
Safira memberikan minuman tersebut kepada 3 orang temannya dan kepada ayahnya. "Silahkan di minum mas" kata Safira. Di dalam rumah Bella melihat ada 3 orang lelaki yang datang kerumahnya. Dalam hati Bella pun berkata "Ini cowo siapa lagi, ngak tau apa besok itu masih hari sekolah, dan kakak aku juga masih sekolah, malah di apelin malam-malam dan ngak pulang-pulang pula". Melihat Bella berdiam diri, ibu Bella pun mulai menyapa "Bella, lagi apa? kok berdiam disini? keluar ngak apa-apa loh nak" kata Ibu Bella. "Ngak bu, males keluar aku". "Terus kenapa kamu cemberut gitu nak?". "Aku sebel banget bu melihat mereka, padahal besok kan kakak masih sekolah tapi kok mereka ngak pulang-pulang". "Iya udah biarin ajahlah, kamu tidur ajah iya kalo gitu? atau kamu mau belajar dulu?". "Aku tidur ajah bu, iya udah aku masuk dulu bu" kata Bella. Ibu Bella pun mencium kening Bella "iya udah, mimpi indah iya sayang". Bella pun tersenyum dan menuju kamar. Waktu menunjukan semakin malam pukul 21.00 wib. Tiba-tiba Ibu mereka memanggil ayahnya "yah, bisa kesini sebentar?". "Iya bu", kata ayah sambil masuk menuju ke dalam. "Yah, besok Intan dan Safira kerja loh yah, tolong donk teman-temannya suruh balik, iya kalau besok libur ngak apa-apa, besok kan bukan hari libur" kata Ibu. "Iya bu, ayah mau ngasih tau mereka kalau begitu" Kata ayah. Ayah pun keluar menuju teras tempat mereka ngobrol. "Nak Boy, Bryan, dan Gilang maaf iya sebelumnya, ini kan udah malam dan besok anak saya udah mulai sekolah, sekarang mereka biar tidur, besok atau lusa bisa main kesini lagi" kata ayah. "Iya om, kami balik dulu" kata Boy. Mereka pun berpamitan untuk pulang dan mereka juga berpamitan kepada Safira dan Intan. "Kita balik dulu iya tan, fir" kata Boy mewakili Bryan dan Gilang. "Iya mas" kata Safira dan Intan. Intan dan Safira pun membersihkan gelas-gelas yang ada di teras. Sedangkan Ayah dan Ibu sedang ngobrol sambil menunggu mereka membersihkan gelas tersebut. "Tan, mereka itu siapa sih? kok dari kemarin kesini terus? apa jangan-jangan mereka naksir kamu?" kata Ibu. "Itu keponakannya tante Indri, mereka itu nyari temen bu" Kata Intan. "Oh gitu, itu ponakannya 3 orang itu"? "Bukan bu, keponakannya cuman 2, yg 1 itu temennya yang jaga air isi ulang di sebelahnya tempat mereka kerja" kata Intan. Kalo ngak salah itu kan masih sekolah kan ya? kok kayak anak masih sekolah?" kata Ibu. "Iya bu, yang 1 itu masih sekolah, waktu motor kita mogo, kita disuruh nungguin di tempat iya kerja" kata Intan. "Rumahnya disekitar situ bukan? Ibu pernah melihat dia rumahnya di sekitar situ". "Iya bu, memang rumahnya disitu, dia cari kerja buat bantu adiknya sekolah, bapaknya juga bekerja tapi ngak cukup buat biayai adiknya, jadi dya kerja bantu-bantu nungguin isi ulang" Kata Intan. "Ohw gitu, kamu udah selesai belum beres-beresnya? kalau sudah, yuk tidur. Besok kan masih sekolah" kata Ibu. "Aku udah selesai kok bu, yuk masuk bu" Kata Intan. Mereka mulai memasuki rumah dan tidur. Keesokan harinya, Intan, Safira dan Bella pun mulai bangun, seperti biasanya Bella dan Safira berebut kamar mandi. Saat mereka berebut kamar mandi, tiba-tiba Intan mulai masuk. "Kak Intan, keluar, bangun terakhir ke kamar mandi duluan. Buka pintunya" Kata Safira sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan kencang. Bella pun menjawab juga "Kakak kluar, antri dulu" Kata Bella sambil ikutan mengetuk pintu kamar mandi dengan kencangnya. Tetapi Intan pun tidak keluar sambil menjawab "Kalian kan berantem, jadi iya lanjutin ajah berantemnya" kata Intan. Setiap pagi Ayah dan Ibu melihat pemandangan yang ramai gara-gara berebut kamar mandi. Mereka tersenyum melihat 3 anak perempuannya berebut kamar mandi. Keluarga mereka sangat harmonis, dan setiap pagi harinya Ibu menyiapkan sarapan untuk ayah dan 3 orang anaknya. Setelah pukul 05.30 wib mereka semua selesai mandi kemudian menuju meja makan untuk sarapan pagi. Tepat pukul 06.00 mereka berangkat ke sekolah. Intan, Safira, dan Bella berpamitan kepada ibu dan ayahnya "Ayah, Ibu kita berangkat dulu iya" kata Safira, Intan dan Bella sambil mencium tangan orangtua mereka. "Iya nak, hati-hati dijalan iya" kata Ayah dan Ibu sambil mencium kening mereka. Safira diantar sekolah oleh Intan dan Bella diantar ke sekolah oleh ayahnya. Mereka mulai berangkat sekolah dan suasana rumah menjadi sepi. Tiba-tiba ayah datang dari mengantar Bella sekolah. Saat ayah nyampai dirumah, ibu pun berpamitan untuk belanja sayur di warung yang tidak jauh dari rumah. "Yah, enaknya hari ini masak apa yah? Ibu mau belanja ke warung" tanya Ibu. "Apa ajah bu, terserah Ibu saja" kata ayah. Iya udah yah, ibu pergi belanja dulu", pamit ibu. "Iya bu, apa perlu diantar?" kata ayah. "Ngak usah yah, ibu jalan kaki ajah, sambil olahraga" Kata Ibu. "Iya udah bu, hati-hati" kata ayah. "Iya yah" jawab ibu sambil keluar rumah. Ibu berjalan sendiri menuju warung tempat ia belanja yang tidak jauh dari rumahnya. Setelah sampai di warung tersebut Ibu bertemu dengan Ibu Ajeng dan Ibu Nia. Mereka pun menyapa Ibunya Intan. "Ibunya Intan mau masak apa hari ini" Kata bu Ajeng. "Bingung bu, mau masak apa'an" jawab Ibunya Intan.