
Sejuknya udara dipegunungan, tepatnya digunung ungaran, membuat orang-orang yang pergi berlibur disana merasa betah, hingga enggan untuk begegas pulang.
Memang disana, dikaki gunung ungaran, telah dibangun berbagai macam villa, entah untuk disewakan atau untuk pribadi.
Seperti satu buah bangunan villa yang terletak paling atas, memang dibuat khusus oleh pengusaha yang benama Ilham Asyhari, untuk persinggahannya ketika berlibur disemarang bersama istrinya, Nadhifa dan kedua putranya, Tamam Asyhari dan Reyhan Asyhari. Dan biasanya mereka akan disusul oleh adik mereka, untuk melakukan liburan bersama.
Karena memang Nadhifah memiliki adik perempuan yang bernama Syafiqha, yang telah menikah dengan Rahmanuddin, seorang kepercayaan Ilham Asyhari, yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Dia adalah pemuda tangguh pada zamannya, yang pada saat itu merantau dijakarta, Karena memang dia berasal dari Semarang. Maka ketika dia berumur 25 tahun, sudah tidak diherankan lagi, kalau dia bisa menjadi kepercayaan seorang Ilham Asyhari, yang pada saat itu mengembangkan usaha orang tuanya. Sebenarnya dia mampu-mampu saja untuk membangun rumah yang mewah dijakarta , namun karena kecintaanya terhadap desa kelahirannya, dia memilih pindah kesemarang setelah menikah dengan Syafiqha, dan memutuskan menjadi peternak, untuk menyetok Daging Sapi atau Ayam direstoran dan warung makan di seluruh Semarang.
Namun apalah daya, karena hari Senin lusa, semua orang harus mulai beraktifitas kembali, dari yang kerja kantoran, bekerja diretoran, sampai anak-anak harus mulai bersekolah kembali.
"Aaaaaa... Kak Rey nakal... hiks" Teriak gadis kecil imut, yang berkerudung Biru Muda itu. Memang dia masih berumur 6 tahun, namun sudah dibiasakan oleh Syafiqha, selaku ibu dari gadis itu, untuk selalu berkerudung.
"Adik Viki kenapa?, udah jangan nangis... nanti imutnya hilang" Ucapnya anak laki-laki yang berumur kisaran 12 tahun, sambil mengusap air mata adik sepupunya, Viki Rahmaniya. Dialah Tamam asyhari sisulung dari Ilham dan Nadhifa. Meskipun dia masih kecil, namun sikapnya sudah memperlihatkan kedewasaan dan kasih sayang terhadap orang lain.
"Kamu juga Rey, udah tau kalau Adik Viki itu cengeng, masih saja digoda" Ucanya sambil terkekeh, menggoda adik sepupunya.
"Tuh denger, Kak Tam aja bilang kamu cengeng" ucap Reyhan Asyhari, -sibungsu Ilham -, sambil terkikik. Anak kecil laki-laki yang berumur 10 tahun, yang super duper usil plus nyebelin. Meski begitu, dirinya tetap bersikap sopan terhadap orang tua.
__ADS_1
"Huaaaa... Mamak, Bapak!! Kak Tam sama Kak Rey nakal... hiks" ucap sikecil Viki sambil sesegukkan, karena digoda oleh kedua abang sepupunya.
"Kak Tam, Kak Rey... Kalian tuh udah besar... yang ngalah sama adiknya, jangan diganggu terus" ucap Nadhifa, "Sini sayang sama Bunda aja.. gak usah main sama Kakak-Kakak kamu" ucapnya lagi pada sikecil Viki, sambil menggendongnya. Nadhifa, memang sedari Viki lahir, beliau sudah sangat menyayanginya, karena memang beliau menginginkan anak perempuan. Namun apalah daya, karena sikecil Reyhan tidak mau memiliki adik, katanya nggak mau kasih sayang terhadap anak bungsu berpindah tangan.
