Pertigaan Cinta

Pertigaan Cinta
Pernikahan...


__ADS_3

Bukan apa, sebenarnya hati Nadhifa juga merasakan sakit saat Ilham memperlakukan Tama dan Reyhan dengan cara berbeda.


Saat Ilham selalu menatap atau bersikap hangat terhadap Tama. Namun selalu bersikap tegas terhadap Reyhan, bahkan kadang terkesan dingin.


Ilham kembali memeluknya, di elusnya punggung Nadhifa untuk menenangkannya. " Ssssttt... Reyhan juga putraku ".


" Bunda boleh marah sama Ayah, tapi ini semua demi kebaikan putra kita, Tama dan Reyhan ".


" Hanya sampai Reyhan lulus, setelah itu Ayah akan merubah cara bersikap Ayah terhadap Reyhan " lanjut Ilham masih tetap mengelus punggung sang istri.


Nadhifa melepas pelukannya dan menatap sang suami " Janji " tanya Nadhifa manja.


Ilham tersenyum dan mengangguk, lalu ia hapus air mata yang membasahi pipinya. Jika suara sang istri sudah berubah begini, berarti Nadhifa sudah melunak.


Di kecupnya kening sang istri.


###########


Satu bulan berlalu....


Seperti yang direncanakan para orang tua, setelah Tama dan Viki bertunangan, akan di langsungkan pernikahan mereka satu bulan setelahnya.


Dan hari inilah pernikahan mereka akan di langsungkan.Di pagi hari, Di kediaman Ramanuddin.


Di sebuah kamar pengantin, Viki sudah dirias secantik mungkin, dengan baju akadnya. Kebaya berwarna putih, bawahan batik abu, serta mahkota mini yang menghiasi kepalanya. Tidak lupa kerudung panjang yang menyempurnakan penampilannya. Sejak tadi Viki duduk dengan gelisah. Meski sudah ditemani Syafiqa dan Nadhifa.


" Sayang, tenanglah. Kamu hanya akan menjadi istri, bukan menjadi pidana " ucap Nadhifa terkekeh. Gemas dengan tingkah Viki. Syafiqa pun ikut terkekeh. Dia jadi ingat dulu saat-saat pernikahannya dengan Rahman.


Viki menoleh pada Nadhifa, "Bun... Apa Bang Reyhan tidak pulang? " tanya Viki.


" Emm... kamu tidak tahu? " tanya Nadhifa heran. Biasanya apapun keadaan Reyhan, dia selalu memberi kabar pada Viki. " Sekarang dia sedang ada ujian, jadi tidak bisa pulang "


Viki langsung menundukkan kepala, dengan tangan saling meremat. Sejak saat perjodohan Viki dan Tama, Reyhan sudah tidak pernah menghubunginya lagi.


Tidak bisakah Abang pulang di hari pernikahanku.... Meski setalahnya Abang sudah tidak mau bertemu aku lagi... batin Viki


" Sudah, tidak apa-apa Reyhan tidak pulang. Mungkin dia sedang cepat-cepat ingin lulus " ucap Nadhifa menenangkan.


" Iya Bunda " ucap Viki lirih.


Saya Terima nikah dan kawinnya Viki Rahmaniya binti Rahmanuddin dengan maskawin tersebut dibayar tunai....


Setelah mendengar suara lantang dari luar, Viki memejamkan mata menangis. Dia sudah resmi menjadi seorang istri. bukan dari Reyhan Asyhari, tapi dari Tamam Asyhari.


Syafiqa meraih tangan kanan Viki " Viki... Nak, ayo kita keluar " ajaknya dengan suara lembut.


Nadhifa pun meraih tangan kiri Viki. Mereka berdua mengantar Viki untuk bertemu sang suami.


#########


Saat mempelai perempuan menuruni tangga, Tama memandangnya sambil tersenyum.


Viki terlihat cantik sekali. Tanpa riasan saja dia sudah cantik, apalagi sekarang. Belum lagi senyum manisnya yang selalu bisa membuatnya tersihir.

__ADS_1


Meski, saat dirias seperti ini raut imut Viki yang membuat Tama gemas tidak terlihat.


" Kedip nak... Viki nggak bakal hilang " Ilham menepuk bahu Tama yang berada di sebelahnya sambil terkekeh. Tama pun ikut terkekeh.


Sedangkan Rahman duduk di sebalah penghulu.


Setelah Viki mendekat, Syafiqa menuntunnya mencium tangan suami untuk pertama kali.


Setelah itu baru Tama mencium kening sang istri.


" Kamu cantik " puji Tama sambil tersenyum, setelah aksi cium kening. Di tatapnya wajah sang istri.


Viki hanya tersenyum. Dia mencoba untuk terlihat bahagia, meski hati tidak demikian.


