
Mereka pun tertidur saat mengerjakan tugas. Sementara Intan sedang asik berjalan dengan Boy, Boy memberikan sikap yang seakan-akan dia suka kepada Intan, padahal sebenarnya tidak. Intan pun mulai jatuh cinta kepada Boy, tetapi Intan tidak mau mengungkapkan karna iya baru kenal dan baru dekat. Hari mulai sore, Intan dan Boy pun menikmati pemandangan sunset sore itu. Setelah sunset tidak terlihat lagi dan berganti malam. Intan dan Boy pun pulang, mereka asik ngobrol di jalan, hingga ia tidak sadar kalau ada tetangganya Intan yaitu Ibu Ajeng melihat Intan dan Boy berboncengan berdua. Pada saat Intan menurunkan Boy ditempat ia menjemputnya, ada Ibu Nia yang dari kejauhan melihat mereka berdua. Kemudian Intan balik ke rumah, malam menunjukan pukul 19.00 wib. Intan sampai dirumah, dan di teras rumah ada ayah dan ibu sedang menunggu kedatangan Intan. Setelah Intan sampai dirumah, ia pun di tanyai oleh ayah. "Dari mana nak kok baru jam segini pulang?" Kata ayah. "Maaf yah, tadi abis main trus lupa kalau udah malam" kata Intan. "Ya sudah, kamu mandi dulu" kata ayah. "Iya yah" kata Intan, ia pun masuk kedalam rumah. Setelah Intan selesai mandi, ia melihat ayah, Ibu, Safira dan Bella sudah di meja makan untuk makan malam, dan hanya menunggu Intan untuk makan malam. Bella pun menyuruh kakaknya untuk segera makan "kak Intan, cepetan kesini (meja makan), kita nungguin kakak" kata Bella. "Iya" jawab Intan sambil menuju meja makan. Safira dan Bella pun penasaran kepada kakaknya yang tidak biasa pulang malam tanpa orangtua tau dan tanpa ia tau kemana kakaknya pergi, mereka pun bertanya "kakak darimana tadi? Kok pulang malam? Ayah sama ibu juga ngak tau kakak kemana" kata Bella. Intan pun menjawab "kakak habis jalan-jalan, kakak sebel tadi pagi gara-gara antar kalian sekolah kakak jadi terlambat pergi ke sekolahnya, jadi kakak jalan-jalan deh". Bella pun merasa bersalah "maaf ya kak, gara-gara kita kakak ngak sekolah hari ini". Intan pun menjawab "iya ngak apa-apa, lain kali jangan gitu lagi, kalau kalian gitu lagi, kakak ngak mau anter". Mereka berdua pun menjawab "iya kak". Saat Intan pulang malam, ayah dan ibunya pun tidak bisa memarahi karna ia tau kalau gara-gara adiknya, ia keluar jalan-jalan sampai lupa waktu. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu "tok, tok, tok". Ayah langsung membukakan pintunya dan ternyata Boy, Bryan, dan Gilang pun tiba-tiba datang. Ayah pun bertanya pada mereka "ada perlu apa kalian datang kesini?". "Kami cuman mau main ajah om, boleh ngak?" Kata Gilang. Ayahnya Intan pun menjawab "ohw gitu, iya ngak apa-apa, kebetulan saya dirumah". Ayahnya pun mempersilahkan duduk "silahkan duduk". Mereka pun menjawab "di teras ajah om, ngadem diluar kena angin". "Oh gitu, ya udah kalau gitu" kata ayah. Ayah memanggil Intan untuk dibuatkan minum buat mereka bertiga "tan, tolong buatin minum ya". Intan pun menjawab "iya yah". Intan menuju dapur dan segera membuatkan minuman untuk mereka bertiga. Setelah selesai membuatkan minum, Intan pun menuju teras depan untuk memberikan minuman tersebut. "Yah, ini minumnya ditaruh mana?" Kata Intan. Ayah pun menjawab "taruh diatas meja ajah tan". Intan pun