
Akhirnya pekerjaan pun selesai,Rian melihat jam di tangannya menunjukan jam 21:09 Rian langsung meninggalkan rumah sakit menuju rumah Nina,rindu sudah tak terbendung lagi Rian mengendarai mobil dengan kencang agar segera sampai di rumah Nina,15 menit berlalu akhirnya Rian tiba di rumah Nina.
Rian mengetuk pintu,tok tok tok,,tiba tiba Nina membukakan pintu dengan kaki yang sedikit pincang,Rian kaget ternyata betul apa yang di katakan alveen,Rian bersimpuh di hadapan Nina meminta maaf.
"Nina ada apa dengan kakimu,tanya Rian".
"tidak apa apa hanya sedikit keseleo jawab Nina".
"kamu dari mana saja,aku khawatir tiba bisa menghubungimu,tanya Nina".
"maaf Nina telah membuatmu khawatir,hari hari ini di rumah sakit lagi banyak pasien,jawab Rian".
"aku senang sekali kamu baik baik saja,,ucap Nina".
"Nina bagai bagaimana jika kita menikah saja,aku ingin selalu dekat denganmu,nanti jika terjadi sesuatu padamu aku ada di sampingmu Nina,Rian".
Bukan main kagetnya senang bercampur sedih terharu mendengar Rian melamarnya,,Nina diam mematung karena begitu gembiranya.tapi apakah Rian akan menerima dengan status Nina yang sudah janda,Nina tidak mau jika suatu saat nanti Rian mengungkitnya.
"Rian aku sangat senang kamu melamar ku,tapi apakah kamu terima dengan statusku aku Rian,Nina dengan berurai air mata mengatakannya".
"Aku serius Nina,aku tidak peduli dengan statusmu,aku yakin ingin menikah denganmu,aku tidak akan mengungkit apapun tentangmu".
"Benarkah Rian,aku lega mendengarnya,ucap Nina".
"jadi gimana kamu siap menikah denganku,Rian menanyakan kembali".
"Aku siap Rian,aku sungguh menyayangimu,ucap Nina.
sejak bertemu Rian langsung melamar Nina,hingga Nina lupa untuk membuatkan minuman,Rian pamit untuk pulang besok dia kembali menjenguk Rian.
"sayang aku pamit,Rian memeluk dan mencium Nina".
"sayang kamu langsung tidur y istirahat,aku mencintaimu,sebelum pulang Rian tidak lupa mengatakannya".
"Rian kamu hati hati y di jalannya ucap Nina".
Tapi Rian cemberut tidak mau di panggil Namanya,dia ingin Nina memanggil sayang seperti dirinya memanggilnya.
"sayang mulai sekarang aku juga ingin di panggil sayang olehmu,titah Rian".
"iya sayang mulai sekarang aku akan memanggilmu sayang,ucap Nina".
__ADS_1
Rian pergi dari rumah Nina menuju rumah orang tuanya Rian,karena dia dan Alveen masih satu rumah dengan orang tuanya.
Di tempat lain Alveen sedang nongkrong bersama Romi,Romi menceritakan kekasihnya yang matre,selalu meminta di ajak shoping,Romi tidak tahan dengan kekasihnya dia ingin mengakhiri hubungannya.
"Aku akan memutuskan pacarku dan aku akan mendekati Lydia,dia sungguh menggemaskan,ucap Romi".
Alveen kaget mendengarnya.
"Apa apaan lu Rom kok lu tega tikung gua,awas lu kalo Deketin Lydia,Lydia incaran gua,susah susah gua deketin lu mau juga.alveen sangat marah pada Romi".
"eits sabar sob gua kan cuma becanda,seneng gua ngerjain lu,kalaupun gua suka sama Lydia gua gak Bakalan deketin dia gua sadar itu incaran lu,jawab Romi sambil tertawa.
"Tapi manis juga y Lydia,canda Romi".
"apa,,,,,,Alveen kaget".
"gak gua becanda,masih aja kepancing,canda Romi".
"abis lu tega sih becandain gua kaya gitu,udah tau gua cinta mati sama Lydia,lu tega becandain,ucap Alveen.
