
Sambil menunggu motornya selesai Gilang ngobrol dengan Safira. "Mbak Safira tinggal dimana"? kata Gilang. "Aku tinggal di kampung sebelah" kata Safira. "Kok bisa kenal dengan Boy dan Bryan?". Bryan langsung menjawab pertanyaan Gilang "Ya yalah, aku kan kost di daerah rumahnya Safira" kata Bryan. "Tuh kan udah di jawab kan, hehehehehe". Kata Safira. Mereka bercanda tawa, dan tanpa terasa udah sore. Tiba-tiba Boy datang dengan mengendarai motor Intan. "Maaf iya mbak, nunggunya lama. Padahal sih mogoknya ngk serius amat, cuman ganti businya ajah sih, yang ngebuat lama itu antrinya rame banget. Karna cuman disitu ajah bengkel yang dekat dengan sini" kata Boy. "Iya mas ngak apa-apa kok" kata Intan. Intan dan Safira pun berpamitan " Mas-mas semuanya aku balik dulu iya, trimaksi udah nolongin aku" kata Intan. "Iya mbak sama" kata lelaki lelaki tersebut. Mereka berdua pun segera pulang.
__ADS_1
Tepat pukul 16.30 wib Intan dan Safira sampai di rumah, dari luar kelihatan ayah dan Bella sedang duduk diluar. Intan dan Safira pun mengetuk pintu dan mengucapkan salam "Assalamualaikum" kata Intan dan Safira. "Walaikumsalam, dari mana saja kalian? kok jam segini baru pulang?" kata Ayah. Sebelum mereka menjawab, tiba-tiba Bella yang menjawab "mereka itu dari pacaran yah, makanya pulang jam segini. Sekolah yang bener jangan pacaran mulu" kata Bella. "Kalau ngomong jangan ngasal yah", kata Safira. "Kan emang bener kan? Kalau ngak pacaran trus apa coba?" kata Bella. Tiba-tiba Safira menjambak rambut Bella dan berkata "motornya tadi itu mogok, kita jalan, makanya nunggu lama" sambil membentak Bella. Bella pun kesakitan sambil berkata "sakit tau, lepasin. Ayah, Ibu tolongin Bella". Mendengar suara teriakan Bella, Ibunya pun keluar dan berkata sambil memarahi Safira "Safira lepasin, Ibu ngk pernah ngajarin kamu menjambak atau memukul saudara kamu". Safira pun melepaskan jambakannya sambil berkata "iya bu, yang mulai kan Bella duluan". "Tapi, kan ngak harus dengan kekerasan kayak gini" kata Ibu. Safira pun menjawab "iya maaf bu". "Minta maaf itu ke adik kamu, bukan ke Ibu ajah". Safira pun meminta maaf kepada adiknya "Bel, aku minta maaf iya". Bella pun menangis tanpa menjawab permintaan maaf Safira. Bella menyendiri menuju kamarnya. Hingga malam hari Bella tidak keluar kamar, sampai ia tidak ikut makan malam bersama. Setelah mereka malam, tiba-tiba Boy dan Bryan datang lagi ke rumah Intan untuk meminjam gitar. "Permisi, assalamualaikum" kata Boy sambil mengetuk pintu. "Walaikumsalam" Kata ayah Intan sambil membuka pintu. "Permisi om, Intannya ada?" kata boy. "Ada, ada perlu apa malam-malam kesini"? kata ayah Intan. "Jadi, saya mau minjam gitarnya Intan" Kata Boy. "Sebentar iya, saya panggilkan Intan dulu" kata sang ayah. "Tan, ini ada teman mu mau pinjam gitar" kata ayah. "Iya yah sebentar, abis ini aku keluar" kata Intan sambil mencari gitar. Sambil menunggu Intan keluar, ayah Intan ngobrol santai dengan ke2 pemuda tersebut "Nama kalian siapa, tinggal dimana?". "Saya Boy om, dan ini sepupu saya Bryan, saya keponakan dari tante Indri yang tinggal di kampung ini, tetapi saya di sini kost, saya berasal dari Palembang" kata Boy. "Oh gitu, kalo Bryan juga sama?" Kata sang ayah. "Saya juga dari Palembang om" Kata Bryan. Mereka bercanda tawa sambil menunggu Intan keluar. Intan pun keluar dengan membawa gitarnya dan Safira juga ikut keluar. "Ini mas gitarnya"kata Intan sambil memberikan gitar tersebut. "Yah, mas-mas ini tadi yang bantuin aku waktu mogok, terus bengkelnya itu antri yah, jadi aku nunggunya lama, iya kan mas?" kata Intan. "Iya mbak" jawab Boy. "Tadi motornya yang rusak apa ya Boy?" tanya sang ayah. "Tadi ngk ada yang rusak om, cuman ganti businya ajah". "oh gitu, saya juga lupa ngecek kalau emang harus diganti, trimaksi iya Boy udah nolongin anak om" Kata ayah Intan. "Iya om" kata Boy. Ketika mereka sedang asik ngobrol, tiba-tiba Gilang muncul. "Hai Boy, Bryan. Aku tadi ke kostan kalian, ngak ada. kata tetangga kostmu kamu kesini" kata Gilang. "Assalamualaikum om, saya Gilang temennya Boy dan Bryan, kebetulan saya kesini tadi nyari'in mereka" kata Gilang. "Walaikumsalam, oh gitu. iya ngak apa-apa. Silahkan duduk". "Iya om", kata Gilang. Bryan pun berbisik kepada Gilang "eh, kamu kesini mau cari Safira kan? alasan nyari'in aku". "Iya juga sih, tapi kebetulan kamu kesini, jadi aku alasannya cari kamu deh, hehehehe" kata Gilang. Tiba-tiba sang ayah lupa untuk menyuruh putrinya membuat air buat pemuda tersebut "Nak, tolong buatin minum iya tamunya" kata ayah. "Safira ajah yah" Kata Intan. "Iya deh, ayah juga di bikinkan sekalian"? kata Safira. "Iya fir, ayah bikinin sekalian" Kata ayah.
__ADS_1
Setelah Safira membuatkan minuman buat mereka, tiba-tiba Safira keluar membawakan minuman tersebut.
__ADS_1