Pernikahan Yang Gagal

Pernikahan Yang Gagal
PROLOG


__ADS_3

Intan adalah gadis SMA dari keluarga yang ekonominya mulai maju pesat bisa di katakan orang kaya baru. Ayah Intan mendapatkan pekerjaan sebagai pemborong pertambangan perusahaan perorangan. Intan mempunyai dua adik yaitu Safira dan Bella. Safira duduk di bangku kelas 2 SMP dan Bella masih kelas 6 SD. Intan bersekolah di sekolah favorit yang cukup mahal waktu itu. Seperti kebanyakan siswa-siswi lain pada umumnya, ada salah satu murid di sekolah lain yang naksir dengan Intan, tapi Intan ngak peduli. Iya jatuh cinta kepada Intan karna iya bisa bernyanyi dengan main gitar, walau belum ahli.


Cowo yang naksir Intan adalah Doni, Doni adalah cowo dari sekolah lain, iya tau tentang Intan waktu ada acara pensi di sekolah Intan. Perkenalan mereka berawal pada waktu Intan selesai mengisi acara di pensi tersebut. Sebelum mengenal Intan, Doni mengenal teman band Intan yaitu Tristan, Boy, dan Natan. Doni adalah teman SMPnya Tristan, Boy, dan Natan. Doni meminta Tristan untuk mengenalkan iya dengan Intan. Akhirnya mereka berkenalan dan Tristan mengenalkan Intan kepada Doni, "Tan, kenalin ini temanku namanya Doni" sambil mengarahkan tangan ke Doni.


"Aku Doni, senang bertemu dengan kamu" Doni tersenyum dan berjabat tangan dengan Intan. "Aku Intan, sama-sama" sambil berjabat tangan dan bingung melihat Doni tersenyum riang gembira.


Doni adalah seorang cowo dari keluarga berada, di rumah iya di fasilitasi oleh orang tuanya studio musik.


Doni tiba-tiba menawarkan studio musiknya kepada Intan dengan maksud agar dekat dengan Intan, tiba-tiba Doni langsung bertanya saat usai sekolah di gerbang sekolah. "Tan, kamu mau ngk latihan band di studio ku sama band kamu?" kata Doni sambil tersenyum sendiri. "Maaf Don, aku ngak bisa" kata Intan. "Kenapa kok kamu ngak bisa?" dengan penasaraan Doni bertanya. "Ngak apa-apa Don, lain waktu ajah. aku masih banyak tugas sekolah minggu-minggu ini" alasan Intan kepada Doni. Intan menolak karna iya tau maksud dan tujuan Doni. Iya udah kalo gitu, aku pulang dulu iya tan" Pamit Doni.


Ternyata Doni tidak pulang begitu saja, Iya menemui Tristan dan menawarkan Tristan untuk latian band di studio milik Doni.


Doni bukan tipe cowo Intan, maka dari itu Intan tidak mau dengan ajakan Doni. Doni berusaha mendekati Intan dengan cara mengajak teman Intan untuk ngeband di studio milik Doni. "Tristan, mau ngak ngeband di studioku?" kata Doni sambil menelpon Tristan. "Iya boleh, tapi aku tanya ke teman-teman yang lainnya dulu, mereka mau atau ngk" kata Tristan.


"Oke, aku tunggu kabarnya iya tan" kata Doni. "Oke, thanks don" kata Tristan. Di esok harinya, Tristan bertemu dengan Intan di depan pintu kelas. Tristan menyapa dan mulai mengajak Intan. "Tan, bisa ngak nanti siang kita latihan band, tapi di studio Doni?" "ngak deh, trimaksi" kata Intan dengan nada jutek. "kenapa sih kamu kok jutek gitu? lagi PMS?" kata Tristan sambil ngoda Intan.


"Ngak apa-apa kok" jawab Intan dan langsung pergi meninggalkan Tristan. Tristan berlari mengejar Intan menanyakan alasannya. Tristan pun menarik Intan dan berhenti "ada apa sih kok kamu ngejar-ngejar gitu?" kata Intan sambil menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Aku itu tanya ke kamu, kenapa kamu kok menolak ajakan aku? padahal kan kita bisa ngirit uang jajan" kata Tristan. Akhirnya Intan menjelaskan alasannya untuk tidak berangkat ke studio Doni. "Aku tuh ngarasa ngak enak sama Doni, dia ingin dekat sama aku, karna dia suka sama aku, tapi aku ngk suka sama dia" jawab Intan.


"Kamu jangan ke gran Tan, siapa tau dia cuman ingin berteman baik sama kita-kita" jawab Tristan. "Kamu itu ngk bisa liyat, bagaimana orang suka sama kita atau ngk, iya udah deh aku males ngomong sama kamu" jawab Intan sambil meninggalkan Tristan.


