi Rian akan segera merundingkan kapan secara Resmi melamar Nina.


Rian pamit pulang pergi kembali ke tempat asalnya tapi tidak dengan Nina,sementara ini dia akan menetap bersama kedua orang tuanya,Rere akan tinggal bersama kembali dengan kedua orang tuanya,Rian di minta Nina untuk mengurus kepindahan sekolah Rere.


Alyssa sesungguhnya dulu aku menginginkanmu menikah denganku tapi kamu mengkhianati ku,tapi terimakasih kau sudah merubah kebahagiaan dalam hidupku,mungkin jika saat itu aku telat mengetahui ya entah apa yang terjadi.


semua kepedihan dan kekecewaan selama ini menjadi pelajaran hidup untukku alyssa.selamat tinggal Alyssa,kini aku bahagia dengan Nina.


tidak terasa Rian sudah di depan rumahnya,Rian menyapa ibunya,dia menceritakan semuanya pada ayah dan ibunya,kedua orang tuanya terlihat sangat bahagia mendengarnya.


Rian sekeluarga berencana melamar Nina 2 Minggu ke depan mereka tidak mau menunggu lama.


Hari hari terasa berat antara Jakarta dan Pandeglang,memendam rindu.setiap saat Nina selalu melihat ponselnya menunggu telepon dari Rian.pekerjaan Rian hari ini sibuk sekali dia belum sempat menghubungi Nina meski kangen melanda.


sore menjelang pekerjaan Rian selesai dia segera menghubungi Nina,meski baru kemarin bertemu tapi berasa berabad abad tidak melihatnya,mereka meluangkan kerinduannya melalu telepon.

__ADS_1


Alveen yang mendengar kakaknya akan segera melamar Nina,seketika itu dia punya ide bagaimana jika Lydia di ajak nanti bersama keluarganya,tapi bagaimana caranya dia masih 😕.tiba tiba dia terfikir pasti Nina bisa membantunya,Alveen segera menghubungi Nina meminta bantuan,Nina pun siap membantunya.


Nina langsung menghubungi Rian dan meminta Lydia di ajak bareng bersama keluarganya karena dia sahabat terbaiknya,dia pun tidak mau melewati momen bahagia tanpa sahabatnya.


Rian pun menyetujui permintaan Nina,Nina sudah mengatur segalanya agar Lydia bisa ikut bersama keluarga Rian,alveen sangat senang pujaannya akan ikut bersamanya,Alveen akan mengatur bagaimana supaya Lydia tidak ikut satu mobil bersama rombongan keluarganya,Alveen akan mengatur supaya Lydia bisa bersama menaiki motor kesayangan Alveen.


Rian meminta tolong pada kakaknya supaya apa yang di rencanakan nya berhasil.Lydia begitu bahagia mendengar sahabatnya akan segera menikah,begitu antusias mendengarnya.


Nina menghubungi Lydia supaya dia ikut bersama keluarga Rian,Lydia pun menyetujuinya,tidak lupa Nina mengirim kontak Alveen untuk di hubungi.


Lydia menghubungi Alveen meminta tolong supaya dia bisa ikut bersama ke tempat Nina,dengan senang hati Alveen menyetujuinya, padahal semua itu rencana Alveen supaya Lydia bisa ikut.


semenjak saat itu Alveen sering menghubungi Lydia dan mulai tumbuh benih benih cinta tapi keduanya masih malu malu mengakuinya.


Tidak lupa Alveen memberitahu kabar bahagia ini pada sahabatnya Romi,Romi pun turut senang mendengarnya,dia merengek minta ikut nanti jika melamar Nina,dia berfikir nanti di sana bisa bertemu jodohnya seperti Rian,Romi tergolong cowok Playboy,dia tidak bisa melihat gadis cantik langsung menggoda nya.


Alveen berencana pergi bersama Romi mengendarai motor,rencananya Alveen bersama Lydia,Romi bersama pacarnya.tapi Romi tidak jadi mengajak pacarnya a dia mau pergi sendiri saja,Romi berfikir ribet jika dia membawa kekasihnya.


Romi capek dengan tingkah pacarnya,selalu membesarkan masalah pengennya ngajak ribut terus,dia ikut Alveen sekalian melihat suasana baru,dia berharap mendapatkan jodoh di sana nanti.


"Al gua berharap nanti di sana dapet jodoh capek gua sama pacar gua ribut terus"ucap Romi".


"kasian rom pacar lu kalo di putusin,mungkin nanti dia berubah,lu yang sabar aja Rom,jawab Alveen.


"udah gak ada yang harus pertahankan Al capek gua,jawab Romi".


"semua tergantung lu Rom,lu yang rasain,gua gak bisa apa apa,ucap Alveen".

__ADS_1


Tiba tiba Romi di telepon seseorang Romi pun tidak mengenalnya yang ternyata dari rumah sakit memberitahu bahwa Diandra kekasihnya Romi masuk rumah sakit, walaupun Romi Diandra sering bertengkar tapi dia sebenarnya masih sayang.


__ADS_2