Pertigaan Cinta

Pertigaan Cinta
Mulai Membuka Hati...


__ADS_3

Viki sadar akan sikapnya. Meski selama satu minggu berumah tangga, ia berusaha bersikap baik dan berusaha mengurus suami, namun ia masih sering cuek terhadap sang suami. Padahal Tama dengan sabar menghadapi sikapnya.


" Sudah... Nggak usah dipikirin. Lebih baik sekarang kita turun.... Tapi sebelum itu Abang tutup mata kamu pakai kain dulu ya... " ucap Tama sambil menutup mata Viki.


" Bang... Nanti aku keluarnya gimana? " tanya Viki sambil meraba sekitar.


" Nanti Abang yang nuntun kamu... " sahut Tama.


Setelah itu, Tama keluar mobil. Lalu membuka pintu di sebelah Viki.


" Ayo, pelan-pelan keluarnya " Tama menuntun Viki keluar mobil. Lalu memapahnya pelan-pelan masuk villa.


Setelah beberapa saat, mereka akhirnya berhenti, yang entah Viki pun tak tahu dimana.


" Abang... " panggil Viki saat merasa Tama melepaskan genggamannya. Ia meraba sekitar, namun tak menemukan keberadaan Tama.


" Abang... jangan bercanda iich.... nggak lucu tahu " Viki paling tidak suka dengan kegelapan, karena akan memunculkan perasaan parno.


Viki sudah ingin menangis. Namun tertahan, ketika merasakan ada seseorang di belakangnya. Dari aroma parfum, ia tahu bahwa itu adalah Tama.


" Abang "


" Iya, sayang " jawab Tama.


" Abang dari mana? " ucap Viki manja.


" Maaf meninggalkanmu. Tadi ada yang ketinggalan, jadi Abang balik ke mobil lagi ".


Tama pun membuka penutup pada mata Viki.


Saat matanya terbuka, Viki takjub dengan kejutan yang diberikan Tama. Didepannya, terdapat sebuah meja makan, yang dihias seindah mungkin terletak di tempat outdoor.


Lalu ia menggerakkan kepala, melihat-lihat sekitar. Ada beberapa tanaman bunga mawar yang ditata seindah mungkin.


" Abang punya sesuatu untuk kamu... " ucap Tama sambil mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Ia membuka, mengambil isinya, lalu memakaikan pada pergelangan tangan kiri Viki.


" Selamat, atas kelulusannya sayang... "ujar Tama. Sambil mencium kening Viki.


Saat Viki mengamatinya, ternyata Tama memberikan sebuah gelang rose gold, yang terdapat bandul berupa lima buah bunga mawar kecil. Indah sekali.


" Kita makan malam dulu yuk... " ajak Tama sambil memundurkan kursi untuk Viki duduk. Membuyarkan lamunan Viki.


" Terima kasih Bang " jawab Viki setelah duduk. Ia mengamati menu makan malam. Di meja, terdapat menu Nasi Padang, lengkap dengan ayam goreng lengkuas. Viki mengerutkan dahi. Semua sudah dihias, agar terdapat kesan romantis. Tapi kenapa menu nya....


" Maaf jika Abang memesankan menu Masakan Padang, Abang hanya ingin menyiapkan apa yang sesuai kamu suka " ucap Tama sambil menyentuh tengkuknya, malu. Ia paham dengan kebingungan Viki. Tapi daripada menyediakan makanan yang Viki tidak suka, lebih baik dia menyediakan apa yang sudah pasti dimakan.


Viki tersenyum lembut, melihat kesungguhan Tama.

__ADS_1


Ya Allah... Betapa berdosanya aku... Telah menyia-nyiakan suami sebaik ini, yang telah berusaha untuk mempertahankan ku...


###########


Setelah makan malam, mereka langsung menuju salah satu kamar yang disediakan untuk mereka.


" Kamu mandi dulu ya... Pasti lengket kan, dari tadi pagi beraktivitas " ucap Tama, sambil memberikan handuk pada Viki.


" Abang tidak mandi? " tanya Viki mendongakkan kepala.


Tama tersenyum, lalu mengusap kepala Viki yang masih terbalut kerudung. " Abang mandi dikamar sebelah, agar kita tidak tidur kemalaman "


Setelah itu Tama keluar dari kamar. Viki menatap punggung Tama, sampai menghilang di balik pintu.


Apakah malam ini saatnya...


##########


Setelah mandi Viki dengan menggunakan handuk di badan dan kepalanya, membuka lemari yang kata Tama sudah di sediakan perlengkapan mereka berdua.


