Pertigaan Cinta

Pertigaan Cinta
Kecupan terlarang


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian...


Hari ini tampaknya akan menjadi hari yang cerah, terlihat dari pagi ini tepat pukul tujuh suasana sudah sangat cerah.


Sama seperti gadis 21 tahun yang sedang mematutkan penampilannya didepan kaca pas badan dengan hati yang berbung-bunga. Sambil tersenyum, dia memoleskan make up tipis pada wajahnya yang ayu dan imut. Lalu diakhiri dengan memakai hijab segiempatnya.


"Sepertinya sudah pas" Ucap gadis itu dengan senyum cerahnya.


Hari ini dia akan jalan-jalan seharian dengan sang sepupu yang super jahil, mumpung hari minggu dan sebelum dia kembali ke kampung halaman.


Membayangkan saja, rasanya dia tidak akan berhenti tersenyum dengan pipi bersemunya.


Tok.. tok.. tok..


"Viki.... kalau lama, nggak jadi!! " terikan dari luar kamar


Ya, gadis itu adalah Viki. Gadis kecil yang sudah menjelma menjadi gadis remaja. seperti tahun-tahun sebelumnya, saat liburan tiba maka dia akan full berlibur dikediaman Asyhari, dan akan menghabiskan liburannya dengan sang sepupu.


"Iya Bang Rey, udah kok" Jawab Viki sambil membuka pintu kamar. dan terjadilah aksi saling pandang antara Reyhan dan Viki, seperti di drakor sebelah.


Deg!


Cantiknya...


Selalu seperti ini, saat berhadapan dengan Viki, Reyhan tak pernah dapat mengendalikan detak jantungnya. Rasanya seperti nuklir meledak.


" Apa ini.. ?" Tanya Reyhan dengan memperhatikan penampilan Viki, setelah dapat mengendalikan ekspresinya.


" Apa sih bang.. ?"


" Itu kenapa pakai make up an segala "


" Ya emang kenapa abang sayang, biasanya juga Viki kayak gini.. " Jawab Viki bingung, sambil memperhatikan penampilannya.


Deg!


Abang sayang....


"Lama-lama bisa mati salting gue"


Ck, Reyhan bedecak gemas " Hapus! jelek tau"


Viki langsung bengong. Apa katanya? hapus?. Dia udah bermenit-menit dandan agar terlihat fresh, dan abang jahilnya dengan gampangnya menyuruhnya menghapus. Viki tidak terima ini.


" Ya nggak bisa gitu dong bang.. kan aku udah pakai sunscreen sekalian.. masak suruh hapus" Ucap Viki dengan kesal


" Mau sunscreen lah, mau sunlight lah... pokoknya hapus! atau kita nggak jadi berangkat" jawab Reyhan tegas.


Oke, akhirnya kekesalan Viki sudah dilevel akhir. dengan menghentakkan kakinya, dia masuk kamar dan mebanting pintu sekeras mungkin.


Brak!


Reyhan langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


Huh! sebenarnya Viki sangat cantik, apalagi dengan polesan make up seperti tadi. Hanya saja, jiwa ke posesifannya terhadap sang adik, sehingga tak rela rasanya jika kecantikan itu


ikut dinikmati laki-laki lain.


########


Dengan wajah cemberut, gadis itu masuk kedalam mobil yang akan digunakan mereka untuk jalan-jalan. Berbeda halnya dengan Reyhan, yang masuk dengan tersenyum puas.


" Kenapa sih dari tadi cemberut mulu" Tanya Reyhan sambil mengemudikan mobilnya.


"Lagian Abang tuh kenapa sih, biasanya juga kan aku sering pakai make up, Abang biasa-biasa aja"


"Udah nggak usah cemberut, nanti Abang traktir apa aja yang kamu mau" Ucap Reyhan, mengalihkan pembahasan. Karena dia paling tahu, Viki tidak akan tahan dengan kata traktir.


Wajah Viki seketika langsung cerah " Bener ya Bang? " tanya Viki sambil tersenyum.


Tuh kan...


"Masalah traktir aja langsung ijo matanya"


"Hidup tuh realistis aja buat aku, karena hidup bukan hanya butuh cinta".


Setelahnya hanya terdengar suara Viki yang mengabsen apa saja nanti yang ingin ia beli.


Sedangkan Reyhan hanya dapat tersenyum geli melihat tingkah sang sepupu.


#########


Didalam sebuah ruangan yang temaram, terdapat banyaknya manusia yang duduk sambil menikmati sebuah tayangan didepan sana.


Meskipun sudah terdengar banyaknya isak tangis, sangking sedihnya tayangan yang mereka tonton. Namun mereka tetap menikmati nya sampai akhir.