"Al gua malam ini nginep di rumah lu y,gua males pulang,rengek Romi".
"kaya apa aja pake syarat segala,jawab Romi" .
"mau nginep di rumah gua gak,kalo gak nurut pulang lu jalan kaki sana,perintah Alveen".
"iya syaratnya apa,tanya Romi".
"lu gak boleh deketin Lydia titik,ucap Alveen".
"ya ampun segitunya,iya gua setuju kaya anak kecil lu,ayo kita pulang,ajak Romi".
Romi dan Alveen pun mengakhiri perdebatannya memutuskan pulang,sesampainya di rumah dia melihat Rian sedang duduk termenung sambil sesekali tersenyum.
"Al ada apa dengan kakakmu apa yang merasukinya duduk sambil tersenyum,bisik Romi".
"udah biarin lagi kasmaran kali,kasian kakak gua sedih terus,dia mungkin udah move on dari pacarnya dulu, sekarang mungkin ada penggantinya,jawab Alveen".
"lu tau siapa orangnya,tanya Romi".
"Nina temannya Lydia, Jawab Alveen".
__ADS_1
"anjir gua ketinggalan lagi,gua kira Nina bukan pacar ka Rian,ah melow nih gua,ini itu gak boleh,gumam Romi".
"udah ayo tidur ngapain dari tadi lu kepo terus,lu tidur di sofa y,ranjang gua kecil gak muat berdua".
"kaya gua gak tau aja biasanya gua tidur di sofa gak usah di kasih tau gua udah tau,Jawab Romi".
Alveen tidak bisa memejamkan matanya masih kepikiran kata kata Romi,takut kejadian Romi merebut Lydia darinya,terlihat Romi tidur pulas langsung ngorok,dasar kebo baru nyium bantal udah ngorok.
karena Alveen tidak bisa tidur dia keluar dari kamarnya bergabung dengan Rian.
"kak kok belum tidur,tanya Alveen".
"iya nih Kakak belum ngantuk,Al ada yang mau kakak omongin sama kamu,ucap Rian".
"ada apa kak,tanya Alveen".
"kakak udah melamar Nina,Nina juga sudah menerimanya,kakak tinggal kasih tau ayah dan ibu untuk melamar Nina secara resmi,ucap Rian.
"Selamat y kak Alveen turut senang mendengarnya,kapan ka melamar ke rumah Nina kita sekeluarga,tanya Alveen".
"nanti Kakak omongin dulu sama ayah ibu,jawab Alveen".
"mudah mudahan lancar y kak,Alveen tidur dulu ya,kakak juga tidur istirahat besok kan kakak kerja,ucap Alveen".
Besoknya ketika sarapan bersama,Rian mengutarakan niatnya pada semua anggota keluarga,semuanya merasa senang,Rian menjelaskan dengan siapa dia menikah dan apa status dari calon pengantin perempuan.
Ayah dan ibu Rian menyetujuinya,mereka tidak mempermasalahkan status yang penting Rian bahagia.ibu Rian menangis menitikkan air mata terharu.
Rian yang selama ini murung sedikit diam akhirnya senyumnya kembali,gadis mana yang membuat Rian kembali tersenyum,ibu Rian penasaran ingin bertemu.
..."Rian sebelum ibu melamarnya,bolehkah ibu bertemu dengan calon mu itu,ibu penasaran,ucap ibu"....
"boleh Bu,nanti Rian atur waktunya kapan ibu bertemu,Rian akan mengantarkan ibu bertemu calon mantu ibu,jawab Rian".
"Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu,ucap ibu sambil sedikit menangis".
ibu ingin bertemu ingin tau siapa gadis itu,apakah dia betul betul mencintai Rian atau hanya sebatas mempermainkannya,ibu takut apa yang terjadi dulu akan terjadi kembali.
setelah selesai makan terlihat Romi baru bangun tidur,dia tidak merasa malu pada semua orang,karena setiap dia menginap selalu begitu.
Ibu sudah menyiapkan sarapan untuk Romi, walaupun hanya sebatas teman dengan Alveen,ibu sangat menyayangi Romi.
__ADS_1