Tristan bingung dengan omongan Intan, sambil berfikir dia mencoba menelpon Doni. "Hallo, Don, aku boleh tanya ngk?" tanya Tristan. "Tanya apa tan?" Kata Doni.


"Aku mau tanya, maksud kamu apa ngajak kita main ke studio kamu? Padahal aku dulu jadi teman kamu, ngk pernah kamu ajak main ke studio kamu, pasti kamu ada apa-apa ya? hayo ngaku, kamu suka kan sama Intan?" Kata Tristan.


Doni malu dan bingung mau jawab apa, akhirnya Doni beralasan kalo ada gangguan telp. "Halo, apa Tan? aku ngak denger, ngk ada sinyal" kata Doni sambil menutup telp. Tristan mulai curiga pada Doni.


"Ngaklah Tan, ngk mungkin aku suka teman kamu" sambil menyembunyikan perasaannya. "oh iya? trus kenapa kamu tiba-tiba ngundang kita, trus yang kamu undang dulu Intan? kenapa coba?" Tanya Tristan. "Aku tuh, kemarin kebetulan ketemu Intan, ya aku ajak dya sama kalian juga" Kata Doni. "Ohw gtu? iya udah lah, kirain kamu suka, kalo kamu suka sama dya, bilang ajah, ntar aku bantu'in" kata Tristan. "Iya-iya, aku pamit dulu ya, udah telat" jawab Doni dengan muka memerah. "Iya don" Jawab Tristan.


Kemudian Tristan telah sampai ke sekolah, saat akan memasuki kelas dan melewati lorong-lorong. Tristan bertemu Intan berjalan. "Tan, tunggu! aku mau ngomong bentat" kata Tristan menghentikan langkah Intan. Intan berhenti dan menjawab "Iya tan, ada apa?" kata Intan.


"Aku tadi bertemu dengan Doni, aku tanya dya suka sama kamu atau ngak, jawabnya ngk, jadi kita bisa donk ngeband di studio Doni?" kata Tristan. Intan pun menjawab "aku ngak janji iya".


Suatu hari, ada 2 orang pemuda perantau dari luar Jawa, mereka bekerja di Kota itu. Mereka adalah Boy, dan Bryan, mereka tinggal kost di depan rumah Intan. Dan mereka adalah saudara dari tetangga Intan.

__ADS_1


Suatu hari, Intan bermain gitar diteras rumah. Mereka berdua melihat permainan gitar Intan yang sangat jago. Waktu itu Safira hanya duduk sambil memperhatikan permainan gitar Intan. Tiba-tiba Boy dan Bryan menghampiri Intan dan Safira di teras rumah mereka. Mereka beralasan meminjam gitar kepada Intan. Intan pun meminjamkan gitarnya kepada Boy.


Sebelum meminjamkan gitarnya, Boy dan Bryan memperkenalkan diri kepada Intan dan Safira. "Hai mbk, aku Boy, dan ini saudara ku Bryan". sambil memperkenalkan Bryan. "Hai mbak aku Bryan" jawab Bryan. "Hai juga, aku Intan, dan ini adiku Safira" jawab Intan. "Hai mas, aku Safira" jawab Safira.


Pada sore itu sepulang sekolah tiba-tiba Bella dan ayahnya tiba dirumah. Tiap hari Bella pulang sore karena ada bimbel di sekolah. Dari kejauhan mereka terlihat dari jalan, Bella pun bertanya pada ayahnya "yah, itu siapa? kok ada 2 cowo di rumah" "itu sepertinya keponakannya tetangga sebelah yang ngekost didepan rumah kita". "Tapi kenapa iya yah mereka nyamperin kakak"? tanya Bella. "Mungkin mereka kesepian lagi nyari teman Bel, udahlah jangan berburuk sangka dulu" kata ayah Bella. Dengan wajah sinis dan mengucapkan salam Bella melewati kakak mereka yang berada di teras rumah "Assalamualaikum" salam Bella. "Walaikumsalam" jawab kakak Bella dan anak kost tersebut.


Tiba-tiba Safira ngeledekin Bella "tumben kamu kok cemberut, lagi PMS atau lagi kebanyakan tugas iya, heheheh" kat Safira. Bella pun menjawab "ngak apa-apa" sambil meninggalkan kakaknya menuju kamarnya.


