Pernikahan Yang Gagal

Pernikahan Yang Gagal
Episode 6


__ADS_3

Gilang meninggalkan rumah Safira dan tidak langsung menuju rumah. Ia langsung menuju ke kostan Boy dan Bryan, saat tiba dikostan Boy dan Bryan terluhat pintu kostan mereka terbuka dan Gilang langsung masuk. Gilang melihat Boy dan Bryan sedang nyantai sambil menonton tv di dalam kamar kostnya. "Assalamualaikum" kata Gilang. Boy dan Bryan pun menjawab "walaikum salam". Bryan pun menanyakan maksud kedatangan Gilang yang secara tiba-tiba tanpa bilang terlebih dahulu "tumben kamu datang kesini ngak bilang-bilang dulu?" kata Bryan. Gilang pun menceritakan tentang dirinya yang disuruh pergi oleh ibunya Safira "Ya yan, tadinya aku mau main di rumah Safira, tapi ibunya kayak jutek gitu, trus aku di suruh pulang, padahal ibunya kan biasanya ngak seperti itu, tapi kok aekarang kayak gitu ya" kata Gilang. Mendengar Gilang berbicara seperti itu, Boy pun juga menceritakan hal yang sama kepada Gilang "kamu diusir lang? aku juga tadi diusir sama ibu, trus ibunya kayak jutek gitu, ngk seperti biasanya" kata Boy. Mereka bingung tentang sikap ibunya Safira dan Intan. Keesokan harinya, Intan, Safira, dan Bella berangkat ke sekolah. Saat melewati toko tempat Gilang bekerja, mereka melihat Gilang sedang menyalakan motornya. Safira dan Intan pun menyapa Gilang dengan teriak agak jauh "mas Gilang" kata Safira. Gilang pun menoleh ke arah mereka dan menyuruh mereka untuk berhenti sejenak. "Mbak, berhenti sebentar" teriak Gilang. Akhirnya mereka pun berhenti agak jauh dari tempat Gilang, Gilang pun menghampiri mereka. "Mbak, semalam itu ada apa dengan ortunya? kok kayak jutek gitu, apa ada salah dengan saya?" Kata Gilang. "Saya juga ngak tau mas, kenapa bisa seperti itu" jawab Safira. Tiba-tiba Gilang meminta nomer Hp kepada Safira "Mbak, saya boleh minta nomernya mbak Safira ngk?" Kata Gilang. Safira pun menjawab "Iya mas, bentar ya saya tulisin" Safira pun menulis nomer hpnya di kertas kecil tersebut dan kemudian memberikannya kepada Gilang. "Ini mas nomer hp saya" kata Safira. "Trimakasi iya mbak" kata Gilang. "Iya mas, saya berangkat sekolah dulu" kata Safira. "Iya mbak, hati-hati" jawab Gilang. Mereka pun berangkat. Pada saat Gilang udah pulang dari sekolah, ia melihat Boy dan Bryan duduk di sekitar toko tempat ia jualan. Gilang menghampiri mereka dengan senyum-senyum sendiri. Bryan pun mulai penasaran dan bertanya kepada Gilang. "Kenapa kamu senyum-senyum sendiri" kata Bryan. "Emang kenapa?" tanya Bryan. "Hayo, coba tebak kenapa? hehehe" jawab Gilang. "Kamu habis dapat lotre ya lang?" jawab Bryan. "Ini lebih dari lotre mas? hahaha" kata Gilang. "Ngak tau deh aku" jawab Bryan dengan jutek. "Iya udah deh, aku kasih tau ya. aku dapat nomor hpnya Safira" jawab Gilang dengan senyum-senyum. "Yang bener" kata Bryan dengan kagetnya. Mendengar berita tersebut, Boy juga kaget dan juga bertanya keheranan kepada Gilang "serius kamu ngk bohong?" tanya Boy. "Iya seriuslah" jawab Gilang. "Aku minta nomernya donk" kata Boy. "Ngak ah, ngapain, tanya ajah ke orangnya, aku ajah tanya ke orangnya langsung" jawab Gilang. Tiba-tiba Intan dan Safira pun muncul dan Boy pun berteriak memanggilnya "Intan". Mendengar teriakan Boy memanggil namanya Intan pun menjawab sambil teriak "Iya". Intan melihat dari spion motornya, ternyata Boy melambaikan tangannya dan Intan pun putar balik menuju tempat Boy. Saat Intan sampai di tempat Boy berdiri, Intan pun bertanya "Mas panggil aku ya mas? ada perlu apa"? kata Intan. Boy pun menanyakan nomer Intan langsung kepada Intan "tan, aku boleh minta nomer hp kamu?" kata Boy. Intan pun menulis no hpnya dan memberikan kepada Boy "boleh mas, ini" kata Intan sambil menyodorkan kertas yang berisikan nomer hpnya. Setelah memberikan nomer hpnya, Intan pun berpamitan pulang "mas aku balik dulu ya" kata Intan. "Iya tan" jawab Boy.


