Pernikahan Yang Gagal

Pernikahan Yang Gagal
Episode 8


__ADS_3

Pada akhirnya Bella pun yang mengalah dan membiarkan kakaknya mandi duluan. Setelah Safira selesai mandi, Bella pun mandi, dan Safira dengan cepat ganti baju dan menuju meja makan untuk sarapan. Intan pun menunggu Safira di teras rumah dengan ibunya. Saat Intan menunggu lama tiba-tiba Intan pun memanggil Safira "Fira, udah selesai belum? Kakak udah telat nih" kata Intan. "Bentar kak, masih makan, bentar lagi selesai" kata Safira. Safira dengan cepat dan tergesa-gesa menyelesaikan makanannya. Sementara Bella selesai mandi dan langsung ganti baju tanpa sarapan. Bella takut terlambat berangkat kesekolah jika ia sarapan dulu. Bella pun meunuju teras depan tanpa sarapan. "Kak Intan, aku minta tolong anterin iya kak, aku udah telat nih" kata Bella. "Iya, kak Fira mana? Kok belum keluar?" Kata Intan. Bella pun menjawab "ngak tau kak, aku ngak lihat". Safira pun menyelesaikan makanannya dengan cepat dan memakai sepatu. Setelah itu Safira menuju teras rumah untuk berpamitan ke ibunya dan segera berangkat ke sekolah. Mereka bertiga pun berpamitan ke ibunya. "Ibu kita berangkat dulu ya" kata mereka bertiga sambil mencium tangan ibunya. "Iya nak hati-hati iya, kak jangan ngebut ya" kata Ibu. Mereka pun berangkat sekolah dan Intan mengantarkan Bella sekolah duluan setelah itu Safira. Ternayat Bella dan Safira tidak terlambat karna jarak dari rumah kesekolahnya tidak begitu jauh. Sementara jarak sekolah Intan dari rumahnya lumayan jauh, jadi dengan berangkat pukul setengah 7 dari rumah dan dengan macetnya jalanan membuat Intan terlambat masuk sekolah dan ia dihukum tidak boleh masuk sekolah. Saat tiba di gerbang sekolah, Intan melihat gerbang sekolah Intan sudah ditutup, dan satpam sekolah pun memperingatkan Intan untuk pulang karna ia tidak mungkin membukakan pintu pagar tersebut. Akhirnya Intan pun pulang menuju rumah. Sementara dirumah tiba-tiba ayah pulang dari tugas luar kota diantar oleh mobil perusahaannya tepat iya bekerja. Ayah pun turun dari mobil dan membuka pintu pagar rumah. Mendengar ayah membuka pagar rumah. Ibu pun segera keluar rumah, dan membawakan bawa'an ayah untuk dimasukan kedalam dan membawa minuman untuk ayah. Ibu pun keluar dengan membawa air minum untuk ayah. "Ini yah minumnya" kata ibu sambil memberikan minum untuk ayah. "Anak-anak udah berangkat ya bu?" Kata ayah. "Iya yah, ini tadi Bella dan Safira telat bangun, gara-gara ngerjakan tugasnya Bella hingga larut malam" Kata Ibu. Saat ayah dan ibu ngobrol dengan asiknya, tiba-tiba Intan pun datang dengan cemberut. Intan membuka pagar rumah dan memasukkan motornya kedalam teras. "Assalamualaikum" kata Intan dengan cemberut. "Walaikumsalam" kata ayah dan Ibu. Intan pun mencium tangan ayah dan Ibunya. Melihat Intan pulang dengan cemberut ayah pun mulai bertanya kepada Intan dan saat melihat Intan, ibu pun kasihan melihat Intan yang letih, ibu masuk rumah dan mengambilkan minum untuk Intan. Ayah pun mulai bertanya "kok udah pulang nak? Terus kenapa cemberut gitu?" Kata Ayah. Intan pun menjawab "aku dihukum yah, tadi aku terlambat karna mengantar Bella dan Safira dulu, sementara dijalan macet. Jadi pas aku nyampai di depan pagar sekolah, pagar sudah ditutup dan disuruh pulang" kata Intan dengan cemberut. Ayah pun menjawab "sudah iya nak, ngak apa-apa, kan kamu ngak salah dan kamu ngak disengaja, kalau pun ayah dipanggil kesekolah karna kamu telat trus pulang ke rumah, ayah bersedia kok datang kesekolah". "Iya yah" jawab Intan. "Sekarang kamu ganti baju, trus nonton tv atau ngapain gitu, nanti biar ayah yang jemput adik-adik