
"Kenapa diam, lu takut sama gue kan? gue bilang t*s*k gue"teriak Dzaki
"Akkgghh, bisa gila gue..."kata Dzaki berjongkok
"Gue gak minta apa-apa sama lu, gue cuma mau lu terima kebaikan gue dan lu percaya sama gue hiks..."kata Dzaki memegang lututnya dan membenamkan kepalanya
"Haahh, percuma lu gak akan pernah percaya sama gue"kata Dzaki berdiri dan menghapus air matanya
"Maaf gue udah bikin lu ketakutan, harusnya gue tau diri dan gak maksain lu Maaf gue minta maaf"kata Dzaki membalikkan tubuhnya
Perlahan aku menurunkan tanganku yang memegang cu**er dan berjalan ke arah Dzaki lalu memeluknya, entahlah aku bahkan tidak berfikir akan menyentuhnya tapi aku malah memeluknya.
"Maaf gue minta maaf"kataku memeluk Dzaki dari belakang
"Hikss... gue gak tau gue kenapa tapi gue sayang sama lu"kata Dzaki membalas pelukanku
"Gue sayang banget sama lu Ken"kata Dzaki memelukku semakin erat
Brrr...brrr tubuhku bergetar tidak berhenti...
"Maaf gue suka maksa lu"kata Dzaki yang masih memelukku
"Gue gak tahu lagi caranya buat bikin lu percaya sama gue"kata Dzaki
"Maaf"kataku yang tidak tahu harus berkata apa
"Gue gak butuh maaf lu, sekarang gue tanya baik-baik sama lu apa gue terlalu berlebihan berbuat baik?"tanya Dzaki
"Hm"kataku menandakan iya
"Tapi gue tulus, gue gak minta apa-apa dari lu gue cuma mau lu anggap ada dan lu butuhkan?"tanya Dzaki
"Bisa kita kerumahmu gue sudah lapar"kataku mengalihkan pembicaraan
"Ah, iya ayo"kata Dzaki membukakan pintu mobilnya untukku
"Gue bisa se...."kataku terpotong oleh Dzaki
"Haahh, gue tau lu bisa sendiri tapi menerima kebaikan orang itu perbuatan baik"kata Dzaki
__ADS_1
"Hm"kataku
"Brrrmmm"suara mobil berjalan
Beberapa menit kemudian kami sampai dirumah Dzaki.
"Ki gue malu"kataku pada Dzaki
"Oh, gue bohong soal makan malam bareng orang tua gue"kata Dzaki
"Maksudnya?"tanyaku bingung
"Papa gue masih di luar negri, mama gue ikut papa gue"kata Dzaki
"Duduk"kata Dzaki menarikkan kursi untukku
"Makasih"kataku
"Makanannya banyak banget"kataku kagum
"Oh, gue udah bilang sama kepala kokinya buat gak masak banyak tapi masih banyak juga"kata Dzaki
"Hm"kata Dzaki pindah duduk disebelahku
"Makan lah, lu lapar kan"kata Dzaki
"Hm, iya"kataku segera mengambi makanannya
"Lu gak makan?"tanyaku
"Gue nanti aja"kata Dzaki
"Jangan-jangan dimasukin sesuatu lagi di makanannya"pikirku
"Nih"kataku mengambil sesendok makanan untuk di suapkan pada Dzaki
"Kenapa? lu takut makanannya ada racunnya?"kata Dzaki memakan makanan yang ku berikan
"Gak itu spesial buat lu"kataku alasan
__ADS_1
"Lagi dong"kata Dzaki
"Sekali aja lah, punya tangan kan makan sendiri sana"kataku
"Hap"Dzaki melahap makanan yang baru ku sendokkan
"Kii, makan sendiri ih"kataku
"Gue mau peluk lu"kata Dzaki
"Gak"kataku
"Pegang tangan boleh?"tanya Dzaki
"Enggak"kataku
Dzaki meraih tanganku dan meletakkannya di wajahnya dengan eksoresi wajah memelas
"Astaga lu manis banget"kataku menarik pipi Dzaki
Beberapa saat kemudia aku dan Dzaki selesai makan.
"Lu mau jalan bareng gue?"tanya Dzaki
"Tar dulu, baru juga selesai makan"kataku yang kekenyangan
"Hahaha, banyak juga makannya lu"kata Dzaki memegang tanganku
"Ke ruang tamu yuk nonton tv"ajak Dzaki sambil menarik tanganku
"Lu gak seharusnya suka sama gue"kataku
"Kenapa?"tanya Dzaki
"Duduk dulu, gue ambil camilan"kata Dzaki
"Hm"kataku
"Gue sayang sama lu"kata Dzaki yang datang dan langsung memelukku
__ADS_1
...*Rasa suka tumbuh karena nyaman namun kamu tidak menyadari bahwa itu bukan kenyamanan tapi kasihan*...