Tamam hanya bisa terkekeh sambil mendekat pada Nadhifa dan Viki "Udah ya jangan nangis... Kak Tam minta maaf" ucapnya
"Iya... Viki maafin... tapi nanti beliin es krim" ucapnya sikecil Viki yang masih sesenggukkan.
"Iya sayang... nanti pas pulang dari sini.. kita jajan es krim sama-sama" kata Tamam sambil terkekeh dan mengecup pipi sikecil Viki.
"Kak Rey... minta maaf sama Adik Viki... kasihan dia.. kamu goda terus" ucapnya Nadhifa sambil menatap garang pada Rey.
"Iya bun" jawab reyhan dengan cemberut. Lalu menatap Viki dan berkata "Adik... Kak Rey minta maaf ya... "
Namun dibalas sikecil Viki, dengan tatapan kesalnya serta memalingkan muka.
"Adik Viki... Nggak boleh gitu nak... kalau Kak Rey minta maaf.. harus dimaafkan, biar kita disayang Allah... Adik mau nggak disayang Allah? " nasihat dari Syafiqha yang baru saja datang membawa lauk makan siang, terhadap putri kecilnya. "Mau mamak... Viki mau minta disayang Allah banyak-banyak" jawab Viki sambil tersenyum cerah.
__ADS_1
Kemudian dia meminta turun dari gendongan Nadhifa, dan berdiri dihadapan Reyhan sambil tersenyum cerah "Kakak Rey... Viki juga minta maaf ya... karena tadi ngambek sama Kak Rey.. Kak Rey juga sudah aku maafin kok, jadi kalau aku ngambek maafin ya kak"
"Iya Adik Viki... sama-sama" jawab Reyhan sambil tersenyum. "Jadi kita kosong : kosong... kata Bapak, orang yang saling memaafkan, maka kita sama-sama dihapus dosanya oleh Allah" kata sikecil Viki sambil tersenyum.
Semua orang tersenyum mendengar kata yang diucapkan oleh sikecil Viki, karena memang kedua keluarga tersebut sedang berkumpul diruang makan yang terletak didalam villa, untuk melakukan makan siang bersama, sebelum sorenya kembali kekediaman Rahmanuddin.
"Sudah... ayo kita makan... Ayah sudah lapar... dari tadi lihat keusilan Si Rey terus... bikin tambah lapar... " ucap Ilham sambil tertawa, karena melihat sibungsu yang lagi-lagi cemberut karena digoda oleh ayahnya. Semuanya tertawa, sampai tidak menyadari diantara mereka, ada yang berusaha menahan rasa sakit, sambil memperlihatkan senyum terpaksanya.
Hingga pada sabtu sore, kedua keluarga tersebut, keluar dari daerah pervillaan, untuk kembali ke kediaman Rahmanuddin, sebelum hari Ahad -Minggu- setelah shalat subuh, keluarga Asyhari kembali ke Jakarta.
Memang setiap berlibur ke Semarang, keluarga Asyhari langsung singgah divilla, dan akan menginap dikediaman Rahmanuddin 1 hari sebelum pulang.
Dan hal tersebut sudah dilakukan beberapa tahun setelah kelahiran sikecil Viki, dan setelah selesainya villa yang dibangun oleh Ilham, agar merasa nyaman ketika berlibur di Semarang, saat Nadhifa rindu dengan sikecil Viki.
Dan mumpung bertepatan dengan hari raya 'Idul Fitri, keluarga Asyhari berlibur di Semarang, dari dua hari sebelum hari raya. Untuk melaksanakan shalat tarawih dan shalat ied, mereka melaksanakannya di daerah terdekat villa. Meskipun begitu, banyak orang desa yang akrab dengan keluarga Asyhari, karena terkenal dengan sifat ramahnya dan tidak sombong. Jadi mereka tetap bisa menerima, meskipun keluarga Asyhari berasal dari kota.
Bersambung....
__ADS_1
maaf kalau banyak typo... karya pertama ku