Tiba-tiba ayah Bella memanggil Bella untuk segera makan siang, karna Bella tidak sempat untuk makan siang. "Bel, makan dulu, daritadi kamu kan tidak makan" kata ayah Bella. "Iya yah" sambil menuju mrja makan. "Yah, kenapa sih itu orang yang di depan itu main kesini, kayak ngk ada tempat ajah" kata Bella. "Sudahlah nak, biarin ajah, namanya juga orang nyari teman" kata ayah Bella. "Ngak mungkin lah yah, apalagi mereka itu cowo, iya kalau cewe gitu ngak apa-apa" kata Bella sambil juteknya. Setelah Bella selesai makan, Bella menuju ke kamarnya. Ayah Bella memanggilnya untuk segera mandi "Bel, mandi dulu udah sore". "Iya yah" jawab Bella.


Hari mulai sore dan kedua pemuda tersebut juga pulang ke kostannya."Permisi, pak saya mau pulang dulu" kata Boy. "Iya nak" jawab ayah Intan.


Mereka pun pulang, pada malam hari yang sunyi ketika Intan dan Safira duduk di teras tiba-tiba Boy muncul kembali untuk meminjam gitar. "Mbak, aku boleh pinjam gitarnya ngak?" tanya Boy. "Oh iya mas boleh" jawab Intan. "Aku bawa pulang iya mbak, besok aku kembalikan" kata Boy. "Iya mas ngak apa-apa, mas bawa ajah dulu" kata Intan. Boy pun membawa gitar ke kostannya, ke esokan harinya Boy memberikan gitarnya ke Intan. "Mbak, ini gitarnya aku kembalikan, trimakasi iya mbak" kata Boy. "Iya mas, sama-sama" jawab Intan.


Boy dan Bryan bekerja ikut Om nya di Kota, mereka sebagai kuli untuk membantu mengangkat mesin, dan serabutan disitu. Di sebelah tempat Boy dan Bryan ada kedai isi ulang air, dan yang menjaga kedai itu bernama Gilang. Gilang adalah pemuda yang berasal dari keluarga broken home, dan iya menghabiskan separuh waktunya untuk bekerja di luar jam sekolahnya. Gilang menjadi tulang punggung keluarganya untuk membantu ayahnya yang sudah tua. Sepulang sekolah, Gilang menjaga kedai tersebut. Tiba-tiba motor Intan mogok tepat di sekitar tempat kerja Boy dan Bryan. Waktu menunjukan pukul 13.00 wib, matahari mulai terik dan panas. Boy dan Bryan istirahat sejenak dan duduk di tempat kerja Gilang, sambil membantu Gilang jika ramai pembeli. Waktu itu kebetulan sepi di kedai Gilang. Dan dari kejauhan, Boy dan Bryan melihat Intan dan Safira menuntun motornya yang mogok. Intan dan Safira pun juga melihat Boy dan Bryan. Safira pun mulai bertanya kepada Intan "mbak, itu kan Boy dan Bryan, kok mereka ada disitu iya mbak? apa kerjanya disitu?" tanya Safira. "Iya Fir, sepertinya mereka kerja disitu, mungkin mereka lagi istirahat" jawab Intan. Ketika Boy dan Bryan melihat Intan dan Safira menuntut motor dengan capeknya, Boy pun kasian dan tiba-tiba Boy menghentikan langkah Intan dan Safira saat berjalan di deoan mereka. "Mbak Intan, kenapa kok dituntun, motornya kenapa?" tanya Boy. "Motor aku mogok mas, ngak tau kenapa bisa mogok" kata Intan. "Iya udah, mbak tunggu disini ajah dulu, aku bantu bawain ke bengkel iya mbak" kata Boy. "Iya mas trimaksi" kata Intan. Boy berjalan sambil menuntun motor Intan.


Tiba-tiba Gilang muncul dari rumahnya setelah selesai sekolah, Gilang melihat Safira dari kejauhan. Gilang pun bertanya pada Bryan "Yan, itu siapa, yang badannya kurus dan cantik" Kata Gilang. "oh itu, yang kurus itu adiknya mbak yang agak gemukan. Mbaknya namanya Intan sedangkan adiknya namanya Safira" kata Bryan. "Kamu kenal yan, aku kenalin donk yan" kata Gilang. "Iya deh aku kenalin" kata Bryan. Bryan dan Gilang menghampiri Intan dan Safira. "Mbak, ini temanku pengen kenalan sama mbak Intan dan mbak Safira, boleh ngk" kata Bryan. "Iya boleh" jawab Intan. "Mbak Intan dan mbak Safira kenalin ini teman aku namanya Gilang" kata Bryan. "Hai mbak, aku Gilang" sambil mengulurkan tangan. " Aku Intan dan ini adik aku Safira"Kata Intan. "Hai mas, aku Safira" kata Safira sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


__ADS_2