Setelah menikmati tayangan bioskop, Viki dan Reyhan melanjutkan belanja dan akhirnya singgah di salah satu food court di dalam mall.


" Bang, lihat deh. Bunga Anthuriumnya cantik-cantik ya, aku pengen deh setelah lulus nanti jadi petani Anthurium " Ucap Viki sambil mengarahkan badannya lebih dekat dengan Reyhan.


Cup!


Karena sedang mengecek ponsel, sehingga Reyhan tidak sadar bahwa Viki berada lebih dekat di sampingnya, sehingga tanpa sadar dia mengecup pipi kanan Viki.


Astaghfirullah... Kecupan terlarang... batin keduanya.


Keduanya langsung saling pandang dan salting sendiri, wajah Viki langsung Merah. Bahkan telinga Reyhan pun ikut Merah.


"Emm.. Bang ini sudah jam Satu, kita belum sholat, lebih baik kita cari masjid untuk sholat dhuhur" Ucap Viki setelah mengalihkan pandangan terlebih dahulu dan menunduk. Dia tidak berani melihat wajah Reyhan lagi saking malunya.


Reyhan langsung mengusap wajahnya dengan kasar, guna mengurangi rasa salting yang tengah melanda " Baiklah, ayo" jawab Reyhan sambil berdiri dari duduk.


##########


Saking saltingnya mereka berdua, sampai hanya keheningan yang terjadi didalam mobil. Meskipun sudah terjeda dengan melakukan ibadah wajib. Namun tetap saja mereka masih mengingat kejadian di food court tadi.


" Loh Bang... Kok kita kesini.. Bukanya setelah belanja kita sepakat mau pulang? " tanya Viki heran. Saking asyiknya salting sampai dia tidak sadar bahwa Reyhan memarkirkan mobilnya di sebuah taman.

__ADS_1


Brak!


Tanpa kata, Reyhan keluar dari mobil dan berjalan dengan cepat.


Viki yang tidak mau ketinggalan pun langsung keluar, dan menyusul Reyhan dengan tergesa-gesa.


Sampai akhirnya dia melihat Reyhan yang duduk di sebuah kursi taman. Dia pun menghampiri dan ikut duduk disebelahnya dengan kepala tertunduk.


Hening...


Belum ada yang ingin memulai pembicaraan. Sampai...


" Viki.. "


" Hmmm.. Iya Bang" masih belum berani mengangkat wajahnya.


Reyhan menghela nafas, demi mengumpulkan keberaniannya untuk bicara. Dia menoleh dan menatap lekat wajah cantik yang tertunduk itu.


" Jika aku menyukaimu, bagaimana? "


Deg!


Viki langsung mengangkat kepalanya, balik menatap Reyhan. " Maksud Abang? "


Reyhan masih menatapnya lekat " Boleh Abang katakan sesuatu?"


Dan dijawab anggukan oleh Viki dengan ragu. Karena masih bingung dengan apa yang diucapkan oleh Reyhan sebelumnya.


Reyhan terdiam sejenak. " Sebenarnya, aku sudah lama menyukaimu, bukan sebagai sepupu. tapi layaknya laki-laki yang menyukai seorang perempuan"


Mereka masih saling memandang. Karena tidak ada jawaban dari Viki, maka Reyhan melanjutkannya.


" Bukan sekedar menyukai, tapi cinta, aku mencintaimu, menyayangimu, sebagai seorang perempuan ".


Tidak ada jawaban dari Viki. Yang ada hanya ekspresi diam dengan mata yang berkaca-kaca. Dan itu disalah artikan oleh Reyhan.


" Maaf jika Abang lancang mengatakan itu. Abang sudah tidak sanggup lagi memendam ini semua " ucap Reyhan lagi, setelah mengalihkan pandangan dari Viki.


Hening..


"Sejak kapan? " tanya Viki.


"Hmmmm? " Reyhan kembali menoleh.


"Sejak kapan Abang memiliki perasaan terhadapku? "


" Entahlah... Mungkin saat pertama kali kamu mengalami menstruasi saat kita berlibur di jogja" Reyhan terkekeh memikirkan kekonyolannya.


" Saat itu kamu selalu menempel padaku, pengen apa-apa harus aku yang nurutin, karena hormon menstruasimu " lanjut Reyhan kembali terkekeh.


Seketika itu Viki langsung cemberut. " Ih... udah jangan diingat-ingat" rengek Viki.


Reyhan kembali terkekeh. " Jadi... bagaimana? "

__ADS_1


Bersambung...


Maaf banyak typo... karya pertamaku


__ADS_2