
"Ahhh lapar"kataku memegangi perut
Aku terus berjalan menyusuri trotoar karena sudah sore trotoar jadi sepi, hanya mobil-mobil yang lewat di jalan raya
"Eh ada siomay, beli itu aja deh"kataku senang
"Bang beli siomaynya sebungkus ya"kataku
"Siap dik"kata abang siomay
Beberapa menit kemudian siomay pun siap di makan hehehe...
"Ini uangnya bang, makasih ya"kataku memeberikan uang lalu pergi
"Eh uangnya lebih dik?"kata abang siomay
"Oh, yaudah berarti itu rezekinya abang"kataku pergi
"Terima kasih ya dik"kata abang siomay
"Sama-sama bang hehehe"kataku tersenyum
Aku duduk di pinggir taman bunga yang ada di trotoar sambil memakan siomay tiba-tiba...
"Dukkk"suara siomay jatuh
"Eh... loh, yaaahhh padahal baru makan satu"kataku sedih
"Aduh maaf-maaf saya buru-buru, ntar kita ketemu lagi gua ganti deh maaf ya gua buru-buru"kata pria berpenampilan seperti orang culun
"Ah gak apa-apa gak perlu ganti kok"kataku memungut siomay yang jatuh
"Eh jangan di ambil lagi udah kotor"katanya memegang tanganku
"Deg...deg..."suara detak jantung
__ADS_1
"Ah enggak mau di buang ke tempat sampah biar gak ngotorin trotoar"kataku melepaskan tangannya
"Sekali lagi maaf ya ntar gua ganti deh"katanya
"Gak perlu, permisi"kataku tersenyum lalu pergi
"Aghhh apaan itu tadi, kok aku deg-degan, ya ampun sadar ken sadar"kataku dalam hati
"Udah gila aku gara-gara banyak masalah ini"kataku menepuk jidatku
Sesampainya dirumah Ibuku dan Ayahku sudah pulang, ibu sudah memasak untuk makan malam...
"Assalamualaikum Ken pulang"kataku
"Waalaikummussalam, Adek udah makan?"tanya Ibuku
Aku langsung menuju meja makan karena memang sedari tadi aku sudah lapar ditambah siomay jatuh lagi kesel banget...
"Waalaikummussalam dari mana adek?"tanya Ayah menuju meja makan lalu duduk
"Dari siang adek belum makan?"tanya Ibu
"Belum bu, laperrr"kataku memasang wajah sedih
"Hahaha, yaudah adek makan duluan aja Ibu capek mau istirahat sebentar"kata ibuku
"Iya bu"kataku berbicara dengan mulut yang penuh
"Adek jangan berbicara kalau mulutnya penuh"kata Ayah
"Gleekk, iy yah"kataku
"Adek jujur deh sama Ayah, selama ini Ayah terlalu mengekang adek ya?, atau ibu suka maah sama adek. adek kesal ya"tanya Ayah
"Enggak, adek senang ayah perhatian sama adek, adek juga senang Ibu sayang sama adek"jawabku santai
__ADS_1
"Adek gak marah pada siapapun?"tanya Ayahku
Aku terdiam sejenak...
"Adek marah pada orang-orang yang mencampuri urusan keluarga kita, contohnya penghuni sebelah dan siswa siswi guru-guru disekolah"jawabku pelan
"Kenapa?"tanya lagi
"Penghuni sebelah bilang ayah gak mampu membahagiakan adek dan ibu gak pernah sayang sama adek"jawabku
"Kalau yang di sekolah?"tanya Ayah lagi
"Mereka bilang adek cupu, jelek, gak berbakat, sok pintar,gak punya apa-apa, miskin,..."ucapku
"Ah sudah sampai situ saja"potong Ayahku
"Tapi Ayah tahu, Ken bukan seperti yang mereka katakan iya kan, Ken senang punya keluarga yang utuh dan menyayangi Ken sepenuhnya"kataku tersenyum
"Anak baik, tapi kamu harus tahu ini...Meskipun kamu marah dan kesal pada orang itu jangan pernah membencinya"kata Ayahku
"Oke hehehe"kataku tersenyum lebar
"Ayah mandi dulu ya"kata Ayahku
"Iya yah"kataku
"Keenn jangan bicara saat mulut penuh"kata Ayahku memperingati
"Hehehe,iya yah"kataku tertawa
Ternyata Ibu sedang tidak istirahat mereka memang ingin menanyakan keadaanku, tapi ibu tidak sanggup menanyakannya jadi dia bersembunyi mendengar percakapan aku dan Ayah dari jauh
"Hiks...hikss, Ken anak baik"kata ibuku mengatakan pada ayahku
"Sudahlah, dia sudah mengatakan yang sebenarnya dia menyayangi kita"kata Ayah
__ADS_1
...*Kau tahu bahagia tidak selalu tentang apa yang kamu punya tapi tentang apa yang kamu syukuri •°•...