
Safira pun meletakkan makanan tersebut di atas meja dan Bella langsung mengambil makanan tersebut. Melihat Bella yang seperti tidak sopan, Safira pun menegurnya "dek, jangan malu-maluin, ambilnya jangan banyak-banyak". "Iya kak" jawab Bella. Bella pun melanjutkan belajarnya, pada saat mengerjakan soal-soal pelajaran, Bella mengalami kesulitan dan ia minta bantuan kepada Safira. "Mbak, bantuin ngerjain soal ini dong, aku ngak paham" kata Bella. Safira pun menjawab "bantu apa nih? bantu ngerjain semua atau ngajarin" kata Safira sambil melihat soal-soal tersebut. "Terserah mbak ajahlah, pokoknya bantuin" kata Bella. "Ini soal yang mana, kan banyak?" kata Safira. "Yang aku lingkari mbak" jawab Bella. Safira pun membantu mengerjakan soal-soal yang tidak dipahami Bella. Disaat mrngerjakan soal adiknya, Safira mulai bingung dengan soal yang ada, ia menanyakan kepada Gilang tentang soal tersebut, dan ternyata Gilang bisa menjawab soal-soal tersebut dengan selesai semuanya. Melihat Gilang menyelesaikan soal tersebut dengan benar, Bella pun terkejut karna ia dan kakaknya tidak bisa mengerjakannya. "Wih, kak Gilang pinter juga ya, padahal aku loh ngak bisa mengerjakan semua ini, tapi kakak bisa loh, hebat sekali" Kata Bella memuji kepandaian Gilang. "Kalo soal kayak gini tuh gampang Bel, kalo kamu ngak paham lagi, bisa tanya aku ngak apa apa kok" kata Gilang. "Siap kak, kalo aku ngk paham, aku tanya kakak iya" kata Bella. "Oke" kata Gilang. Hari mulai larut malam, Bella mulai membereskan buku-buku yang telah iya pelajari. Ibu pun mulai memanggil Safira untuk masuk kedalam. "Safira" kata Ibu dari dalam rumah. "Iya bu" jawab Safira sambil masuk kedalam rumah. Safira pun berjalan menghampiri Ibunya yg berada didalam rumah "ibu memanggil saya? Ada apa ya bu?" Kata Safira. "Nak, suruh teman kamu pulang, udah larut malam, besok kamu kan sekolah" kata Ibu. "Iya bu" kata Safira. Safira pun menuju teras rumah tempat Gilang berada. Gilang dan Bella sudah saling akrab karna Gilang yang mampu membantu menjawab soal-soal yang Bella berikan. Mereka ngobrol dengan asiknya. Tiba-tiba Safira muncul dan memberitahukan Gilang kalau hari sudah malam, dan ia mau tidur. "Mas Gilang, mas ngak pulang? Bukannya aku ngusir ya, cuman hari udah malam dan besok pagi, aku harus sekolah" kata Safira. Gilang pun menjawab "oh, ya ngk terasa kalau udah malam, kalau gitu aku pamit pulang dulu ya, ibu kamu ada ngak? Aku mau berpamitan kepada ibu kamu". "Aku panggilkan ibu dulu iya mas" kata Safira. "Ibu, teman Safira mau pulang dulu" kata Safira. Ibu pun keluar menemui Gilang. "Bu saya pulang dulu" kata Gilang sambil mencium tangan Ibunya Safira. "Iya" kata Ibunya Safira. "Assallamualaikum" kata Gilang. "Wallaikumsalam" jawab Safira, ibunya safira dan Bella. Gilang pun pulang dan Safira mengantar sampai ke depan pintu pagar untuk mengunci pagar rumahnya. Safira pun mengunci pintu pagar, setelah itu iya masuk ke dalam rumah bersama Bella dan Ibunya. Mereka pun masuk rumah dan ibu yang mengunci pintu rumah. Bella dan Safira pun menuju kamar untuk tidur. Saat melihat Intan sudah tertidur pulas diatas kasur, mereka berdua pun tidak berani membangunkannya dan Safira tidur dengan Bella di kasurnya Bella. "Bell, aku tidur sama kamu ya, kak Intan pules banget kalau tidur, ngak bisa di geser" kata Safira. "Iya kak, jangan banyak tingkah loh" kata Bella. "Iya, iya" jawab Safira. Mereka pun akhirnya tertidur pulas.
Hari mulai pagi, matahari pun mulai terbit namun Bella dan Safira tetap tertidur. Sebagai seorang kakak, Intan pun membangunkan mereka, tetapi mereka tetap saja tidur. "Safira, Bella ayo bangun, udah siang" kata Intan sambil membuka selimut mereka dan mematikan AC. "Masih ngantuk kak, nanti ajah" jawab Safira. "Iya kak nanti ajah" saut Bella. Walau pun ditarik paksa untuk bangun, mereka tetap saja tidak mau bangun. Hingga ibu pun yang mulai membangunkan mereka. "Ayo, bangun udah pagi waktunya sekolah, kalau ngak mau sekolah iya udah tidur ajah" kata ibu sambil menarik mereka. Tetapi mereka tetap saja tidur, ibu pun membuka jendela kamar hingga cahaya matahari dari luar pun masuk kedalam kamar mereka. "Bu, silau nih mataharinya, tutup donk" kata Safira. Ibu pun marah dan menunjukan alarm jam "Ini liyat, udah jam 6 pagi kalian ngak bangun, mau tidur sampai jam berapa? Makanya kalau tidur jangan malam-malam" kata Ibu. Safira dan Bella pun kaget melihat jam menunjukan pukul 6 pagi. "Hah, jam 6, kok kakak ngak bangunin dari tadi sih" jawab Safira. "Aku udah bangunin kalian, tapi kalian ngak bangun-bangun, ya udah kakak biarin" kata Intan. Mereka berdua bergegas menuju kamar mandi, walau saling berebut.