
Usiaku sudah 18 tahun 2 bulan lagi sudah siap-siap untuk lulus dan bertempur di dunia pekerjaan, sudah lebih dari 4 tahun terakhir kali aku pacaran dan hanya dengan satu orang yang bahkan menjadi sahabatku sampai saat ini, percintaan kami saat itu merupakan cinta monyet yang belum tahu arah dan tujuannya pacaran itu apa sehingga aku memutuskan untuk tidak berpacaran karena belum waktunya untuk kami berpacaran, hingga saat ini aku hanya berfokus pada diri sendiri dan masa depan yang akan ku lalui. Dengan begitu aku merasa puas dan bangga dengan apa yang telah ku lalui dan miliki, aku tidak pernah menyesali sebab aku tidak berpacaran aku bangga aku mampu melaluinya sendirian, meski sering di ejek oleh teman-teman sekelas aku tidak terjatuh terlalu dalam karena aku sudah sering mendengar cemooh yang seperti itu, walau kadang terasa sesaknya sampai ke dada namun aku menganggap itu hanya bercandaan belaka jadi tidak perlu sampai menganggapnya serius dan memasukkan ke hati cukup masukkan ke kantong aja kalau nemu tong sampah buang hehehe.
Mereka berfikir aku tidak pernah berpacaran karena aku tidak laku, aku hanya tidak ingin memberi tahu mereka sebab aku tidak mau berpacaran jika mereka tahu maka semua persiapan untuk masa depanku akan musnah begitu saja tanpa tersisa sedikit pun. Aku menyukai diriku yang sekarang aku merasa aku sudah dewasa untuk hal-hal kecil yang tidak di mengerti teman sekelasku. Aku berharap aku bisa menjadi yang terbaik diantara teman-teman sekelasku tapi aku ingat satu kalimat dari internet yang mengatakan "Yang berjuang akan kalah dengan yang beruang" tenang aku tidak langsung goyah dan menyerah tapi itu adalah suatu motivasi untuk aku bisa berusaha lebih keras lagi.
Ayahku pernah berkata "Dunia luar berbahaya jika lengah dan tidak waspada kamu akan kehilangan segalanya jadi berusahalah untuk tidak melakukan hal yang sia-sia"
Sedangkan ibuku " Jika kamu berbuat baik lalu kamu di kecewakan dengan balasannya lalu kamu membencinya itu artinya kamu orang yang pamrih, orang yang tidak pamrih ketika melupakan kebaikan atas dia dan suatu ketika dia mengecewakan kamu dengan sikapnya kamu tidak akan membalasnya dengan mengatakan percuma aku baik terhadapmu tapi tinggalkan dia, suatu ketika dia membutuhkan pertolongan tolonglah dia semampumu jangan mengingat bahwa dia pernah berlaku jahat terhadap kamu ingat jangan pamrih jika berlaku baik terhadap seseorang"
__ADS_1
Kata-kata yang terlontarkan dari kedua orang tuaku saat aku pergi sekolah adalah "HATI-HATI ya Nak" kalian tahu aku tidak hanya menganggap kata HATI-HATI itu karena aku pergi dengan sepeda motor agar berhati-hati saat di jalan tapi hati-hati dengan apa yang setiap kita lakukan, melakukan kesalahan memang manusiawi tapi jika bisa lebih berhati-hati dan menjaga sikap akan lebih baik.
Aku tidak mengerti kenapa semua orang selalu mengeluh karena kondisi hatinya yang sedang putus dengan pacarnya, aku bisa selalu terlihat baik-baik saja karena tidak pernah menghiraukan apapun yang di katakan orang lain. Aku mendengarnya, aku merasa tersakiti tapi semua itu hanya sementara tidak berlarut-larut sampai aku harus memikirkan kedepannya harus gimana kalau bertemu, Ayahku sudah bilang kan jangan melakukan suatu hal yang sia-sia, Ibuku juga bilang jangan jadi orang baik yang pamrih.
Menjadi orang baik tidak harus selalu membantu orang lain, kamu tersenyum saja dunia sudah menganggapmu orang yang baik mudah kan?
Kebaikan dan senyuman adalah hal baik yang harus kamu tahu betapa tidak ada ruginya jika kamu ikhlas
__ADS_1
...Selalu jaga senyummu>_•...
...Berikan kebaikan tanpa pamrih…...
...Hentikan melakukan hal yang sia-sia…...
...Berharap boleh menunggu lama jangan>α<...
__ADS_1