
"Jon kamu udah dapet bukti apa saja?,tanya evita".
" saya udah dapet semuanya bos,fhoto dan Vidio mesum mereka semua lengkap,videonya seru adegan panas semua seksi banget itu simpanan suaminya bos"celetuk Jonas".
" Diam kau Jonas,dia bukan suamiku lagi secepatnya aku akan urus ke pengadilan agama,aku udah muak dengan mereka,Evita terlihat sangat kesal".
"Tapi bos sebelum gugatan di layangkan permainkan dulu suami dan selingkuhannya itu,ucap Jonas".
"baiklah Jonas aku akan pura pura tidak tau dulu perselingkuhan mereka,aku tidak mau hartaku di ambil mas Agam,enak saja hartaku di pakai selingkuh dengan wanita liar itu,ucap Evita sedikit kesal".
jonas dan Evita pergi ke tempat masing masing menyudahi pembicaraannya.evita langsung pulang kerumahnya setibanya di rumah Agam sudah pulang terlihat santai seakan akan tidak terjadi apa2.
" Evita sayang kamu dari mana?,mas dari tadi nungguin kamu".
"aku dari salon mas,ucap Evita santai.
sebenarnya aku muak denganmu mas,ingin rasanya aku tampar mukamu,tunggulah kado perselingkuhan mu y mas,gumam Evita dalam hati.
Dasar wanita bodoh mau maunya aku bohongin di panggil sayang aja udah klepek,klepek,kamu gak tau aja mas mu ini punya wanita lain,sungguh enak punya dua wanita,yang satu untuk memuaskan ku di ranjang yang satu wanita pencetak uang bagiku,Agam agam pria beruntung,ucap Agam dalam hati.
"aku lelah mas mau tidur,cape hari ini kerjaan banyak,ujar Evita".
"bukanya perusahaan mas yang urus kenapa kamu cape habis kerja,emangnya kamu ngapain, tanya mas Agam?".
"oh itu anu maksud aku habis ngerjain tugas di rumah biasa beres beres rumah habis itu aku ke salon mas,capek banget,ujar Evita".
untung aku bisa ngelak mudah mudahan mas Agam gak curiga selama ini aku menyewa jasa detektif untuk membuntutinya,gumam Evita dalam hati".
"mas kira kamu abis ngapain,ya sudah istirahat kelihatannya kamu lelah banget,mas juga cape mau tidur".
aku kan seharian sama Diandra cape lah permainan Diandra di atas ranjang sungguh luar biasa,liar banget beda dengan Evita jika lagi tempur mirip patung diam saja tanpa perlawanan.
dreet,dreet ponsel Evita nyala ternyata pesan dari jonas,Evita langsung membukanya sesekali melihat suaminya takut takut kalo bangun,evita bergegas membaca dan langsung menghapusnya kembali takutnya nanti mas Agam kotak Katik ponsel evita.
bos ternyata Diandra sudah di ceraikan oleh suaminya,suaminya tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Diandra,dia sudah tau juga siapa yang menghamili Diandra,bos hati hati nanti pak Agam di ambil sama Diandra.
aduh Jonas kenapa mengirim pesan kesini,aku sudah kasih tau jangan mengirim pesan ke no ini,bisa habis nanti kalo ketauan,rencana yang telah aku susun hancur berantakan,pesan Evita terkirim.
__ADS_1
maaf bos saya lupa,di kira ini no yang biasa aku kirim,habis namanya sama cuma beda ujungnya doang.
oke aku mau tidur besok kita bicarakan lagi,aku ngantuk Jonas,ingat jangan kirim pesan apa apa lagi ke no ini,pesan dari Evita masuk ke ponsel Jonas.
Besoknya pagi pagi Evita sudah menyiapkan sarapan untuk Agam meski kesal dia tetap berusaha baik di depan agam,mas Agam pun bangun dan udah rapi siap sarapan,tapi tumben dia memakai baju biasa tidak formal dia tidak masuk kantor hari ini supaya Evita tidak curiga dan bisa menemaninya.
"mas kok kamu tidak ke kantor padahal ini bukan hari libur?tanya Evita".
"mas tidak kekantor sayang hari ini mas pengen seharian sama kamu boleh y?,pinta mas Agam".
Evita mengangguk tanda menyetujui,dasar buaya Empang kamu pikir aku tidak tau hari tidak masuk kantor kenapa,di satu sisi takut ketauan sama aku di sisi lain takut kan sama Diandra jika dia minta pertanggung jawaban,Diandra sudah di ceraikan,tidak ada lagi yang bisa di jadikan boneka oleh kalian,memangnya aku bodoh mau percaya sama kamu mas,ucap Evita dalam hati.
"ya sudah jika itu maunya mas tapi nanti siang antar aku belanja y,stok persediaan dapur kita udah habis nih,ucap Evita".