meletakkan minuman tersebut diatas meja. Tiba-tiba Gilang bertanya kepada Intan "mbak, Safiranya kemana?". Intan pun menjawab "ada di dalam, bentar ya aku panggilin" Intan pun masuk kedalam memanggil Safira. Saat Gilang bertanya tentang Safira, Boy cemburu karna ia juga suka kepada Safira. Tapi, melihat Gilang suka dengan Safira, Boy memilih memendam perasaannya karna ia tidak mau berebut cewe dengan temannya sendiri. Intan dan Safira pun keluar dan ikut nongkrong barang ayah dan mereka bertiga. Mendengar diluar ramai, Bella pun merasa berisik dengan suara mereka, karna ia sedang belajar dan Bella menemukan soal yang ia tidak bisa menjawabnya. Bella mendengar ada suara Gilang ia pun keluar menuju teras. Disela-sela ngobrol tiba-tiba Bella muncul. "Eh, ada mas Gilang, mas tolong bantu aku ngerjain tugas ku donk, aku ngak paham ni" kata Bella. Safira pun menjawab "bantu jawabin apa bantu belajarnya? Bilang ajah males ngerjain". Bella pun menjawab "abis kalian semua berisik, aku kan ngak konsen ngerjain tugas aku yang susah". Gilang pun menjawab "iya sini aku bantuin ngerjain". Bella pun menyodorkan buku soal yang ia tidak piham. Setelah Gilang mengerjakan tugas Bella, Bella pun segera masuk kamar. Sebelum ia masuk kamar Bella tak lupa mengucapkan terimaksi kepada Gilang karna sudah membantunya "trimakasi iya mas, aku masuk dulu mau tidur biar besok ngak kesiangan" kata Bella. "Iya Bel" kata Gilang. Tiba-tiba Gilang menawarkan diri untuk mengantar sekolah Safira "Fir, besok aku boleh ngak antar kamu sekolah" kata Gilang. Safira pun menjawab "jangan antar berangkat mas, pulangnya ajah tapi aku tanya kakak ku dulu besok dia bisa jemput atau ngak" kata Safira. Gilang pun menjawab "ya udah kamu kabari aku nanti malam bisa atau ngaknya". Safira pun menjawab "ya mas nanti aku kabari". Waktu menunjukan pukul 21.00 wib, waktunya mereka istirahat karna besok mereka sekolah. Ayah pun mulai menyuruh mereka untuk pulang "maaf ya sebelumnya, kalian ngak balik? Udah malam, waktunya istirahat dan besok Intan dan Safira mulai sekolah". Mereka pun menjawab "iya om, kami pamit balik dulu". Mereka pun kembali pulang, dan pada malam itu Safira memberitahukan kepada Intan kalau besok tidak usah dijemput sekolah "kak, besok ngak usah jemput aku sekolah ya" kata Safira. Intan pun penasaran dan bertanya "kenapa fir? Kok tumben". "Besok aku dijemput sama Gilang" kata Safira sambil berbisik kepada Intan. "Oh gitu, ya udah kakak ngak jemput" kata Safira. Mendengar jawaban kakaknya yang tidak menjemputnya, Safira tersenyum-senyum sendiri. Intan pun mulai penasaran melihat adiknya senyum-senyum sendiri "fir, kamu kenapa senyum-senyum sendiri? Ada apa? Apa kamu lagi suka sama seseorang?". Safira pun menjawab "ngak apa-apa kak". Intan semakin penasaran dan bertanya lagi kepada Safira "Fir, jujur deh kenapa? Kakak ngak akan kasih tau ke siapa-siapa kok". Mendengar omongan kakaknya Safira pun mengatakan perasaannya kepada Intan "janji iya kak, jangan bilang siapa-siapa?" Kata Safira. Intan pun menjawab "iya kakak janji ngak ngomong siapa-siapa". "Sebenarnya aku suka sama Gilang, pas dia nawarin diri untuk antar aku sekolah, aku seneng