
Tiba-tiba bu Ajeng dan Bu Nia mulai ngegosip dan tanya-tanya ke Ibunya Intan. "Gimana hubungan anaknya Ibu sama keponakannya Ibu Indri? mereka pacaran? tiap hari kerumah Ibu, apalagi kemarin saya lihat ada seorang cowo lagi yang jaga air isi ulang di kampung sebelah ikutan ke rumah Ibu, jadi yang mana Bu calon menantunya?" Kata Ibu Ajeng. Ibu Nia pun juga ikut-ikutan ngegosip "Iya bu, yang mana menantunya, kok gitu amat ya bu calon menantunya, mereka kan bukan orang kaya loh, apa ngak malu bu punya menantu kayak gitu?" Kata Ibu Nia. Ibunya Intan membalas omongan mereka dengan senyum dan tidak menjawab pertanyaan mereka. Setelah Ibunya Intan selesai berbelanja ia langsung berpamitan pulang. Ibunya Intan berjalan dengan cepat hingga sampai ke rumah. Tiba-tiba Ibu sampai ke rumah dan langsung masuk kamar, padahal hari itu Ibu akan memasak. Ibu masuk tanpa menyapa ayah yang duduk di depan teras. Ayah bingung kenapa dengan Ibu kok tiba-tiba ngak menyapa ayah dan langsung masuk kamar tanpa memasak dulu. Ayah berkata dalam hati "Kenapa iya dengan Ibu? kok tiba-tiba sikapnya aneh" kata ayah. Kemudian ayah masuk menghampiri ibu yang ternyata ibu menangis dan terdengar dari balik pintu. Ayah pun mengetuk pintu dan masuk. Ayah mulai bertanya kepada Ibu "Ibu kenapa kok tiba-tiba nangis?" kata ayah. "Ibu tadi di permaluin yah sama ibu-ibu yang ada di tempat belanja tadi" kata ibu. "Emang ibu salah apa?" kata ayah. "Jadi, ceritanya itu gara-gara pemuda yang datang di rumah kita, mereka mengira itu calon menantu ibu, kan ibu malu yah dan ibu ngak mau kalau sampai anak kita menikah dengan mereka" Kata Ibu. "Ibu ngak boleh bilang gitu, kita kan ngak tau perasaan anak kita kayak gimana" kata ayah. "Pokoknya Ibu ngk setuju kalau anak kita sama mereka, mau jadi apa yah? pasti semua kekurangan" kata Ibu sambil menangis. "Iya udah kalau ibu gitu, ibu tenangin diri dulu ajah, oh iya katanya ibu mau masak, mending ibu masak dulu deh, ayah pengen makan masakan ibu hari ini. Karna nanti malam ayah mau kerja, dan nanti malam mobil kantor yang jemput ayah" kata ayah. Ibu pun menuju dapur untuk memasak. Jam menunjukan pukul 12.00 wib, Bella tiba di rumah dan ayah kaget "Bel, kok udah pulang? biasanya kan jam 3 sore?" kata ayah. "Tadi gurunya ada rapat yah, jadi ngak ada bimbel dan disuruh pulang" Kata Bella. "Kok kamu ngak telp rumah Bell? kan ayah bisa jemput kamu" kata ayah. "Nunggunya kelamaan yah, jadi iya aku naik angkot ajah" kata Bella. "Ya udah, kamu ganti baju dulu, trus abis itu makan siang, Ibu udah selesai masak" kata ayah. "Iya yah" kata Bella sambil berjalan menuju kamar untuk ganti baju. Di meja makan, masakan ibu sudah di hidangkan. Ibu pun memanggil Ayah dan Bella untuk segera makan "Ayah, Bella ayo makan" kata Ibu. Ayah dan Bella pun menuju meja makan. Tiba-tiba Intan dan Safira datang dari sekolah "Assalamualaikum" kata mereka. Ayah, Ibu dan Bella pun menjawab "Walaikumsalam". Mereka ber2 pun menuju tempat makan untuk makan siang. "Ganti baju dulu nak, trus makan" kata Ibu. Mereka ber2 menuju kamar untuk ganti baju dan setelah itu mereka ber2 keluar menuju meja makan. Kemudian saat setelah makan, tiba-tiba Ibu berbicara kepada Intan dan Safira.