Pernikahan Yang Gagal

Pernikahan Yang Gagal
Episode 5


__ADS_3

"Nak, sebenarnya ada hubungan apa antara kalian dengan pemuda-pemuda yang datang kesini semalam?" Kata Ibu. "Kami tidak ada apa-apa Bu, cuman berteman, emang ada apa bu?" kata Intan. "Ngak apa-apa nak" kata Ibu. Setelah Ibu bertanya kepada mereka, Ibu segera membersihkan meja makan di bantu oleh Intan, dan Safira. Setelah membersihkan meja makan, Safira, Intan, dan Bella kembali ke kamar untuk tidur siang. Ibu kembali ke kamar membantu ayah berkemas-kemas barang bawa'an untuk persiapan keberangakatan ayah bekerja keluar kota beberapa hari kedepan. Setelah ayah dan Ibu beres-beres, tiba-tiba mobil dari perusahaan ayah bekerja datang. "Tin, Tin.." bunyi klakson mobil tersebut. Ayah pun berpamitan kepada Ibu, Intan, Safira, dan Bella. "Nak, ayah mau berangkat kerja dulu ya" teriak ayah. Mendengar teriakan ayah, Intan, Safira, dan Bella berlari menghampiri ayah "iya yah, hati-hati di jalan iya yah" kata Bella. "Iya, jangan nakal ya Bell, Intan jaga adik-adiknya ya, Safira jangan berantem sama adiknya" pesan ayah ketika akan berangkat bekerja. "Iya yah" jawab Intan, Safira, dan Bella sambil mencium tangan ayah. Ayah juga berpamitan kepada ibu "bu, ayah berangkat dulu ya" kata ayah. Ibu pun menjawab sambil cium tangan ayah."iya yah, hati-hati". Ayah pun menuju kemobil untuk segera berangkat.

__ADS_1


Pada saat sore menjelang malam tiba-tiba Boy datang sendiri mengembalikan gitar Intan. Boy mengetuk pintu rumah Intan "tok..tok..tok.." suara ketukan pintu. "Assalamualaikum" kata Boy. Mendengar salam dari Boy, Intan pun langsung keluar dan ketika Intan keluar dari pintu kamar Ibu menegur Intan "mau kemana tan?" kata Ibu. "Ini bu, mau buka pintu ada yang ketuk pintu" kata Intan. "Ngak usah keluar biar ibu yang keluar, kamu masuk kamar" jawab ibu dengan juteknya. Mendengar nada bicara ibu yang jutek, Intan pun mematuhi perintah ibunya "baik bu" kata Intan. Intan pun mulai masuk dan Safira tiba-tiba menegur Intan "siapa kak yang datang?" tanya Safira. Intan pun menjawab "ngak tau dek, kakak mau keluar tapi ibu nyuruh masuk". "Kalau dengar suaranya sih, seperti suara Boy" kata Safira. "Iya tan, tapi kayaknya ibu rada sensi gitu deh ini tadi dengar suaranya Boy dan kakak di suruh masuk kamar ajah" kata Intan. "Sepertinya ada masalah deh kak" kata Safira. "Sepertinya gitu dek, besok kita cari deh masalahnya apa yang membuat ibu sikapnya tiba-tiba jutek gitu" kata Intan.

__ADS_1


Ibu keluar untuk membuka pintu, "walaikumsalam" kata ibu. Dibalik pintu Ibu melihat Boy membawa gitar untuk mengembalikan gitar tersebut. "Permisi bu, saya mau ngembalikan gitar" kata Boy sambil menyerahkan gitar. Ibu pun menerima gitar yang dikembalikan oleh Boy. "Nunggu apa mas? apa ada perlu lagi? nyari siapa, nyari anak saya?" kata Ibu dengan judesnya. "Saya mau cari Intan bu" jawab Boy. "Intannya lagi belajar mas, dan ngerjain PR mas, kalau kesini itu jangan tiap hari, tiap hari kok kesini alasannya kalau ngak minjam gitar, ngembali'in gitar" kata Ibu. Melihat Ibu jutek, Boy pun langsung berpamitan "ya udah bu, saya balik dulu assalamualaikum". Ibu pun menjawab "walaikumsalam. Seketika itu Boy langsung pergi meninggalkan rumah Intan. Ibu mulai menutup pintu dan memberikan gitar ke Intan. Ibu mulai masuk kamar Intan untuk memberikan gitarnya Intan. "Tan, ini gitarnya" kata Ibu dibalik pintu. Intan pun menjawab "iya bu" sambil membuka pintu. Tiba-tiba Intan mulai bertanya kepada Ibu "bu, apa boleh saya tanya ke ibu?" kata Intan. "Iya boleh, mau tanya apa?" kata Ibu. "Tapi ibu janji iya, jangan marah-marah dulu" kata Intan. "Iya tan, emang mau tanya apa?" kata Ibu. "Tadi ibu kenapa kok jawabnya kayak jutek gitu ke teman Intan?" kata Intan. "Apa perlu Ibu jawab pertanyaan kamu" kata Ibu. "Ibu marah kan, padahal kan ibu tadi bilang ngak marah dan mau jawab" kata Intan. "Suatu saat kamu bakalan tau sendiri, kenapa ibu bersikap seperti itu, sekarang kamu masuk kamar belajar, dan ibu mau istirahat dulu" jawab ibu. Intan pun terdiam mendengar penjelasan Ibu, dan kemudian ibu berjalan menuju kamar untuk istirahat. Intan pun mulai masuk ke kamar. Saat Intan masuk ke kamar tiba-tiba terdengar suara Gilang mengucap salam dan mengetuk pintu. "Tok...tok...tok" suara ketukan pintu. "Assalamualaikum" suara Gilang. Intan dan Safira mendengar suara tersebut. "Kak, sepertinya itu suara Gilang" kata Safira. "Iya dek, coba kamu buka pintu, siapa tau Ibu ngak ada masalah dengan Gilang" kata Intan. "Iya kak, aku keluar dulu iya kak" kata Safira. Pada saat Safira membuka pintu kamar dan akan membuka pintu, tiba-tiba ibu menegur Safira. "Mau kemana nak" kata ibu dengan jutek. "aku mau buka pintu bu, ada yang ngetuk pintu" jawab Safira. "Kamu masuk kamar ajah, biar ibu yang membuka pintu" jawab Ibu. "Ngak apa-apa bu, biar Safira ajah" bujuk Safira. "Kamu denger ngak ibu bilang apa" Jawab Ibu dengan membentak. "Iya bu" kata Safira dan berbalik arah ke kamar. Ibu membukakan pintu dan dibalik pintu Ibu melihat Gilang. "Walaikumsalam" kata Ibu. "Ada perlu apa iya nak, datang kesini" kata Ibu. "Saya mau bertemu dengan Safira bu" kata Gilang. "Perlu apa? Safira udah tidur, besok atau lusa ajah kamu kesini" jawab ibu. "Iya bu, permisi saya mau balik dulu, assalamualaikim" kata Gilang. "Walaikumsalam" kata Ibu. Ibu pun mulai masuk ke dalam rumah, dan Gilang meninggalkan rumah Safira.

__ADS_1


__ADS_2