Setelah sampai di rumah, Intan pun memasukan motornya dan menuju kamar untuk ganti baju. Tiba-tiba ada pesan sms masuk di hp Intan berbunyi, Intan pun membuka pesan tersebut dan ternyata dari Boy "tan, ini aku Boy, di save ya nomer ku". Intan pun menjawab sms tersebut "Iya mas, aku save". Mereka pun berbalas-balasan sms, hingga Intan lupa waktunya untuk makan. Terdengarlah teriakan ibu memanggil Intan "Tan makan dulu" teriak ibu. Intan pun menjawab dan menuju meja makan "iya bu". Setelah mereka selesai makan siang, Intan dan Safira menuju kamar untuk tidur siang, saat akan tidur siang tiba-tiba Hp Safira berbunyi sms masuk, dan saat Safira membuka sms ternyata dari Gilang. "Hai Safira, ini aku Gilang, di save iya nomer ku" kata Gilang. Safira pun menjawab "iya mas". Gilang pun menanyakan kepada Safira kalau ia mau datang ke rumah "Fir, malam ini aku datang ke rumah kamu boleh ngak?" kata Gilang. Safira pun menjawab "boleh mas, mas kesini jam berapa? nanti biar aku yang menunggu di luar" kata Safira. Gilang pun menjawab "sekitar jam 7an ajah". "oke" jawab Safira. Saat malam hari, Safira tiba-tiba duduk di luar sendiri dan Bella pun mengikutinya sambil duduk di luar membawa buku sebagai alasan. Tepat pukul 7 malam, Gilang pun datang ke rumah Safira. "Assalamualikum" kata Gilang. "Walaikumsalam" jawab Safira dan Bella. Gilang datang ke rumah Safira sambil membawa martabak dan coklat. Gilang pun menyerahkan makanan tersebut kepada Safira "Ini fir buat kamu" kata Gilang. Safira belum sempat mengucapkan trimakasi. Tiba-tiba Bella melihat kantong yang di bawa Gilang, Bella pun menyahutnya "makasi iya kak, tyap hari kesini bawa bungkusan gini ngak apa-apa kok" kata Bella. Safira agak kesal sama adiknya "dik, jangan gitulah, ngak sopan tau" kata Safira. Bella pun menjawab "ngak apa-apalah mbak, masnya ajah ngak apa-apa kok, iya kan mas?" kata Bella. Gilang pun menjawab dengan senyuman "Iya ngak apa-apa". "Tuh kan mbak ngak apa-apa" kata Bella. "kalau gitu bawa sini, biar mbak taruh di piring" kata Safira. Safira pun masuk membwa makanan tersebut. Saat Safira membawa makanan masuk, Gilang pun berkenalan dengan Bella. "kamu adiknya Safira ya? nama kamu siapa" kata Gilang. Bella pun menjawab "nama aku Bella, mas ini pacarnya mbak Bella ya?" tanya Bella. Gilang pun menjawab "bukan kok bell, kita cuman temenan ajah" kata Gilang. "Kalau teman kok bawa-bawa makanan kesini? tanya Bella. Gilang pun menjawab dengan gugup "Bukan bella". Tiba-tiba Safira pun muncul membawa makanan.


__ADS_2