banget, tapi aku bilang jemput sekolah ajah karna kalau berangkat diantar sama kak Intan" Kata Safira. Intan pun kaget mendengar adiknya bilang seperti itu "hah? Beneran, kamu masih sekolah loh Fir, jangan aneh-aneh" kata Intan. "Kak, aku cuman suka ajah, ngak aneh-aneh kok. Tapi kakak udah janji iya ngak bilang ke siapa-siapa" kata Safira. "Iya-ya" kata Intan, kemudian Safira mengirim pesan kepada Gilang kalau besok ia tidak di jemput oleh kakaknya dan supaya Gilang yang menjemputnya "mas, besok kakak ku ngak jemput aku, kamu bisa kok jemput aku, aku tunggu ya di depan gerbang sekolah" tulis Safira. Setelah beberapa menit Gilang pun menjawab pesan tersebut "iya fir, besok kamu tunggu ajah ya, aku pasti datang, kamu ngak tidur? Udah malam loh" kata Gilang di pesan tersebut. "Ini aku mau tidur mas" jawab Safira. Ohe gitu, slmat malam, heave a nice dream" kata Gilang. Safira pun menjawab dengan senyum-senyum sendiri "iya trimakasi, malam juga, heave a nice dream too". Intan semakin heran dengan kelakuan adiknya "Fir, kamu kenapa kok senyum-senyum terus" kata Intan. Safira tidak bisa menjawab malah senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba Safira penasaran dengan kakaknya yang tiba-tiba main sampai lupa waktu. "Kak aku boleh tanya ngak?" Kata Safira. "Emang mau tanya apa?" Kata Intan. "Tadi kakak main kemana dan sama siapa? Kok tadi kakak sampai lupa kalau waktunya udah malam, biasanya kakak ngak gitu, apa kakak jatuh cinta, atau kakak suka sama seseorang?" Kata Safira. "Apa'an sih ngomong cinta-cinta'an, kita masih sekolah tau" kata Intan. Safira pun menjawab " kakak aneh sekali hari ini, kakak juga senyum-senyum sendiri kayak aku, hayo kak ngaku, tadi aku sudah ngaku loh, sekarang giliran kakak yang ngaku". "Iya deh kakak ngaku, tapi jangan bilang siapa-siapa ya?" Kata Intan. "Iya kak, aku ngak bakalan ngomong kesiapa-siapa" kata Safira. Intan pun mengaku kalau iya jatuh cinta kepada Boy "aku sebenarnya sama seperti apa yang kamu rasakan". Safira pun bingung dan kaget "ha, maksudnya kak? Apa kakak jatuh cinta". Intan pun menjawab "iya fir, sssttt jangan keras-keras ngomongnya entar Bella denger" kata Intan. "Bentat deh kak, kakak jatuh cinta sama siapa?" Tanya Safira dengan penasaran. Intan pun menjawab "kakak jatuh cinta sama Boy, dan tadi siang kakak abis jalan kepantai berdua sama Boy". Safira pun kaget dan berkata "yang bener kak? Trus tadi gimana critanya kok bisa jalan berdua dengan Boy?". "Jadi, tadi itu critanya kan kakak dirumah, trus tiba-tiba Boy ngajak keluar, jadi iya kita keluar" kata Intan. Tanpa teras hari semakin larut malam mereka berdua asik ngobrol tanpa melihat jam sudah malam. "Fir, yuk tidur, udah malam banget ini, kakak ngak mau besok kakak terlambat lagi gara-gara bangun kesiangan, dan kakak ngak mau kakak kena hukuman lagi ngak boleh masuk sekolah" kata Intan. "Iya kak, kak bukannya hukumannya hari ini menyenangkan ya? Kan bisa jalan-jalan dengan Boy, apalagi ayah dan ibu juga ngak marah karna kakak pulang malam, hehehe" kata Safira dengan becanda. "Hush, ngak gitu juga deh adeknya kakak yang bawel, ya udah tidur udah malam" kata Intan. Safira pun menjawab "iya ya kak".