Tadi dia sempat khawatir karena ke villa tidak bersiap-siap terlebih dahulu. Tapi, kata Tama semua sudah disediakan oleh orang suruhan Bunda Nadhifa.


Saat membukanya, Viki dibuat syok. Karena didalam sana banyak terdapat baju tidur tipis, yang pastinya akan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Ada memang gamis, tapi tidak mungkin kan ia tidur dengan mengenakan gamis.


Ting...


Viki tersadar dari lamunannya, saat mendengar notifikasi chat WA masuk. Ia pun menghampiri meja rias, lalu membuka chat tersebut.


###########


Saat Tama memasuki kamar dimana Viki berada, ia langsung terpaku.


Deg!


Di dalam sana, Viki sedang berdiri di depan meja rias dengan rambut tergerai indah. Ia mengenakan baju tidur lengan pendek berbahan satin panjang setengah paha. Dan saat ia amati, ternyata Viki tidak mengenakan bawahan. Jadi terlihatlah kaki mulusnya.


Tama buru-buru masuk dengan gaya sok santainya menuju lemari pakaian, lalu membukanya.


Tama hanya bisa memejamkan matanya spaning.


Ya Allah... Ini pasti ulah bunda...


Tama tadi belum sempat mengecek isi pada lemari pakaian, karena ia pikir isinya pasti wajar-wajar saja. Sedangkan ia sendiri memakai pakaian ganti yang ia siapkan di mobil sebelum melakukan aktivitas tadi.


" Abang "


Panggilan Viki membuyarkan lamunan Tama. Ia pun langsung menoleh pada Viki. Entah hanya perasaannya saja atau bagaimana, kenapa Viki terlihat biasa saja mengenakan baju yang sangat pendek??

__ADS_1


" Sayang... Kamu, tidak kedinginan mengenakan baju seperti itu? " tanya Tama tersenyum guna menutupi kegugupannya. Jujur saja, saat ini badan Tama rasanya sudah panas dingin.


" Tidak. Di sini kan ada penghangat ruangan. Lagian tidak mungkin kan, aku tidur dengan memakai gamis... " Sebenarnya Viki pun malu, tapi dia harus tetap melakukannya, sesuai dengan nasehat sang ibu.


" Ya sudah, ayo kita tidur " ujar Tama, langsung menuju ranjang. Dan diikuti oleh Viki.


Saat sampai ranjang, mereka langsung merebahkan badan, dengan Viki yang terlentang menatap langit-langit kamar. Sedangkan Tama ia tidur dengan memunggungi Viki.


Hening...


Viki masih dengan posisinya.


Ya Allah... Maafkan hambamu ini, karena telah lama mendiamkan suami...


Aku harus berusaha melupakan Abang Rey, meski nantinya aku akan sulit mencintai Abang Tama.... Ucap Viki dalam hati, sambil memejamkan mata.


Setelah itu, Viki memiringkan tubuh menghadap punggung Tama. Tidak biasanya Tama tidur dengan memunggunginya.


" Abang... "


Hening... Tidak ada jawaban, atau mungkin Tama sudah tidur? . Namun Viki tetap melanjutkan ucapannya.


" Apa... Abang tidak menginginkan- ku? "


Deg!


Ini maksud Viki apa coba...


Sebenarnya, Tama tidak tidur. Bagaimana mau tidur? Setelah melihat penampilan Viki, ia jadi panas dingin sendiri. Tidak ingin Viki salah paham, akhirnya ia membalikkan badan.


" Kenapa Viki bilang seperti itu... Tentu Abang sangat menginginkan-mu " ujar Tama sambil mengusap pipi Viki.


" Tapi... Kenapa Abang memunggungiku " Jawab Viki.


Tama tersenyum. " Viki... Bagaimanapun, Abang adalah laki-laki normal. Saat kamu memakai pakaian itu, Abang tidak akan bisa mengendalikan hasrat Abang "


Ya Allah... Tambah berdosa lah diriku... Karena tidak mau memenuhi kebutuhan suami...


Melihat Viki melamun, Tama kembali tersenyum.


" Sudah, jangan dipikirkan. Abang tidak akan memaksamu, Sebelum kamu sendiri yang mengizinkan ".


" Sini, Abang peluk saja " lanjut Tama sambil mendekat, lalu memeluk Viki.


Viki lalu mendongakkan kepalanya.


" Bagaimana jika aku sudah siap... "

__ADS_1


Deg!


Bersambung....


__ADS_2