kamu" kata ayah. "Iya yah, aku masuk dulu" kata Intan. Intan pun masuk kamar ganti baju dan menonton tv. Saat sedang nonton tv, tiba-tiba hp Intan berbunyi sms masuk dari Boy. "Tan, aku tadi kok liyat kamu pulang, kenapa? Kan belum waktunya pulang" kata Boy. Intan pun menjawab "oh, ya mas, tadi aku kena hukuman disuruh pulang karna aku terlambat masuk sekolah gara-gara antar adik aku" kata Intan. "Jalan yuk, mau ngak? Tapi pakai motor kamu ya, kan aku ngak ada motor, nanti biar aku yang beli'in bensin" kata Boy. "Iya boleh" kata Intan. Sebenarnya Boy menyukai Safira tetapi Boy ingin tau Safira dari kakaknya lebih dekat dan Boy ingin disetujui hubungannya dengan Safira. Jadi Boy mendekati Intan terlebih dahulu dulu. Intan pun bersiap-siap untuk keluar dengan Boy. Saat tepat di ujung jalan tepat mereka berjanji bertemu, ternyata Boy sudah menunggu Intan. Kemudian Boy yang mengonceng Intan. Mereka berjalan-jalan hingga siang hari, hingga Intan lupa kalau iya belum ijin kepada orangtuanya. Tiba-tiba ayah Intan mengirimkan sms kepada Intan "Nak, kamu dimana? Yang jemput adik kamu ayah atau kamu?" Kata ayah. Intan pun menjawab "maaf yah, aku tadi ngak ijin kalau mau keluar, ayah saja yang jemput adik" kata Intan. "Ya udah ayah yang jemput" kata ayah. Sementara Intan melanjutkan jalan-jalan ke pantai dengan Boy, ayah menjemput adik-adiknya Intan. Saat mau menjemput Safira tiba-tiba Safira udah menunggu di depan gerbang "kok ayah yang jemput? Kakak mana yah?" Kata Safira penasaran. Ayah pun menjawab "Nanti ayah kasih tau, nunggu dirumah sama adik kamu, nanti ayah kasih tau" kata ayah. "Iya yah" jawab Safira. Kemudian ayah menuju sekolah Bella dan Bella pun terkejut saat ayahnya menjemput "kok tumben ayah, mana kak Intan?" Kata Bella. "Nanti dirumah ayah kasih tau ya" kata ayah. Safira dan Bella pun penasaran dengan ayah, mereka berpikir kenapa tidak langsung bilang, jangan-jangan ada apa-apa. Setelah mereka sampai di rumah, Bella dan Safira pun ganti baju dan menuju meja makan untuk makan. Saat makan Bella pun bertanya kepada ayah "yah kemana kak Intan, katanya ayah mau kasih tau Bella kalau udah dirumah" kata Bella. "Makan dulu ya, nanti ayah kasih tau" jawab ayah. Mendengar ucapan ayahnya Safira pun segera menyelesaikan makannya begitupun dengan Bella. Saat mereka benar-benar selesai makan, mereka pun bertanaya kepada ayahnya "yah kenapa" kata Bella. "Oke, ayah kasih tau. Sebelum ayah kasih tau, ayah mau tanya dulu kepada kalian, tadi pagi kalian bangun jam berapq?" Kata ayah. Bella dan Safira pun menjawab "jam 6 yah". "Sadar ngak kalian dengan kesalahan kalian bangun jam 6 padahal kalian sekolah hari ini, kecuali jika kalian libur ayah biari. Kalian tau ngak kalau kakak kalian itu terlambat melebihi kalian dan kakak kalian tidak bolrh sekolah hari ini gara-gara kesalahan kalian? Kenapa kalian bangun siang?" Kata ayah. "Maaf yah, kami salah, semalam kami bantu ngerjakan tugasnya adik" kata Safira. Bella pun menjawb "iya yah, maafin kita kemarin ngerjakan tugas aku dan lupa waktu kalau udah larut malam, trus paginya telat bangun". Ayah pun tidak marah mendengar kejujuran Bella karna ia sudah berkata yang benar. "Kalian minta maaf itu bukan sama ayah, tapi sama kakak kalian" jawab ayah. Safira pun bertanya "kakak dimana yah kalau memang udah pulang, kok aku ngak kelihatan?". "Kakak kalian keluar, ngk tau kemana" kata ayah. "Ya udah, sekarang kalian masuk kamar dan kerjain tugas kalian, biar ngak ngerjain malam-malam" kata ayah. Mereka pun menjawab "iya yah" mereka pun berjalan masuk menuju kamarnya dan menyelesaikan tugas sekolahnya masing-masing.


__ADS_2