"oke sayang apa sih yang gak buat kamu,mas siap antar kamu kemana saja,ucap mas Agam".
hari udah siang Evita dan mas Agam siap pergi berbelanja di tengah perjalan ponsel mas Agam berbunyi.
mas kamu kok gak masuk kantor,kenapa mas gimana dengan kehamilanku siapa yang mau bertanggung jawab,aku sudah di usir bapak dari rumah,aku bingung mas mau kemana,mas balas pesanku ini.
mas Agam hanya membaca tanpa membalasnya,sebenarnya mas Agam ingin menemui Diandra tapi apalah daya hari ini dia lagi bersama Evita,mengapa sekarang bisa runyam kaya gini Diandra kok kamu jadi bodoh bisa bisanya di cerai suamimu yang tolol itu,lirih mas Agam dalam hati.
"Dari orang kantor nanyain kenapa mas gak masuk kantor,jawab mas Agam".
Evita hanya melongo mendengar jawaban mas Agam,pura pura mengiyakan padahal Evita tau kalo itu pesan dari Diandra.
Tidak terasa hari sudah sore Evita dan mas Agam segera mencari tempat makan karena perut sudah keroncongan,di parkirlah mobil di depan warung bakso,Evita tidak aneh-aneh soal makanan yang penting enak tidak perlu mewah dan mahal.
"mas teman aku Nina mau menikah denger denger bulan depan mas tapi undangan belum di sebar nanti kita datang y,gak enak dia teman baikku juga,ajak Evita".
"iya sayang mas pasti ada waktu buat kamu ,jawab mas Agam".
Di sela sela obrolan datanglah Diandra membawa koper berisikan baju baju.
"mas Agam Bu Evita,ucap Diandra".
mas Agam mendongak dan terkejut sampai sampai air minum yang dia pegang tumpah seperti maling yang ketauan.
__ADS_1
"hati hati mas kamu ini kenapa mas seperti maling aja kaget gitu,ini kan diandra karyawan kamu di kantor,ucap Evita".
"Diandra kamu ngapain bawa koper kaya gitu macam orang kabur atau di usir gitu,ucap Evita".
anu itu,,anu itu,,Diandra menjawab dengan kebingungan,,,saya di rumah sendirian orang tua saya pulang kampung sekarang saya mau menginap di rumah teman Bu.
"walah ngomong gitu aja ribet bener kaya apa aja,sini makan bareng kita kamu lapar kan,ajak Evita".
"gak usah lah dek ajak dia kita berdua aja makannya"ucap mas Agam".
"kenapa mas dia itu kan karyawan kita semestinya kita jangan sombong tidak mau makan bareng karyawan,jangan gitu mas kita sama sama manusia kita sama mas di mata Allah,ucap Evita".
"silahkan duduk aku y,ucap Evita".
"terima kasih Bu Evita,jawab Diandra pelan".
kena mental kan mas,sengaja aku suruh makan bareng kita supaya kamu gelisah takut ketauan belangnya,dasar buaya Empang,pengen aku jambak rambut jagung Diandra,dari penampilannya aja macam wanita malam pantas saja mas Agam tergoda.
Evita pamit ke toilet sengaja pengen tau apa reaksi mas Agam setelah ditinggal ke toilet,ngomong apa dia sama Diandra.
"apa-apan kamu ini diandra,ngapain kamu kesini?,beraninya kamu temui Evita,ucap mas Agam kesal".
"mas ponsel kamu susah di hubungi pesan yang aku kirim tidak kamu balas,aku bingung mau tinggal di mana aku sudah di usir bapak mas".
"oke Diandra sementara kamu cari dulu kontrakan Deket Deket kantor nanti kita cari solusi lain".
"mas solusi lain bagaimana aku tidak mau ya mas menikah lagi dengan orang lain,cukup Romi yang jadi korban kita,aku mau kamu yang tanggung jawab bukan orang lain,ucap Evita sambil ðŸ˜.
"kamu yang sabar Diandra usai dari ini aku nanti ke kontrakan kamu y,abis antar Evita pulang,kamu sekarang pergi y nanti Evita curiga kalo melihat kamu menangis,titah mas Agam".
"baiklah mas,bener y mas nanti kamu ke tempatku,rengek Diandra".
"iya sayang kamu pergi y sekarang,titah mas Agam".
keliatannya sandiwaranya sudah selesai saatnya aku kembali ke meja,dengan santai Evita duduk seolah olah tidak tau apa yang terjadi.
"mas Diandra ke mana,ko sudah pergi?,lah kok ini baksonya tidak dimakan mubasir ini makanan tidak di makan,ucap Evita".
__ADS_1
"sudahlah dek biarkan saja mungkin dia tidak lapar tadi dia ada yang tlf makanya buru buru pergi,mas bayar dulu y kamu tunggu di mobil,titah mas Agam".
Evita berjalan menuju mobil dengan santai sungguh senang melihat suaminya yang kalut pandai bersandiwara.