Setelah akad, baru dilanjutkan acara resepsi.


###########


Di belahan bumi lain, di arena balap terdapat seorang pria sedang melajukan motornya dengan gesit, agar tidak tersalip pemain lain.


Dia adalah Reyhan. Setiap Reyhan ada masalah atau suntuk, dia selalu melampiaskan dengan berbalap motor.


" Kenapa lagi dia " tanya seseorang kepada teman di sebelahnya.


" Di tinggal ceweknya nikah " jawab Faisal.


Apa katanya? di tinggal nikah? seorang Reyhan?


Faisal menoleh heran " Kenapa? "


" Ya loe mikir aja bro, seorang Reyhan di tinggal nikah. Kurangnya dia apa coba... "


" Ceweknya di jodohin Fer sama ortunya " jawab Faisal pada temannya yang bernama Ferdy.


" Bingung gue... Ya kalau mau dijodohin, kenapa nggak dijodohin sama Reyhan aja, kalau ortunya si cewek mandang harta " Ferdy malah jadi gemas sendiri.


" Reyhan kan kaya " ya, seperti itulah Ferdy. Kadang kala bicara tidak disaring dulu.


Faisal menatapnya horor.


Gila nih bocah... kalau bos Reyhan dengar dia menjelekkan pak Rahman, bisa di gorok dia...


" Loe aja bingung, apa lagi gue... " jawab Faisal.


Masalahnya, yang jadi mempelai pria itu Abangnya si Bos....


" Ck... Ck... sampai segitu frustasinya dia "Ferdy geleng-geleng kepala.


" Kalau gue jadi Reyhan..... "


" Ehemm! "


Belum sempat Ferdy menyelesaikan ucapannya, sudah di sela oleh Reyhan yang tiba-tiba ada dibelakangnya.

__ADS_1


" Eh... Reyhan " sapa Ferdy cengengesan, menoleh ke belakang.


Sangking asyiknya dia menggosib Reyhan, sampai tidak sadar bahwa orangnya sudah selesai bertanding.


Reyhan hanya menatap datar Ferdy, lalu menoleh kearah Faisal.


" Lagi! " perintah Reyhan.


Faisal dan Ferdy saling tatap. Apa? Reyhan minta balapan lagi? fikir mereka.


" Ehem... Bos, ini sudah jam dua pagi. Alangkah baiknya anda istirahat. Besok anda ada ulangan di jam delapan ". tutur Faisal selembut mungkin. mencoba untuk bernegosiasi.


Namun bukannya luluh, Reyhan malah meraih kerah jaket yang dia kenakan.


" Loe udah bosan hidup? " ucap Reyhan emosi. " Dan lagi, gue bukan Bos loe "


Faisal hanya mampu memejamkan mata, frustasi dengan kelakuan sang atasan.


Jika Reyhan sudah menggunakan kata Loe-gue, berarti dia sedang benar-benar emosi. Karena Reyhan yang Faisal kenal, adalah seorang yang dapat mengendalikan emosinya dengan baik.


" Baik, aku akan carikan lawannya. Tapi setelah ini, kamu harus benar-benar istirahat " jawab Faisal pasrah.


" Kamu harus tetap menjaga kesehatan Rey. Jika bukan untukmu, itu untuk Nyonya Besar. cobalah untuk memikirkannya "


Maafkan saya Nyonya membawa-bawa nama anda... ini demi kebaikan putra anda...


" Hmm " jawab Reyhan singkat. Setelah itu dia pergi untuk kembali bertanding.


Saat Reyhan bertanding, Ferdy terus menatapnya.


Sejak pertama dia bertemu Reyhan di tempat yang sama dirinya melanjutkan pendidikan, Ferdy sering mendekati Reyhan, mencoba untuk mengakrabkan diri. Meski yang dia dapatkan hanya sifat acuh nya. Karena memang Reyhan sulit untuk menerima orang asing.


Baginya, Reyhan bukanlah tipe orang munafik. Jika suka , maka dia akan bilang suka. Jika tidak, maka dengan tegas dia mengatakan tidak.


Dari situlah dia mulai akrab dengan Faisal.


Kalau orang kata, yang didekati siapa... Dapatnya siapa..


Namun Ferdy tetap setia mendekati Reyhan, walau lagi-lagi kembali di acuhkan.


###########


Di kediaman Rahmanuddin...


Setelah acara resepsi selesai, Viki kembali terlebih dahulu ke kamar, karena sudah sangat lelah. Bukan lelah fisik, tapi lelah batinya.


Acara resepsi hanya berlangsung sampai jam satu siang.


Tok... Tok.. Tok...


" Viki... Boleh mamak masuk nak... "


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2